Sugar Mommy

Sugar Mommy
15. Cinta membuat bodoh


__ADS_3


"Biasa aja natapnya, kak. Bikin aku salting aja."


Juan suka ditatap Nadira, masalahnya tatapan Nadira kali benar - benar membuat Juan salah tingkah. "iya, kak. Tahu kok kalau aku ganteng."


"Kamu gak ganteng. Bagi kakak kamu itu lucu."


Nadira mengatakan itu pada Juan, tapi hatinya berkata lain. "iya, kamu ganteng. Pantesan aja ada cowok yang belok, dan suka sama kamu."


Alasan Nadira menatap Juan tanpa berkedip, karena Nadira kepikiran dengan laki-laki yang menghadang mobilnya tadi pagi. Dan barusan Nadira sedang mengagumi ketampanan Juan.


Nadira ingat dirinya diancam seseorang untuk menjauhi Juan, tapi masih berani menjemput Juan ke kampusnya. Nadira tidak bermaksud menantang. Nadira hanya tidak bisa diancam.


"Kakak suka sama cowok ganteng atau lucu?"


"Suka cowok lucu, mungkin?" Juan yang tadi ingin protes karena disebut lucu tersenyum.


Juan tidak tahu lucu yang dimaksud Nadira, yang terpenting Nadira menyukainya. Hehe. Maksudnya, Juan masuk kriteria orang yang Nadira suka. Itu saja membuat Juan senang.


"Kenapa senyum-senyum?" Juan menggeleng.


"Masakan kakak enak, aku kira kakak gak bisa masak soalnya kita lebih sering makan diluar."


Malam ini Nadira memasak makanan untuk makan malam. Katanya malas makan diluar. Sekalian Nadira juga ingin mencoba recook makanan yang dilihat dari sebuah aplikasi.


"Kakak emang gak bisa masak, itu kamu lagi beruntung makanannya enak." timpal Nadira.


Juan tertawa pelan. "kakak alergi pujian ya?"


"Lebih tepatnya kakak gak suka dipuji karena kebanyakan orang itu gak tulus ngasih pujian."

__ADS_1


"Tapi aku tulus kok." Juan menunjukkan mata anak anjingnya. Membuat Nadira tersenyum.


"Tulus supaya besok dikasih makan lagi kan?"


Nadira dan Juan tertawa setelahnya. Mereka sudah biasa dengan candaan masing-masing.


"Aku bantuin nyuci piring ya?" Juan mengambil piring kosong di meja makan satu persatu dan membawanya ke tempat untuk mencuci piring.


"Bisa?" tanya Nadira ragu melihat Juan mulai mencuci piringnya. Juan terlihat mengangguk.


"Aku udah biasa bantuin mamah nyuci piring di rumah, kak." jawabnya sekaligus menjelaskan.


Nadira berdiri disamping Juan sambil melihat Juan mencuci piring. Sebenarnya masih ada pembantu yang bisa mencuci piringnya, tapi pembantu itu mungkin sekarang sudah tidur.


Juan mengetahui sedikit tentang kebiasaan Nadira, wanita itu akan melakukan apapun sendiri di malam hari. Termasuk membuat makanan dan mencuci piring. Nadira tidak suka merepotkan pembantu malam-malam.


"Terus siapa yang bantuin mamah kamu nyuci piring sekarang? kamu nya kan gak di rumah?"


"Siapa kak Javier? kakak kamu?" tanya Nadira.


Juan mengangguk. "iya, kembaran kak Richo."


"Kamu punya dua kakak?" Juan mengangguk lagi. Dan obrolan mereka berjalan begitu saja. Mereka saling bercanda dan meledek disela - sela obrolan mereka yang berlangsung lama.


Berbeda dari Nadira dan Juan yang melewati waktu bersama dengan makan, bercanda dan tidur. Sepasang kekasih yang lama pacaran, menghabiskan waktu mereka diatas ranjang dengan tubuh berkeringat dan melepas hasrat.


Si pria tidak henti-hentinya mengucapkan kata cinta, sementara si wanita menerima cinta itu sambil membayangkan wajah pria lain. Atau, Juan -adik kandung kekasih wanita itu sendiri.


Sudah lama wanita itu ingin Juan menguasai tubuhnya, tapi Juan selalu saja menolaknya. Padahal wanita itu secara suka rela memberi tubuhnya pada Juan, tapi Juan terus menolak.


Si wanita bahkan pernah sampai nekat dengan memasukan obat di minuman Juan, tapi tidak berhasil. Juan berhasil pergi dari apartemen si wanita dengan dibantu oleh sahabatnya -Raka.

__ADS_1


Saat hampir mencapai pelepasan, wajah Juan yang ada di bayangan si wanita berganti jadi momen dimana Juan mencium wanita lain di kampus. Dan membuat si wanita menggeram.


"Kamu kenapa?" tanya si pria merasakan ada yang sedang mengganggu pikiran kekasihnya.


"Aku haus." mendengar itu si pria melepaskan penyatuan tubuh mereka dan meraih sesuatu yang bisa menutupi bagian bawah tubuhnya.


"Aku ambil minum sebentar." pria itu kemudian pergi. Cintanya begitu tulus meskipun caranya mencintai sang kekasih tidak dianggap benar.


Tapi, setiap orang memiliki cara sendiri untuk mencintai dan cara pria itu mencintai adalah dengan saling menghangatkan diatas ranjang.


Si wanita memposisikan dirinya untuk duduk saat melihat si pria kembali dengan membawa minuman. Tangan si wanita menahan selimut untuk menutupi tubuhnya yang tanpa busana.


"Maaf, aku ngerusak suasana." ucap di wanita berpura-pura menyesal karena sudah merusak momen bercinta mereka. "terimakasih, Richo."


Pria yang dipanggil Richo itu tersenyum dan mengusap puncak kepala kekasihnya setelah kekasihnya menerima minuman di tangannya.


"Tidak apa-apa, kita bisa melanjutkannya lain kali." ucap Richo -Jericho dengan entengnya.


Mereka memang sudah terbiasa melakukan hubungan di ranjang. Bahkan hampir setiap hari mereka melakukannya tanpa mengenal tempat. Mereka juga bisa melakukannya di mobil. Bahkan gudang yang ada di kampus.


"Kamu lagi ada masalah hm?" tanya Jericho yang sudah duduk di tempat tempur mereka.


"Aku cuma kepikiran Juan. Kenapa kamu gak minta Juan tinggal di apartemen kamu aja?"


"Kamu tahu kan aku sama Juan berantem?"


Jericho sama sekali tidak curiga kekasihnya tiba - tiba membahas Juan. Jericho berpikir bahwa kekasihnya sangat menyayangi calon adik iparnya yang sekarang hidup bersama sugar mommy. Ya, itulah kebodohan Jericho.


Cinta Jericho membuatnya mudah dibodohi.


__ADS_1


__ADS_2