Sugar Mommy

Sugar Mommy
18. Rumit


__ADS_3

"Gue bilang hati - hati sama cewek kayak kak Dira. Kenapa lo malah suka sama kak Dira?!"


"Gak usah berisik deh! emang kenapa kalau gue suka sama kak Dira?" tanya Juan sewot.


"Iya, deh. Yang lagi kepanasan ngeliat kak Dira sama bang Jef, tapi mereka emang cocok sih."


"Ka, sebenernya lo itu sahabat gue bukan sih?"


"Emang kita sahabatan ya?" balas Raka datar.


Juan mendelik. "lo ngambekan kayak cewek."


"Siapa juga yang ngambekan?" Raka dan Juan saling memberikan tatapan sengit setelahnya.


"Kalian berdua kenapa?" Nadira menghampiri meja Juan dan Raka, setelah sebelumnya dia berbincang dengan Jefri dan orang tua Jefri.


Saat Nadira tiba di tempat pesta, wanita itu langsung disambut oleh orang tua Jefri dan mereka terlibat pembicaraan sampai Nadira mengabaikan Juan yang datang bersamanya.


Nadira tidak bermaksud mengabaikan Juan, tapi orang tua Jefri terus mengajaknya bicara dan membahas banyak hal sehingga Nadira terpaksa membiarkan Juan sendirian disana.


"Duduk sini, kak." Juan menarik lembut tangan Nadira dan membuatnya duduk disampingnya.


"Habis ngomongin apa? aku lihat asik banget."


"Cuma nanyain kabar, udah lama gak ketemu."


Juan mengangguk mengerti, tangannya masih setia memegang tangan Nadira dan membuat Raka nyaris menganga melihat kelakuan Juan.


"Kaki kakak gapapa?" Nadira menganggukkan kepalanya. Raka dibuat bingung oleh interaksi keduanya, apalagi sikap Juan kelewat lembut.


Juan bukan orang yang kasar, tapi Juan juga tidak pernah bersikap selembut itu terhadap wanita sebelumnya. Ini baru pertama kalinya.

__ADS_1


Raka bersumpah Nadira wanita pertama yang Juan perlakukan dengan lembut. Sebelumnya tidak ada wanita yang diperlakukan seperti itu.


Juan terlihat santai memakan makanan yang memang disediakan untuk para tamu disana. Tanpa memperdulikan ekspresi Raka saat ini.


"Cobain ini deh, kak." Juan menyodorkan cake di depan mulut Nadira. Yang langsung Nadira lahap. Raka benar-benar menganga sekarang.


"Kalian berdua pacaran?!" tanya Raka kontan.


"Kenapa? lo cemburu gue udah punya pacar?"


"Ngapain cemburu? gue juga udah punya kali!"


"Heh!" Juan menatap tajam Raka. Karena Raka tidak cerita pada Juan sudah memiliki kekasih.


"Kalian ini kenapa sih? sus banget tahu gak?"


Pandangan Juan dan Raka kini tertuju pada Nadira. Karena komentar wanita itu barusan.


"Apa sih, kak? orang aku sukanya sama kakak juga, ck!" Juan menyahut tidak terima. Apalagi melihat ekspresi aneh yang Nadira tunjukkan.


"Aku normal, kak. Astaga." tambahnya frustasi. "kakak mau aku buktiin kalau aku normal heh?"


"Makin gak jelas aja ya obrolan kalian?" Jefri tiba - tiba menghampiri mereka dan sempat melirik tangan Nadira yang digenggam Juan.


Jefri mengikuti Nadira ketika melihat Nadira menghampiri meja Juan dan Raka, tapi ada yang mencegatnya dan mengajaknya bicara.


Alhasil, Jefri terpaksa berbincang sebentar dengan orang itu. Dan saat Jefri mendengar Juan menantang Nadira, Jefri langsung saja bergegas menghampiri mereka dan menyela.


Jefri tidak tahu apa yang akan Juan lakukan, tapi perkataan Juan membuatnya ketar-ketir.


Nadira merasa tidak nyaman melihat tatapan Jefri pada tangannya dan langsung menepis tangan Juan yang sedang menggenggamnya.

__ADS_1


Raka yang menyaksikan itu menghela nafas. Kasihan melihat Juan, tapi lebih kasihan lagi mengingat perjuangan sepupunya selama ini.


"Maaf ..." kata itu hanya terucap di dalam hati Nadira saat melihat kesedihan di wajah Juan.


"Besok jadi kan main ke rumah?" Jefri nampak sengaja menanyakan itu, tanpa peduli dengan situasi yang terjadi diantara mereka sekarang.


"Kamu udah janji sama orang tua aku loh, Ra."


Raka yang tidak memiliki urusan, Raka sendiri yang merasa tidak nyaman dengan situasinya. Karena Jefri malah bersikap kekanak-kanakan.


Raka juga kasihan melihat Nadira serba salah menanggapi perkataan Jefri. Raka tahu Nadira tidak ingin melukai perasaan siapapun disana.


Nadira terkekeh untuk menetralkan suasana. "kamu kenapa sih masih nanya? gak percaya kalau besok aku bakal main ke rumah kamu?"


"Aku cuma khawatir kamu tiba-tiba ada acara, terus gak jadi ke rumah aku." jawab Jefri jujur.


Sebelumnya, Nadira pernah berjanji bertemu Jefri. Tapi Nadira tidak datang dengan alasan ada urusan mendadak yang katanya penting.


Awalnya Jefri percaya Nadira memiliki urusan penting dan tidak mempermasalahkan hal itu. Tapi ternyata urusan yang wanita itu maksud mengurusi Juan yang bermasalah di kampus.


"Iya, nanti aku ke rumah kamu." sahut Nadira.


Sebenarnya Nadira tidak ingin membahasnya sekarang. Nadira tidak enak pada Juan. Tapi Nadira juga tidak mungkin mengabaikan Jefri karena nanti urusannya akan semakin runyam.


"Duduk sini, bang." Raka akhirnya membantu Nadira untuk mengatasi Jefri yang sikapnya mendadak kekanak-kanakan karena cemburu.


Jefri mungkin lebih dewasa dari Juan dari segi usia, tapi Juan lebih dewasa dalam mengatasi rasa cemburu. Bahkan, Juan sama sekali tidak menunjukan bahwa dirinya cemburu sekarang.


"Tumben banget lo mau datang ke acara kayak gini, bang. Biasanya lo paling males datang ke pesta kayak gini. Mending tidur di rumah kan?"


"Gue datang karena Dira juga datang, apalagi?"

__ADS_1


Sepertinya Raka sudah salah menanyakan itu.


__ADS_2