Sugar Mommy

Sugar Mommy
13. Bertemu orang aneh


__ADS_3

Juan itu tidak suka menjadi pusat perhatian. Apalagi kalau alasannya diperhatikan karena membawa mobil mewah. Mereka tidak tahu saja mobil itu hanya Juan pinjam dari Nadira.


Nadira mungkin membeli mobil untuk Juan, tapi mereka sudah sepakat kalau mobilnya hanya akan Juan pinjam sesekali. Kebetulan kemarin Nadira tidak bisa mengantar Juan ke kampus dan terpaksa Juan membawa mobil.


Juan tidak menyangka akan menghebohkan kampus hanya karena Juan membawa mobil. Bahkan kemarin sampai ada beberapa orang yang modus meminta tumpangan pada Juan.


"Kamu gak mau turun?" tanya Nadira melihat Juan masih betah di dalam mobilnya. "kamu masuk jam berapa? jangan sampe kamu telat."


"Kenapa?" tanya Nadira lagi. Juan sepertinya ragu untuk turun, Nadira tidak tahu alasannya.


"Temenin aku turun dong, kak." mendengar itu Nadira tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tertawa. Tangannya spontan mengacak-acak rambut Juan sampai membuat Juan meringis.


"Kamu kenapa sih? astaga!" Nadira memekik saking gemasnya terhadap yang lebih muda.


"Kak, ish." Nadira berhenti tertawa karenanya.


"Iya, ayo." Nadira kemudian melepaskan sabuk pengamannya dan turun lebih dulu dari mobil.


Bisa dilihat banyak orang yang kecewa ketika yang turun dari mobil bukan Juan, melainkan wanita yang mereka tahu sugar mommy Juan.


Juan juga turun dari mobil tidak lama setelah Nadira turun, dan orang - orang yang daritadi menunggu Juan terlihat bersemangat setelah melihat Juan turun dengan wajah tampannya.


"Kamu kenapa sih, hm?" Nadira mencubit pipi Juan, gemas melihat Juan tidak bersemangat.


Semua orang yang menyaksikannya seketika heboh. Jiwa iri dan dengki mereka meradang. Apalagi Juan pasrah saat pipinya Nadira cubit.


Nadira sadar orang-orang memperhatikannya sekarang, tapi Nadira tidak memperdulikan itu. Lagipula mereka semua hanya iri pada Nadira.


"Kamu gak enak badan? mau pulang lagi aja?"

__ADS_1


Kepala Juan dengan cepat menggeleng. "aku baik-baik aja, kak. Makasih ya udah anter aku."


"Iya, sana buruan masuk. Kakak mau pulang."


"Kak." Juan menahan Nadira saat Nadira akan kembali masuk ke dalam mobilnya. "maaf ..."


"Kenapa?" tanya Nadira tidak mengerti karena Juan tiba-tiba meminta maaf. "kamu ngapain?"


Nadira refleks mundur saat Juan mendekatkan wajahnya. Tapi Juan lebih dulu menarik tubuh Nadira dan membuat wanita itu tidak beranjak.


Chup


Nadira membulatkan mata kaget. Juan baru saja mencium pipinya di depan banyak orang.


"Aku masuk ya, kak. Hati-hati bawa mobilnya."


Mereka menatap Nadira seperti Nadira sudah melakukan dosa besar. Padahal Nadira hanya dicium oleh orang yang katanya menyukainya.



Pandangan Nadira terkunci pada salah satu dari mereka, pemuda berwajah tampan yang entah kenapa terlihat mengintimidasi. Nadira berusaha untuk tidak peduli. Nadira masuk ke dalam mobilnya dan langsung melesat pergi.


Nadira memutar musik untuk membuat dirinya sedikit rileks. Tangannya menyentuh dadanya sendiri, mencaritahu apa jantungnya bereaksi setelah Juan menciumnya. Tapi ternyata tidak.


"Mati beneran ternyata, kirain cuma mati suri."


Nadira menatap lurus ke depan, dan berusaha tetap fokus mengemudi. Inilah alasan Nadira tidak menerima perasaan orang, hatinya mati.


Nadira tidak bisa merasakan apapun terhadap siapapun. Nadira tidak memiliki trauma, tapi hati Nadira mati rasa entah apa penyebabnya.

__ADS_1


Nadira membiarkan Juan menempel padanya, tapi hatinya tidak merasakan apapun terhadap Juan. Hanya rasa nyaman tanpa arti apapun.


"Oh, sial." Nadira dengan cepat menginjak rem saat ada motor yang tiba-tiba saja berhenti di depan mobilnya. "siapa sih tiba-tiba berhenti?!"


Nadira keluar dari mobil untuk melihat siapa yang seenaknya berhenti di depan mobilnya. Dan ternyata orang itu orang yang sama yang Nadira lihat di kampus Juan. Pemuda tampan yang memiliki tatapan yang mengintimidasi.


"Jauhi Juan, atau lo bakalan tahu akibatnya." pemuda itu menatap Nadira dengan tatapan tajamnya. "lo gak pantes buat Juan, ngerti?!"


Nadira hanya menatap pemuda di depannya ini. Tanpa menanggapi ucapan pemuda itu.


"Sebentar, gak mungkin kan Juan disukai dua gender?!" tanya Nadira pada dirinya sendiri.


Nadira tidak merasa memiliki masalah dengan orang di depannya. Mereka baru bertemu tadi di kampus Juan, dan itu juga hanya kebetulan.


Satu-satunya alasan orang ini menghadangnya mungkin karena Juan. Nadira berpikir orang ini mungkin saja penyuka sesama jenis atau homo.


Nadira tidak bisa memikirkan hal lain karena tadi momennya memang mengarah kesana.


Orang ini berada diantara perempuan yang iri pada Nadira. Dan tatapan mereka juga sama. Besar kemungkinan dugaan Nadira itu benar.


"Inget, gue gak main - main!" saat Nadira akan menanggapi, orang itu sudah lebih dulu pergi.


"Jadi dia ngejar gue cuma buat ngomong itu?"


Nadira berdecak kesal. "dasar cowok aneh!"


Rasanya Nadira ingin menghajar pemuda itu!


__ADS_1


__ADS_2