Sugar Mommy

Sugar Mommy
29. Mulai terbongkar


__ADS_3

"Bu, kak Dira lagi pergi? di kamar kok gak ada ya?" Juan menghampiri Ibu Endah yang saat itu sedang menyiapkan makan siang di dapur.


Juan baru pulang setelah mengantarkan tugas ke kampus. Juan hanya pergi sebentar, hanya mengantarkan tugasnya dan langsung pulang.


Tapi saat pulang Juan tidak melihat Nadira di kamar atau ruangan manapun. Padahal Juan meminta Nadira untuk tetap berada di rumah.


Juan berniat mengajak Nadira pergi kesuatu tempat setelah mengantarkan tugasnya, tapi sekarang Nadira menghilang entah kemana.


"Apa ada yang jemput kak Dira? soalnya mobil kak Dira ada di depan, tapi orangnya gak ada."


Ibu Endah tersenyum melihat Juan ketar - ketir hanya karena tidak bisa menemukan Nadira di kamar. Padahal sekarang Nadira sedang tidur.


Ibu Endah ingin memberitahu Juan saat Juan pulang, tapi Juan terburu-buru pergi ke kamar. Dan Ibu Endah tidak sempat memberitahunya.


"Nona Dira tidak pergi kemana-mana dan tidak ada yang menjemput nona Dira. Mungkin nona Dira tidur di kamar lain, tuan." jawab Ibu Endah.


Nadira tipe orang yang bisa tidur dimana saja, bahkan tidak jarang Ibu Endah melihat Nadira tidur di ruang televisi saat pagi-pagi Ibu Endah datang. Tapi semenjak ada Juan, Nadira tidak tidur sembarangan lagi dan tidur di kamarnya.


"Tidur di kamar lain?" Ibu Endah mengangguk.


"Coba tuan cek di kamar tuan, mungkin nona Dira sekarang tidur disana." saran Ibu Endah.


"Oh, baiklah." Juan kembali ke lantai atas dan mencari Nadira di kamarnya. Atau tepatnya di kamar yang seharusnya menjadi kamar Juan.

__ADS_1



Ternyata Ibu Endah benar, Nadira sedang tidur di kamar itu. Juan pikir Nadira pergi bersama Jefri dan tidak membawa mobilnya, syukurlah Nadira tidak pergi kemana-mana dan tertidur.


Juan menutup kembali pintu kamar itu. Hanya ingin memastikan Nadira benar-benar berada di rumah, dan tidak sedang pergi keluar. Juan kemudian kembali ke dapur untuk minum air.


"Kenapa kak Dira tidur disana ya?" tanya Juan pada dirinya sendiri. Berpikir apakah ada yang salah darinya sampai Nadira tidur di kamar itu.


"Mungkin nona Dira merindukan adiknya." Ibu Endah menyahut, mendengar perkataan Juan.


Juan berbalik menatap Ibu Endah yang masih sibuk dengan urusan dapur. "adik?" ulangnya.


"Iya. Kamar yang tuan tempati dulunya kamar tuan Raihan, adik kandung nona Dira. Mungkin nona Dira merindukan tuan Raihan, makanya sekarang tidur di kamar tuan." jelas Ibu Endah.


"Kak Dira punya adik?" tanya Juan penasaran. Karena sampai saat ini Nadira masih tertutup tentang keluarganya. Ibu Endah mengangguk.


Juan semakin dibuat penasaran oleh keluarga Nadira, yang sepertinya sengaja ditutup-tutupi. Bahkan foto keluarga Nadira saja tidak terlihat disudut manapun di rumah besar milik Nadira.


"Memangnya orang tua kak Dira kemana, bu?"


"Orang tua nona Dira sudah lama meninggal." Juan semakin terkejut, ternyata wanita yang dicintai Juan sudah tidak memiliki orang tua.


Ibu Endah sudah sering menceritakan tentang Nadira, tapi baru sekarang bercerita mengenai keluarga Nadira. Juan tidak menyangka kalau Nadira sudah kehilangan semua keluarganya.

__ADS_1


Ibu Endah mengatakan Raihan satu - satunya keluarga Nadira dan Raihan sudah meninggal, berarti Nadira sudah tidak memiliki siapapun bukan? Nadira sudah kehilangan keluarganya.


"Makan siang sudah hampir siap, bisa tolong tuan bangunkan nona Dira?" pinta Ibu Endah sopan sekaligus mengakhiri obrolan mereka.


Ibu Endah tidak ingin obrolan mereka semakin jauh. Akan lebih baik kalau Nadira sendiri yang menceritakan tentang keluarganya pada Juan.


"Baik, bu." Juan yang memang pada dasarnya orang yang pengertian, tidak terlalu menuntut Ibu Endah untuk menceritakan semuanya dan pergi ke kamar dimana Nadira sedang tertidur.


Setidaknya, Juan tahu sedikit tentang keluarga Nadira. Dan mungkin alasan Nadira tiba - tiba menangis kemarin karena merindukan Raihan.


Juan membuka pintu dengan sangat hati-hati, padahal Juan kesana untuk membangunkan Nadira. Tapi Juan bahkan tidak berani untuk mengeluarkan suara ketika memasuki kamar.


Juan mengamati kamar yang katanya kamar Raihan. Dan Juan masih belum menemukan foto keluarga disana. Mungkin karena Nadira tidak ingin terus mengingat hal menyedihkan.


"Kamu udah pulang?" suara itu membuat Juan sedikit terperanjat. Meskipun sudah hati - hati dan berusaha tidak bersuara, ternyata Nadira tetap saja terbangun. "maaf, kakak ketiduran."


Juan tersenyum dan mendekati wanita yang terduduk diatas ranjang itu. "kakak tidur lagi nanti, sekarang waktunya kita makan siang."


"Gak jadi pergi?" tanya Nadira masih setengah mengantuk. Bahkan matanya hampir tertutup.


Juan menggelengkan kepala melihat Nadira tidak henti-hentinya mengerjapkan matanya supaya tidak tertutup. "kakak ngantuk, huh?"


"Hm." Nadira hampir terjatuh, kalau Juan tidak bergerak cepat menahan tubuhnya. Beruntung Juan menahan tubuhnya supaya tidak terjatuh.

__ADS_1


"Kakak ngantuk atau mabuk sih?" cibir Juan. Jantung Juan hampir copot Nadira tiba-tiba tertidur seperti itu. "hampir aja kakak jatuh."


Tidak ada gunanya Juan mengomel, karena Nadira benar-benar kembali tidur setelahnya.


__ADS_2