
"Kalau udah waktunya pulang langsung telpon kakak, nanti kakak jemput kamu." ucap Nadira sebelum Juan keluar dari mobil. Nadira sudah seperti seorang ibu yang menasehati anaknya.
"Iya. Tapi aku kan gak punya nomer kak Dira."
"Mana handphone kamu." Juan memberikan ponselnya pada Nadira, dan Nadira langsung memasukan nomer ponselnya di ponsel Juan.
"Ada pulsanya kan?" tanya Nadira memastikan Juan tidak akan kesulitan untuk menelponnya.
"Aku keliatan miskin banget ya?" kekeh Juan.
"Kakak cuma memastikan kamu gak kesulitan nelpon kakak." Koreksi Nadira. "Ada pulsanya gak? kalau gak ada nanti kakak isiin pulsanya."
"Ada, kak. Gak banyak, tapi bisa buat nelpon."
"Yaudah, sebentar lagi kelas kamu mulai kan? sana masuk! jangan lupa nanti telpon kakak."
"Iya, kak. Kakak juga hati-hati bawa mobilnya."
"Sebentar!" Nadira menahan Juan yang akan keluar dari mobil. Dirapihkannya rambut Juan yang sedikit berantakan. "udah, sana masuk."
Juan akan keluar mobil, tapi Nadira kembali menahannya. "eh, kamu gak bawa uang kan?"
Tanpa menunggu jawaban, Nadira memberi beberapa lembar uang tepat ditangan Juan.
"Inget, kalo ada apa-apa telpon kakak. Jangan pernah minta tolong sama orang gak dikenal."
"Aku cuma mau kuliah loh, kak." ucap Juan mengingatkan supaya yang lebih tua tidak khawatir. "uang ini kebanyakan buat aku."
"Gapapa, jaga-jaga barangkali kamu butuh."
"Yaudah, makasih. Aku masuk dulu ya, kak."
"Eh, tunggu!" lagi - lagi Nadira menahan Juan. "menurut kamu, mending mobil atau motor?"
"Huh?" Juan tidak mengerti, tapi kalau tidak cepat dijawab Juan akan terlambat. "mobil."
__ADS_1
"Oke, sip. Kamu udah boleh pergi sekarang."
Juan akhirnya membawa tasnya keluar dari mobil Nadira. Juan sebenarnya masih ingin melihat Nadira yang mendadak bawel, tapi kelasnya akan dimulai beberapa menit lagi.
Juan bergegas pergi ke kelas setelah melihat mobil Nadira pergi dari kampusnya. "semoga gak telat masuk kelas." gumamnya dalam hati dan berlari secepat mungkin menuju kelasnya.
Demi mendengarkan nasehat dari wanita yang disukainya, Juan sampai rela berlari ke kelasnya. Maklum, ini pertama kalinya Juan menyukai seorang wanita selama hidupnya.
Juan tidak fokus mengikuti kelas, terbayang Nadira yang siang ini bawel. Tapi untungnya dosen tidak sampai menyadari itu, sehingga tidak ada drama Juan dimarahi oleh dosen.
"Cie, yang sekarang punya sugar mommy."
Juan menatap teman seangkatan tapi beda jurusan dengan wajah bingung. Kelas Juan sudah selesai dan sekarang Juan berada di depan kampus, menunggu dijemput Nadira.
"Gimana? enak gak ngelayanin tante-tante?"
"Maksud lo apa?" tanya Juan tidak mengerti.
"Tante-tantenya cantik, pantes Juan suka."
"Pas dimasukin kendor gak?" Juan semakin tidak mengerti dengan pembahasan teman yang tidak bisa disebut teman, mereka hanya kebetulan saja seangkatan tapi tidak dekat.
"Kendor lah, Juan pasti bukan yang pertama masukin si tante. Sebelumnya pasti ada yang lain. Maklum aja kan si tante banyak duitnya."
"Sebenernya kalian ngomongin apaan sih?"
"Jangan pura-pura gak ngerti deh! lo kan yang diposting sama Cakra? gak heran, kakak lo aja sering gonti-ganti cewek. Apalagi kak Javier."
"Makin ngawur omongan kalian." kesal Juan.
Tanpa Juan ketahui, topik tentang Juan dan sugar mommy sedang hangat dibicarakan di kampus. Dan Cakra yang menjadi dalangnya.
Cakra sengaja mengambil gambar dengan angle yang membuat orang membenarkan opininya, lalu menyebarkannya di sosmed.
__ADS_1
Cakra lumayan populer, tentu postingannya akan cepat menyebar. Begitu juga dengan postingan tentang Juan dan tante - tante.
"Tadi siang lo dianter sama sugar mommy kan? mana dikasih uang banyak banget."
Oke, sekarang Juan paham tante - tante yang sedang dibicarakan oleh kedua anak teknik ini.
"Sugar mommy itu apa sih? gue gak ngerti!"
Kedua orang itu tertawa mengejek. "Jangan pura-pura polos, lo pasti ngerti maksud gue!"
"Gue bener-bener gak ngerti omongan kalian."
Kedua orang itu kembali mentertawakan Juan. Yang menurut mereka hanya pura-pura polos. Tidak lama ada mobil datang dan membuat perhatian mereka teralihkan pada mobil itu.
"Bukannya ini mobil sugar mommy Juan?" bisik salah satu anak teknik yang barusan membicarakan hal tidak pantas tentang Nadira. "heh?! tapi kok tante - tantenya ..."
Felix dan Sam, anak teknik yang satu angkatan dengan Juan melihat Nadira dan tante-tante di ponsel Felix secara bergantian. Pasti Cakra salah informasi, tante-tante masa seperti ini?!
Di foto itu wajah Nadira memang tidak terlihat jelas, hanya menunjukkan siluet wanita. Tapi Felix dan Sam tidak menyangka wanita yang merupakan sugar mommy Juan masih muda.
"Kalau ini sih namanya bukan tante - tante."
"Imut banget, anjir. Pantes aja Juan suka."
"Juan, ayo pulang." Juan menatap Felix dan Sam sebentar sebelum menghampiri Nadira yang berada tidak jauh dari tempat mereka.
"Kita nyari makanan dulu ya, kak? aku lapar."
Tanpa menunggu persetujuan, Juan menarik tangan Nadira. Juan tidak ingin Nadira sampai mendengar perkataan buruk dari temannya.
Juan masih tidak mengerti maksud Felix dan Sam barusan, tapi Juan tahu kalau itu bukan hal baik dan akan meyakiti perasaan Nadira.
__ADS_1