Sugar Mommy

Sugar Mommy
11. Kondom meresahkan


__ADS_3

"Kamu punya sim kan?" tanya Nadira was-was.


Mereka berada di mobil dengan Juan sebagai supirnya. Nadira ngeri melihat Juan menyalip kesana kemari, dan takut mereka kecelakaan.


"Seharusnya kakak nanya itu sebelum ngijinin aku bawa mobil." ucap Juan yang sama sekali tidak membantu. Nadira semakin was - was.


Juan terkekeh. "rileks, kak. Aku punya sim."


"Syukurlah, kakak gak mau disalahin gara-gara biarin anak dibawah umur nyetir." seru Nadira.


"Heh! menurut undang - undang negara, aku udah legal. Cuma lebih muda dari kakak aja."


Nadira tidak menanggapi, dan itu membuat Juan merasa Nadira tidak mempercayainya.


"Kakak gak percaya? perlu aku tunjukin KTP?"


"Paling nanti polisi yang mau lihat KTP kamu."


"Hehe, maaf." Juan memelankan laju mobilnya.


"Kakak mau aku anterin ke cafe ambil mobil?"


"Gak perlu. Langsung pulang aja. Tapi mampir dulu ke minimarket. Kakak mau beli cemilan."


Juan menepikan mobilnya di minimarket dan mengikuti Nadira keluar dari mobil. "gapapa kan aku ikut? biar kakak gak keliatan jomblo."


"Malah kalau sama kamu kakak keliatan kayak tante - tante yang pacaran sama berondong."


"Kakak gak keliatan kayak tante - tante kok."


"Terus apa? nenek-nenek?" Nadira dan Juan berbicara santai. Mereka daritadi bercanda.

__ADS_1


Setelah dari cafe, tidak ada drama yang terjadi diantara Nadira dan Juan. Mereka bahkan bisa bercanda dan tertawa sekarang. Karena Juan tidak ingin mereka bertengkar karena hal kecil.


Cemburu itu wajar, tapi tidak perlu membuat kita menjadi kurang ajar. Itulah prinsip Juan.


Cemburu, marah dan bertengkar adalah fase yang tidak ingin Juan lewati. Lagipula, Juan sadar kalau posisinya hanya sebagai orang yang menyukai. Bukan orang yang disukai.


"Baju kakak jangan ditarik-tarik." Juan suka sekali menarik-narik lengan hoodie Nadira.


Bayangkan saja bagaimana risihnya Nadira saat mengambil makanan di rak, tapi Juan malah menarik-narik lengan hoodie Nadira.


"Hehe, maaf. Aku cuma takut kakak hilang."


"Yang anak kecil itu kamu, Juan." kesal Nadira.


"Tapi yang badannya kecil kakak." sahut Juan.


Nadira memilih untuk tidak menanggapi Juan. Bisa-bisa acara membeli cemilan Nadira lama kalau menanggapi Juan dan mereka berdebat.


"Kakak mau makan semuanya? emang bisa?"


"Ya kan ada kamu yang bantu kakak habisin."


Juan akhirnya diam. Tapi saat tanpa sengaja melihat sesuatu yang menarik, Juan kembali menarik-narik lengan hoodie Nadira. "Kakak tahu ini apaan?" tanyanya menunjuk sesuatu.


Nadira melihat apa yang Juan tunjuk, bahkan sekarang Juan memegang sesuatu itu. "heh! jangan dipegang, Juan. Bukan buat anak kecil."


Juan memasang wajah bingung. "tapi kakakku punya loh di rumah, kak. Ada banyak, aku jadi penasaran ini apa? permen karet atau apa ya?"


"Kamu bisa tanya ke kakak kamu nanti, oke? sekarang simpen!" Nadira merebut sesuatu dari tangan Juan dan menyimpannya kembali.


Nadira sial karena Juan memegang ****** dan dengan polosnya menanyakan apa itu di depan banyak orang. Nadira menarik tangan Juan menuju kasir supaya mereka bisa cepat pergi dari minimarket itu karena merasa malu.

__ADS_1


Nadira tidak tahu apa itu ******, yang Nadira tahu hanya sesuatu yang dipakai pria dewasa untuk pengaman. Hanya itu yang Nadira tahu.


Nadira tidak mengerti aman yang dimaksud, tapi itu yang orang-orang katakan. Katanya untuk mencegah wanita supaya tidak hamil, dan Nadira tidak mengerti apa hubungannya.


Nadira malu karena Juan menanyakan barang yang dipakai pria padanya. Dan mungkin orang lain akan berpikir bahwa mereka berdua aneh.


"Kakak kenapa? kalau gak mau jawab gapapa kok. Aku gak maksa." ucap Juan karena jujur saja Juan tidak mengerti kenapa Nadira diam setelah Juan bertanya hal yang membuatnya penasaran. Bahkan sampai mereka di mobil.


"Juan, kakak gak tahu tadi apa." jawab Nadira.


"Ya, kan kakak bisa langsung bilang gak tahu."


Nadira menggaruk tengkuknya. "ya bener sih. Lagian, kenapa kamu nanya ke kakak? itu tuh buat cowok, Juan. Kakak mana tahu itu apa."


"Buat cowok ya? tapi kenapa aku gak tahu?"


"Kakak udah bilang, itu bukan buat anak kecil."


"Tapi kakak aku punya itu dari SMA, kak Dira."


"Terus kenapa kamu mau tahu itu apaan? mau punya juga huh?" tanya Nadira tidak habis pikir mendengar perkataan Juan tentang kakaknya.


"Hehe." Nadira curiga melihat senyuman Juan. "tapi sekarang aku udah punya kok. Tadi beli."


"Kapan?" tanya Nadira. Dugaan Nadira benar, ada yang tidak beres dengan senyuman Juan.


"Kakak bilang kalau aku mau sesuatu masukin aja ke keranjang kan? tadi udah aku masukin yang aku mau ke keranjang kakak." jelas Juan.


Hah?!


__ADS_1


__ADS_2