Sugar Mommy

Sugar Mommy
20. Juan pingsan


__ADS_3

Juan tidak tahu kalau meminum alkohol bisa berdampak buruk pada tubuhnya. Juan bukan hanya merasa pusing, tapi kulitnya juga gatal.


Juan mengajak Nadira pulang karena merasa kondisi tubuhnya tidak bisa diajak kerja sama dan itu akan menyulitkannya membela Nadira.


Juan berniat melerai dengan mengajak Nadira meninggalkan tempat itu, tapi tiba-tiba Jericho menarik tangannya dan membuatnya terjatuh.



Nadira marah melihat Juan terjatuh gara-gara Jericho. Nadira menatap Jericho seolah - olah Nadira ingin menghabisi Jericho saat itu juga.


Jericho tidak sengaja membuat Juan terjatuh, tapi Nadira menanggapi serius hal itu sampai membuat suasana disana begitu mencekam.


Suara bisik-bisik sudah daritadi terdengar dan tidak sedikit yang terpengaruh oleh perkataan Kirana. Nadira tidak peduli kalau orang-orang berpikiran buruk tentangnya, yang wanita itu perdulikan sekarang hanya Juan yang terjatuh.


"Apa yang kamu lakukan, hah?!" bentak Nadira.


Nadira berjalan cepat mendekati Jericho dan memukul wajahnya sebagai balasan karena sudah membuat Juan terjatuh. Nadira bukan orang jahat, tapi dia tidak cukup baik untuk membiarkan orang mengusik ketenangannya.


"Kamu tidak lihat keadaan adikmu sekarang?!"


Nadira mengerti Jericho ingin Juan menjauh darinya. Tapi tidak seperti ini caranya. Karena saat ini Juan sedang dalam pengaruh alkohol.


"Kamu boleh membenci saya, tapi saya tidak akan tinggal diam kalau kamu melukai Juan."


Nadira mendorong Jericho dan membuatnya terhuyung ke belakang. "belum cukup kamu berusaha membunuh dan mencelakai saya?! sekarang kamu mau melukai adik kamu hah?"


Semua orang kembali heboh. Anehnya, wanita yang diketahui mamah Juan hanya diam saja. Bahkan saat Juan terjatuh pun wanita itu tidak bergerak sama sekali dari tempatnya saat ini.

__ADS_1


"Jangan asal ngomong! kapan gue berusaha ngebunuh lo?!" Jericho menyangkalnya. "gue gak sengaja bikin Juan jatuh. Dan lo sengaja ngarang cerita biar gue keliatan buruk, gitu?"


Nadira tertawa. Atau lebih tepatnya wanita itu mentertawakan perkataan Jericho. "yang suka mengarang cerita itu pacar kamu, bukan saya."


"Tutup mulut lo-"


"Kamu yang harusnya menutup mulut! karena tidak ada yang mengijinkanmu untuk bicara!"


Nadira menyela Kirana. Karena sudah muak mendengar suaranya. Apalagi Kirana selalu mengatakan hal-hal yang memancing emosi.


"Lo-"


"Apa? kamu pikir selama ini saya diam karena takut?" Nadira tersenyum meremehkan. "sama sekali tidak! saya tidak pernah takut padamu!"


Kirana tidak menyangka kalimat itu keluar dari mulut Nadira. Apalagi tatapan Nadira saat ini juga melukai harga dirinya yang kelewat tinggi.


"Saya dididik dengan sangat keras selama ini, saya diam bukan karena takut, tapi saya harus berhati - hati supaya tidak melukai orang lain."


Kirana terlihat mencari sesuatu. Dan kemudian mengambil botol dari meja. "yakin gak takut?!"


Nadira menggeleng. Tidak menyangka Kirana sampai segila itu hanya karena terobsesi oleh Juan. Padahal Kirana sudah memiliki Jericho.


"Kamu ingin membunuh saya di depan banyak orang? kamu tidak takut masuk penjara, eoh?"


"Gue cuma mau ngebuktiin omongan lo tadi."


Nadira masih bisa bersikap tenang. Dan hal itu yang semakin membuat Kirana ingin memukul Nadira dengan botol di tangannya. Kirana tidak peduli meski nanti dirinya akan masuk penjara.

__ADS_1


"Kak Dira ..." Nadira menoleh mendengar Juan memanggilnya. Juan terlihat bersusah payah untuk berdiri, tapi pemuda itu kembali terjatuh.


"Jangan bilang sekarang lo takut." ucap Kirana membuat Nadira kembali menatap kearahnya.


"Tangan kamu yang gemetaran, kenapa saya yang takut heh?" sahut Nadira melihat tangan Kirana yang gemetaran memegang botol kaca.


Kirana sudah tidak ingin berbasa - basi, wanita itu langsung menyerang Nadira menggunakan botol kaca. Tapi Nadira cepat menghindarinya.


Semua histeris melihat pecahan kaca di lantai. Kirana baru saja melempar botol karena kesal Nadira berhasil menghindari serangan darinya.


"Lo harus mati! lo gak pantes hidup di dunia!"


"Kak Dira!" Juan berteriak saat melihat Kirana mendorong Nadira sampai dahinya terbentur meja. Juan mengumpat, tubuhnya tidak bisa diajak kerja sama. Kepalanya sangat pusing.


Juan hanya meminum segelas wine, tapi Juan sudah seperti orang yang sekarat. Juan tidak mengerti, padahal kakaknya peminum alkohol.


Juan melihat dahi Nadira berdarah, sebelum akhirnya Juan kehilangan kesadarannya dan pingsan. Juan tidak sempat menolong Nadira.


Semua orang yang tadi membicarakan Nadira bingung, sebenarnya apa yang sedang mereka lihat sekarang. Siapa yang jahat sebenarnya?!


Kirana berbicara seolah Nadira memanfaatkan kepolosan Juan. Tapi sekarang Kirana berniat membunuh Nadira, tanpa diketahui alasannya.


"Juan!" Rosa -mamah Juan menghampiri sang anak yang sekarang sudah tidak sadarkan diri.


Nadira berniat menghampiri Juan karena tahu Juan pingsan, tapi tangannya lebih dulu ditarik oleh Kirana. "urusan kita belum selesai, sialan."


"Kalau begitu, ayo kita selesaikan sekarang."

__ADS_1


Mungkin, Kirana dan Nadira akan saling pukul kalau saja tidak ada yang menengahi mereka. Beruntung beberapa tamu pria turun tangan dan menahan mereka yang akan saling pukul.


Kebetulan Raka dan Jefri memang sedang ada urusan. Kalau Raka dan Jefri disana, mungkin daritadi mereka memisahkan kedua wanita itu.


__ADS_2