Sugar Mommy

Sugar Mommy
17. Hampir bertengkar


__ADS_3


"Hati - hati, kak." Juan menahan tubuh Nadira yang hampir saja terjatuh. Semenjak kejadian waktu itu, Juan benar - benar menjaga Nadira.


Nadira hampir terjatuh karena memakai heels saja Juan sampai panik. "aku kan udah bilang gak usah pake heels, kakak ngeyel banget sih!"


"Ya masa kakak dateng ke pesta orang pake sneakers?" Nadira tidak terima diomeli Juan.


"Gapapa lah, kak. Daripada nanti kakak luka?"


"Jangan mulai deh. Kamu berlebihan, Juan."


"Huft. Aku gandeng sini, biar kakak gak jatuh."


"Bilang aja kalau kamu mau gandeng kakak."


Juan tidak menggubris. Juan menggandeng tangan Nadira memasuki hotel dimana pesta diadakan -pesta ulang tahun papahnya Raka.


"Kamu gak malu ya kesini sama tante - tante?"



Langkah Juan dan Nadira terhenti saat Kirana tiba - tiba saja berdiri di hadapan mereka. Juan menoleh pada Nadira dan tangannya langsung beralih menggenggam erat tangan wanita itu.


"Gak usah dengerin dia, kak. Ayo, kita masuk."


"Kamu bakal ngancurin pesta ini kalau nekat masuk bareng dia." Kirana menunjuk Nadira.


Nadira tersenyum, namun senyuman itu tentu bukan hal baik. "kenapa? kamu berharap Juan masuk bareng kamu gitu? jangan mimpi deh!"


"Kak ..." Juan menggeleng. Meminta Nadira supaya tidak meladeni Kirana. "ayo, masuk."


"Sebentar, kakak perlu ngomong sama dia."


"Kak Dira, ayolah." Nadira mengabaikan Juan.


"Kamu gak capek ngejar - ngejar Juan? kamu cantik, kamu punya seseorang yang sayang sama kamu sampe dia rela ngelakuin apapun buat kamu. Apa itu belum cukup buat kamu?"


"Cewek lain susah loh nyari orang yang tulus, sementara kamu? kamu udah dapet orang yang tulus itu, tapi masih ngejar cowok lain."

__ADS_1


"Gak usah ikut campur-"


"Tentu saja saya gak bakal ikut campur kalau kamu gak berusaha buat ngerebut milik saya."


"A-apa?! lo ngomong apa? ngerebut milik lo?!"


"Ya, Juan milik saya. Jadi bisa kamu berhenti?"


"Sejak awal Juan milik gue, lo itu gak pantes-"


"Kenapa gak pantes huh? karena kamu lebih cantik dan lebih muda, kamu ngerasa kalau semua cowok di dunia sukanya sama kamu?"


"Kamu ngerasa dunia milik kamu cuma karena kamu cantik dan muda?" tanya Nadira tenang.


"Kamu bersikap seolah kamu gak akan pernah tua dengan merendahkan yang lebih tua, eoh?"


"Udah ya, kak? ayo." Juan akhirnya menarik paksa Nadira untuk masuk ke dalam hotel.


Tapi baru beberapa langkah mereka berjalan, Nadira menahan langkahnya. Dan membuat Juan ikut - ikutan menghentikan langkahnya.


"Kakak belum selesai, Juan." protes Nadira.


"Kakak nurut, oke? kak Ana itu bahaya, kak."


"Tapi aku takut, kak. Aku takut nanti kak Ana nyelakain kakak lagi. Jadi tolong kakak nurut."


"Hm." Nadira hanya bergumam. "andai kamu tahu kalau yang mau nabrak kakak waktu itu kakak kamu. Ya, meskipun dia disuruh Ana."


"Lagian, kenapa kakak bilang sama kak Ana kalau aku milik kakak? sengaja mau mancing emosi kak Ana?" ucap Juan tidak habis pikir.


"Kakak gak suka aja denger Ana ngomong. Apalagi tadi Ana nyebut kakak tante - tante."


"Kan kata aku juga gak usah didengerin, kak."


"Telinga kakak dua - duanya masih berfungsi dengan baik. Gimana kakak bisa gak denger?"


"Kakak cukup dengerin kata - kata aku, bisa?"


"Dih?!" Nadira melipat tangan di depan dada. "kenapa kakak harus denger kata kamu huh?"

__ADS_1


"Kita pulang aja, ayo." putus Juan mulai lelah berhadapan dengan Nadira yang keras kepala.


"Kamu malu datang sama tante - tante?" Juan mengacak rambutnya frustasi mendengarnya.


"Kak Dira gak denger aku ngomong apa tadi?"


"Kamu pulang aja, kakak bisa sendirian kok."


"Bukan gituh maksud aku, kak. Aku gak malu datang sama kakak." ucap Juan mengkoreksi.


"Sana pulang. Nanti kakak pulang naik taksi."


Juan menarik Nadira ke dalam pelukannya saat Nadira berniat menghadiri pesta ulang tahun papah Raka sendiri. "aku minta maaf."


"Aku gak malu datang sama kakak. Aku cuma takut nanti kakak bermasalah sama kak Ana, makanya aku ngajak kakak pulang. Cuma itu."


Nadira melingkarkan tangan di pinggang Juan, tanpa berniat menanggapi perkataan pemuda itu. Karena suasana hatinya sedang tidak baik.


"Kakak tersinggung sama perkataan kak Ana?"


"Menurut kamu?" tanya Nadira membalikkan.


"Datang bulan kakak masih belum selesai ya?"


"Kenapa?" Nadira melepaskan diri dari Juan. "kamu mau bilang kakak sensitif gara - gara datang bulan? orang dia yang nyebelin kok!"


Juan terkekeh. Tidak tahan melihat Nadira yang terlihat menggemaskan saat berbicara.


"Pulang aja yuk, kak. Kita cunddle di rumah."


"Nyari pacar sana, biar cunddle sama pacar."


"Kakak aja jadi pacar aku gimana? kita udah sering cunddle, pacarannya aja yang belum."


"Gak dulu, kamu masih kecil." tolak Nadira.


"Jadi kakak mau nunggu aku besar dulu nih?"


"Gak! pacaran sama yang masih muda sana!"

__ADS_1


"Tapi aku sukanya sama kakak. Yang masih muda sekarang kayak tante - tante, mending pacaran sama tante - tantenya aja sekalian."


"JUAN!" Juan tertawa terbahak-bahak melihat wajah marah Nadira. Karena memang wajah marah Nadira terlihat begitu lucu dimata Juan.


__ADS_2