Sugar Mommy

Sugar Mommy
12. Kpop maraton


__ADS_3

Anak kecil dengan rasa penasarannya, kalimat yang tepat untuk Juan yang ingin tahu benda yang katanya dimiliki oleh kakaknya dari SMA.


Juan benar-benar memasukkan benda itu ke keranjang belanjaan mereka tanpa diketahui Nadira. Tapi berkat itu rasa penasaran Juan hilang, dan diganti dengan perasaan kecewa.


Juan tidak mengerti kenapa kakaknya sering sekali membeli benda yang isinya aneh. Ya, Juan sudah melihat apa yang ada di dalam kemasan benda itu dan ternyata isinya aneh.


"Kak, ini apaan kok kayak gini sih?" itu reaksi Juan ketika melihat benda itu untuk pertama kalinya. "kenapa aneh banget bentukannya?"


"Kakak bilang juga itu bukan buat anak kecil."


"Aku bukan anak kecil, kak. Aku udah gede."


"Kamu itu cuma badan aja yang gede, Juan."


"Yaudah iyah, aku anak kecil. Badan aku aja yang gede." Juan kembali menatap benda asing di tangannya. "ini aku buang gapapa?"


"Iya, buang ke tempat sampah yang disana. Sekalian cuci tangan kamu." jawab Nadira.


Juan membuang benda itu ke tempat sampah yang terletak di kamar. Juan membukanya di kamar, ditemani Nadira yang juga penasaran.


Tidak perlu heran. Juan dan Nadira ini sedikit unik. Juan yang masih polos dan Nadira yang hanya memikirkan cara untuk mendapat uang.


Mereka tidak paham kalau benda itu berguna untuk mereka saling memuaskan tanpa harus memikirkan dampak yang terjadi ke depannya.


Juan dan Nadira hanya tahu benda di dalam kemasan itu aneh. Tidak sempat memikirkan untuk apa itu karena bentuknya tidak menarik.


Setelah rasa penasaran Juan terpenuhi, Juan dan Nadira memutuskan untuk makan snack sambil Juan menemani Nadira kpop maraton.


Juan terus menempel pada Nadira. Kepalanya bersandar di bahu Nadira dengan tangan yang menggenggam tangan wanita itu. Dan Nadira mulai terbiasa dengan perlakuan pemuda itu.

__ADS_1


"Juan, kakak ke bawah sebentar ambil minum."


"Hm." Juan melepaskan genggamannya pada tangan Nadira, dan membiarkan Nadira pergi.



Nadira tersenyum saat kembali ke kamar dan melihat Juan fokus menatap layar laptopnya dengan mulutnya yang mengunyah makanan.


"Ini minuman buat kamu." Nadira memberikan kaleng berisi minuman pada Juan dan kembali duduk setelah Juan menerimanya. "kamu gak tidur? emangnya besok gaada jadwal kuliah?"


"Besok aku ada kelas pagi, tapi mau nemenin kakak dulu sampe kakak selesai." jawab Juan.


Masalahnya, Nadira tidak tahu kapan selesai. Nadira bisa saja kpop maraton sampai pagi.


"Kakak gak perlu ditemenin, mendingan kamu tidur. Takutnya nanti besok kamu kesiangan."


"Jangan salahin kakak kalau kamu kesiangan."


"Iya." Juan kembali menyandarkan kepalanya di bahu sempit Nadira. "besok kakak ke cafe?"


"Besok siang kakak ke kantor papahnya Raka, mungkin gak ke cafe dulu." Juan mengangguk mengerti sambil memakan keripik kentangnya.


"Kakak beneran punya saham di kantor Raka?"


"Iya. Cuma sedikit." Nadira melihat minuman kaleng milik Juan yang terlihat enak baginya.


"Kakak mau ini?" tanya Juan menyadari Nadira melihat minuman kaleng di tangannya. "mau nyoba? tapi ini udah aku minum setengahnya."


"Gapapa, kakak nyoba sedikit. Males kalau turun lagi." Juan memberikan minuman itu.

__ADS_1


Tadi Nadira hanya asal mengambil minuman dan membawa dua minuman yang berbeda. Melihat Juan meminumnya, Nadira berpikir minuman Juan enak dan ingin mencobanya.


"Ini minuman soda?" Nadira berekspresi aneh setelah meminum minuman Juan. "gak enak."


Juan terkekeh melihat ekspresi lucu Nadira. "iya, itu minuman soda. Kakak gak suka soda?"


"Iya, gak suka." Nadira menyesal mencobanya.


"Padahal tadi kakak yang ambil minuman itu."


Juan ingat, Nadira yang mengambil minuman yang katanya tidak enak. Bahkan kalau ingat kembali, Juan hanya mengambil satu benda sementara belanjaan lain Nadira yang ambil.


"Kakak gak tahu kalau ini minuman bersoda."


"Yaudah, sini aku yang minum. Enak kok ini." Juan mengambil kaleng minuman di tangan Nadira, dan kembali meminumnya. Mereka tidak peduli meskipun bekas bibir mereka saling menempel pada kaleng minuman itu.


"Mobil kakak nanti gimana?" tanya Juan. Tadi Nadira tidak mengambil mobilnya yang berada di cafe. Karena memilih pulang bersama Juan.


"Nanti kakak minta karyawan kakak buat anter mobilnya kesini." jawab Nadira. Lagipula, dia memiliki banyak karyawan di cafe. Tidak perlu pusing dengan mobil itu karena ada karyawan.


Sebenarnya, Nadira tidak perlu turun tangan menggantikan karyawannya yang sakit juga masih ada banyak karyawan lain. Nadira ke cafe hanya untuk mengisi waktu luang saja.


"Besok kakak anter aku ya, aku malas bawa mobil sendiri jadi banyak yang deketin aku."


"Bagus dong banyak yang deketin kamu."


"Aku lebih suka deket sama kakak, mereka cuma bikin aku risih aja. Beda sama kakak."


__ADS_1


__ADS_2