Tak Sampai

Tak Sampai
Sebelum perceraian 5


__ADS_3

"Maafkan aku karna menyakitimu"ucapnya pelan, di lihatnya mata istrinya yang sembab kemudian di ciumnya kelopak mata itu.


"Maafkan aku karna menyakitimu lagi, maaf karna melukai hatimu" sesalnya mencium bibir istrinya "Aku mencintaimu"bisiknya di telinga istrinya. kemudian di angkatnya kepala Mirna dan menjadikan lengannya sebagai bantal untuk istrinya. setelah itu ia memeluk istrinya seakan takut kehilangan, sedang Mirna menahan diri untuk tidak menangis lagi.


Sekitar pukul 4 pagi terdengar suara keributan dari lantai bawah yang membuat Mirna terbangun dari tidur nyenyaknya, ia menyingkap selimut dan berlari keluar melihat apa yang sedang terjadi, ternyata sang pembuat onar iparnya sari sedang memarahi mbok arsi.


"Bibik bisa gak sih kalo di suruh buat apa apa itu yang cepet"teriak sari sambil berkacak pinggang, iparnya itu masih pagi pagi buta sudah membuat kributan saja pikirnya.


"kamukan tau saya orang sibuk, harusnya kamu cepet dong"teriaknya lagi, sedang mbok arsi hanya menunduk meminta maaf.


Mirna yang kasian melihat mbok arsi berlari pelan menuruni tangga, ia sangat kasihan melihat mbok arsi yang menunduk takut "Ada apa ini kak"tanyanya melihat mbok arsi hampir menangis.


"Ini ni pembantu kamu di suruh buat bekel buat Dika malah lama, gak tau apa saya buru buru mau ngambil sragam Dika yang ketinggalan tadi malam"ketusnya.


Mirna hanya diam melihat iparnya itu, di panggilnya keponakan suaminya Dika, setelah mendekat ia belai lembut kepalanya "Dika biar Tante yang buatin bekel ya, Dika mandi saja dulu"ucap Mirna pelan dan lasung di angguki Dika dan berlalu pergi. ia kasian melihat Dika yang terlihat ketakutan melihat mamanya marah marah.


"Mbok biar aku yang buatin bekelnya mbok masak saja buat sarapan"ucap Mirna yang di angguki mbok arsi dan kembali melanjutkan masakannya "kak Dika maunya bekel apa" tanya Mirna lembut.


"nasi goreng tapi telurnya telur rebus sama taruhin suiran ayam dan jangan lupa bawang gorengnya jangan terlalu banyak" jawabnya ketus dan berlalu pergi.


Dari atas tangga Rudi yang melihat kebaikan istrinya merasa bangga mempunyai istri sebaik Mirna, selain sabar dan cantik ia juga baik hati, tadi dia terbangun melihat istrinya yang terburu buru menyingkap selimut takut terjadi apa apa diapun mengikuti istrinya.

__ADS_1


Mirna yang sudah selesai memasak bekal untuk Dika dan membantu bibik membuat sarapan, kembali lagi masuk ke dalam kamar untuk melakukan kewajibannya sebagai umat muslim. saat membuka pintu dilihatnya Rudi mengenakan baju Koko lengkap sedang menunggunya.


"Sayang kamu sudah selesai memasak" tannya Rudi yang di jawab anggukan Mirna. Mirna tak bisa marah lama kepada suaminya karna dia memang bukan tipe orang pendendam "Ya sudah mandi dan ambil air wudu sana kita shalat berjamaah"perintahnya dan Mirnapun berlalu.


Selesai sholat berjamaah, Mirna di temani rudi menyusui bintang. Rudi tersenyum melihat anaknya kehausan, sesekali ia bergurau "Papa minta ya sayang, masak cuman bintang yang minum papa juga mau dong"selorohnya tertawa, Mirna yang mendengar itu memberikan cubitan kecil kepada suaminya, sedang rudi terkekeh mengengam tangan Mirna lalu menciumnya lama.


Selesai menyusui bintang Mirna menyerahkannya kepada Rudi karna ia akan menyiapkan keperluan suaminya berangkat bekerja.


"Mas sini bintangnya biar aku mandikan dulu kamu ganti baju lalu turun duluan saja buat sarapan"ucap mirna


"Iya sayang"jawab Rudi mencium gemas anaknya bergantian dengan mencium pipi istrinya dan diapun berlalu.


Di meja makan terlihat wajah kesal ipar dan mertuannya melihat Mirna menuruni tangga.


Setelah seisi rumah berangkat bekerja, Lidya dan suaminyapun berpamitan brangkat ke kebandara pagi itu juga, tinngalah Mirna sendiri di rumah. karna bosan ia menonton tv


dilihatnya filem yang menayangkan mertua dzolim terhadap menantunya. iapun menonton dengan serius filem tersebut hingga filemnya menayangkan azab sang mertua jahat hingga terpikir olehnya.


"Apa mertuaku pernah menonton filem seperti ini, kalo pernah mengapa mereka tetap saja tak menyukaiku"


"Atau memang mereka tak pernah nonton film ini sebelumnya makannya mereka masih saja tak menyukaiku"pikirnya, tak lama terdengar mbok arsi terburu buru menuruni tangga dan iapun menoleh.

__ADS_1


"kenapa mbok" tannyanya


"Ibu itu Aden sedang demam Bu"jawab mbok arsi panik. Mirna yang mendengar itu berlalu menaiki tangga melihat keadaan sang putra dan benar saja putranya panasnya tinggi, iapun panik dan lasung menghubungi suaminnya tapi tak ada jawaban. Ia merasa putus asa dan menangis sesegukan lalu beralih menghubungi adiknya Yuni sekali pangilan lasung di angkkat.


"Yun lo bisa jemput gue sekarang bintang lagi sakit, mobilku di bawa mas Rudi soalnya mobilnya di bengkel" ucap Mirna dan ia mematikan sambungan setelah Yuni menyetujui akan menjemputnya.


Setengah jam kemudian Yuni sampai dengan paniknya, ia membuka pintu mobil untuk kakak dan pembantunya untuk segera ia bawa ke rumah sakit. dalam mobil Mirna yang melihat anaknya terus menangis pun ikut menangis. hingga mereka tiba di lampu merah tak sengaja pandangannya melihat ke samping dan alangkah kecewanya ia melihat suaminya di dalam mobil bersama wanita yang ia kenal yaitu Windi.


Di remasnya ujung dres selutut bewarna biru tua berlengan panjang tersebut, Seketika airmatanya tumpah melihat sang suami bencengkrama dalam satu mobil bersama sang mantan kekasih yang ia lihat tertawa bahagia.


Ia mengepalkan tangannya "Tega sekali kamu mas"batinya, Yuni yang melihat kakaknya menangis hanya diam karna ia mengira kakanya besedih di sebabkan bintang yang sedang demam tinggi, hingga hijau menyala Yuni lansung melanjutkan perjalan menuju rumah sakit.


Sesampainya mereka di rumah sakit Mirna lansung berlari mengendong anaknya masuk, setelah mengisi formulir dan bintangpun mulai di periksa.


"Bagaimana keadaan anak saya dok"tanya Mirna pada dokter cantik yg memeriksa anaknya.


"Dia baik baik saja hanya demam biasa, saya akan meresepkan obatnya biar anak ibu bisa sehat seperti sedia kala"ucap dokter cantik itu menulis resep obat yang akan di tebus. setelah menerima resep obatnya Mirna Yuni dan mbok arsipun merasa lebih tenang.


"Mbok duluan aja sama Yuni saya mau nebus obat dulu nanti saya susul"perintah Mirna menyerahkan bintang kepada mbok arsi, Yuni dan bok arsipun berlalu menuju mobil. Mirna yang akan membalikkan badanya tak sengaja menabrak seorang dokter, karna reflek takut akan terjatuh mirnapun menarik jas sang dokter hingga tanpa sengaja dokter itu mencium pipinya .


Mirna yang terkagetpun lasung mendorong dokter itu, ia berlalu pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun di karnakan ia sangat malu. untung saja tak ada yang memperhatikan kejadian itu, iapun berjalan cepat dan mengumpat "Sial aku malu sekali" ucapnya pelan, dan semakin mempercepat langkah kakinya menuju apotik.

__ADS_1


Berbeda dengan dokter tampan yang ia tabrak, dokter itu terlihat terkejut sekaligus terpana dengan kejadian yang menimpanya. ia memegang mulutnya sambil tersenyum teringat dengan wanita cantik berbulu mata lentik yang tak sengaja ia cium pipinya itu. "Harum dan lembut "ucapnya pelan memegang dadanya yang berdegup kencang.


__ADS_2