
"Mama"teriak bocah berumur 4 tahun berlari sumringah ke arah perempuan yang sedang memangku bocah perempuan imut berumur 2 tahun seraya mengobrol ria dengan perempuan cantik yang duduk di sampingnya.
"Sayang hati hati"tegur wanita cantik itu berdiri menghampiri putranya dengan raut penuh kecemasan melihat putranya berlari kencang.
"Adik sila"panggilnya berlari tanpa menghiraukan teguran mamanya.
"Hallo Abang ganteng"ucap wanita cantik yang sedang memangku gadis kecil bernama presila Auliya Rahardian anak dari Windi dan Rudi.
"Hallo adik"ucapnya mencium pipi gembul nan imut itu.
"Bayang janyan tium tium ihhh"celoteh sila menghapus bekas ciuman bintang membuat Mirna dan Windi yang dari tadi memangku sila tertawa.
"Kok gitu sih sila"ucap bintang merajuk.
"Sila gak boleh gitu dong sayang"tegur Windi mamanya.
"Mama dak oleh ditu ilakan udah cal dak oleh ium tau"jawab sila membuat Mirna dan Windi kembali tertawa.
"Sila kamu kan adik Abang jadi harus sering Abang cium tanda sayang"ucap bintang tidak terima, sedang Mirna terus mendengarkan celotehan kakak beradik itu.
"Dak oyeh ihhh"jawab sila.
"Sila jelek"ucap bintang mengejek.
"Mamaaaa"teriak sila menangis tak terima di katakan jelek.
"Bintang sayang gak boleh gitu dong sama adik sila"tegur Mirna sedang Windi tertawa gemas melihat putrinya.
__ADS_1
"Habis sila pelit ma"adu bintang.
"Bintang sih belum mandi, bau"canda Mirna.
"Sila yang bau bukan bintang ma"ucap bintang membuat sila semakin kencang menangis.
"Sudah sudah sila, jangan nangis lagi ya sayang Abang bintang cuma bercanda"tegur Mirna agar sila berhenti menangis.
"Abang intang aaat"ucap sila menghapus ingusnya.
"Idih bisa bilang jahat rupanya kau gendut"ledek bintang tertawa.
"Mama Milna Abang aaat bilyang Endut"adu sila.
"Sudah sudah, bintang sayang masuk kamar ganti bajumu. sila sayang sini sama papa biar papa gendong"ucap Rudi menengahi.
"Papa Abang biyang ila Endut"adu sila
"Kok anteng papa bukan antik"cemberut sila
"Oh salah salah anak papakan cantik"ulang Rudi membuat sila tersenyum lebar.
"Papa bohong sila kamu gendut"ucap bintang berlari menuju kamarnya, meninggalkan sila yang kembali menangis.
"Mas, win aku bantu bintang ganti baju dulu." pamit Mirna dan berlalu setelah di angguki Windi dan Rudi.
Sesampainya di kamar Mirna membantu putra semata wayangnya mengganti pakaian sekaligus mengemasi separuh pakaian yang akan mereka bawa untuk menghadiri pesta ulang tahun yang ketiga tahun anak Yuni dan pandu.
__ADS_1
"Mama berapa hari kita di Bandung?"tanya bintang.
"Dua hari sayang"jawab Mirna memperbaiki riasan di wajahnya.
"Yah mama kok cepet sih ma"ucap bintang tidak bersemangat.
"Sayang kamu kan harus sekolah"jawab Mirna.
"Kan bisa libur ma"rengek bintang.
"Sayang bintang, kamu gak boleh terlalu lama bolos skolah kan bintang mau jadi anak pinter, bentar lagi mau masuk SD gak boleh malas."tegur Mirna
"Tapi kan bintang pengen ma lama lama sama papa, Sama nenek, Oma,opa dan saudara bintang yang lainnya"ucap bintang lesu.
"Sayang kan ada lain waktu, mama janji pas bintang libur kita di Bandung sepuasnya"janji Mirna.
"Janji ya ma"ucap bintang sumringah.
"Iya sayang"jawab Mirna tersenyum seraya membawa koper kecil berisi pakaian dan perlengkapan yang akan ia bawa kebandung.
"Mir sudah, priksa lagi apa ada yang ketinggalan"tanya Rudi mengambil koper kecil yang di bawa Mirna.
"Udah semua mas, ayo berangkat."ajak Mirna seraya mengambil sila untuk ia gendong.
"Bintang sini sama mama"ucap Windi menuntun anak sambungnya itu.
"Iya ma"jawab bintang tersenyum.
__ADS_1
Meski tinggal di tempat yang berbeda, sebisa mungkin Rudi dan Windi setiap lima hari sekali mengunjungi putranya dan Mirna untuk selalu menunjukan kasih sayangnya kepada putra kesayangannya itu. Untuk menebus rasa bersalahnya yang tak bisa selalu menemani putranya setiap hari, begitu juga dengan Windi yang selalu ikut serta mengunjungi putra sambungnya untuk menebus rasa bersalah atas dosa yang ia lakukan ia bahkan tidak membedakan kasih sayangnya terhadap sila dan bintang ia begitu menyayangi bintang seperti anak kandungnya sendiri.
Sudah dua tahun lebih Mirna menetap di Jakarta bersama putranya membuka toko kue yang sekarang cukup terkenal. begitu juga dengan kakanya Aldi yang lima bulan lalu telah menikahi gadis Soleha bernama Aisyah dan membiarkan Mirna menempati apertemenya sedang ia kini pindah ketempat hunian baru bersama istrinya.