Tak Sampai

Tak Sampai
Drama keluarga


__ADS_3

tok tok tokkk


Suara ketukan pintu kamar terdengar dari luar mengangu tidur wanita cantik yang tengah berbaring mengistirahatkan tubuh serta pikirannya yang sedang tak karuan.


"Mir buka pintunya dek ini Abang"suara Aldi terdengar dari luar kamar.


"Masuk aja bang pintunya gak di kunci"jawab Mirna dari dalam seraya merubah posisinya yang tadinya berbaring menjadi duduk bersandar dan tak lama pintu pun di buka.


"Mir ada yang mau Abang omongin"ucap Aldi setelah duduk di ranjang berhadapan dengan adiknya.


"Apa"jawab Mirna.


"Gimana kalok kamu ikut aja Abang kejakarta untuk sementara waktu"ucap Aldi tiba tiba. "Maksud Abang gini mir, setidaknya di sana kamu bisa lebih tenang"lanjutnya kemudian.


"Tapi gimana sama ibu dan bapak kalok aku ke Jakarta, apa mereka ngizinin?"tanya Mirna, karna jika di pikir pikir tak ada salahnya mencoba. setidaknya di sana dia bisa memulihkan hati dan pikirannya yang kacau setahun terakhir ini.


"Aku udah bilang mereka semua termasuk bang Suryo juga setuju"jawab Aldi


"Mmmm baiklah bang aku ikut saran kalian saja gimana baiknya"ucap Mirna akhirnya aldi yang mendengar itu merasa bahagia.


"Ya udah Abang keluar dulu kamu mandi gih udah mau waktunya makan malam"jawab Aldi mengusap kepala adiknya pelan, dia merasa sangat kasihan melihat adiknya. karna itu ia meminta izin membawa Mirna kejakarta siapa tahu di sana mirna bisa lebih tenang dan terlepas dari semua beban pikirannya satu tahun terakhir ini. apalagi setelah mendengar kejadian tadi siang di mall dari adiknya Yuni membuatnya semakin membulatkan tekad membawa adiknya ke Jakarta.


"Ya udah nanti aku keluar setelah mandi bang"ucap Mirna tersenyum.


"Ya udah cepetan mandi kamu bau"canda Aldi mengejek adiknya. "apa lagi matamu itu kebanyakan nangis kan jadi jelek".


"Ih Abang aku cantik tau"ucap Mirna memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Iya iya cantik, makannya mandi sana biar tambah cantik"jawab Aldi tersenyum dan bealu keluar kamar.


"Huuhhhhh"Mirna menghela nafas panjang. "aku harus kuat demi Bintang"ucapnya semangat lalu berlalu kekamar mandi.


Selesai mandi Mirna keluar dengan menggunakan baju tidurnya. dimeja makan terlihat ibu, bapak, bintang dan abangnya Aldi menunggunya sedang Yuni pulang kerumahnya di jemput pandu karna ia tak membawa mobil.


"Mammaa"bintang dengan sangat antusias turun dari pangkuan om nya Aldi dan berlari kearah mamanya. karna seharian ini mereka tidak bertemu kecuali tadi pagi sebelum ia di bawa om nya Suryo dan tante Cahya kerumah mereka.


"Ehhh,, hati hati sayang"ucap Mirna merasa cemas melihat anaknya berlari kearahnya. sedang bintang tidak menghiraukan mamanya justru ia semakin tertawa girang dan berlari kencang seraya mengangkat tangannya minta di gendong.


"Uhhh anak mama, kangen ya sayang seharian gak ketemu"ucap Mirna mengangkat anaknya dan lansung mengendongnya. "maafin mama ya sayang karna terlalu sibuk dengan dunia mama sampai mengabaikan kamu"lanjutnya merasa bersalah pada bocah kecil tampannya.


"Mamama, ntangg tangen ma"celotehnya memperlihatkan gigi kecilnya yang belum tumbuh semua.


"Mama juga kangeeeennnnnn bintang"ucap Mirna terharu anaknya tumbuh menjadi anak yang tampan, sehat, pintar dan ceria. terbesit rasa bersalah luar biasa dalam hatinya mengingat ia tak dapat memberikan keluarga utuh untuk putranya. "maafkan mama sayang"ucapnya dalam hati sambil mencium puncak kepala putranya lama. kemudian berjalan menggendong anaknya menuju meja makan.


"Mir bintang udah ibu kasih makan kamu taruh di rodanya aja biar gak kemana mana"ucap ibu.


...


Selesai makan malam Mirna dan keluarganya kumpul di ruang tamu membicarankan perihal kepergiannya kejakarta bersama Aldi kakanya sedang bintang bermain mobil mobilan di karpet.


"Mir Abang kamu udah ngasih tau kamu tentang niatnya yang ingin membawamu dan bintang ikut serta ke Jakarta"tanya bapak membuka obrolan.


"Udah pak, dan aku setuju untuk ikut"jawab Mirna.


"Baguslah nak"ucap bapak merasa lega, setidaknya di sana Mirna bisa menengkan diri pikirnya.

__ADS_1


"Tapi aku juga harus membicarakan ini dengan mas Rudi pak"jawab Mirna kemudian.


"Bicaralah baik baik dengannya nak, bapak memang merasa sangat kecewa padanya tapi mau bagaimana lagi semua sudah terjadi. karna tidak baik juga menyimpan dendam pada orang lain, bapak harap kamu bisa ikhlas mungkin ini sudah jalan yang Allah kasih untuk semakin mengingatkanmu padanya sang pencipta"ucap bapak memberi nasihat.


"Iya nak apa yang di katakan bapakmu benar kamu harus tabah setiap musibah yang terjadi pasti akan ada hikmahnya"sambung ibu.


"iya pak, bu, Mirna akan bicarakan semuanya baik baik dengan mas Rudi"jawab Mirna


"Nanti jika kamu sudah merasa tenang pulanglah nak"ucap ibu sendu.


"iya Bu"jawab Mirna lagi.


"Ibu pasti akan sangat kesepian"


"Sudahlah bu kita doakan saja semuanya baik baik saja"ucap bapak tidak ingin Mirna merasa terbebani mendengar perkataan istrinya. dia sudah sangat kasihan melihat penderitaan putrinya selama ini, jika Mirna terus di sini dia yakin keluarga Rudi tidak akan berhenti menggangu putrinya.


"Iya Bu aku sama Mirna akan sering mengunjungi ibu"sambung Aldi tak ingin adiknya merasa terbebani.


"Ya sudah, pokoknya di sana kalian jaga diri baik-baik. sering sering kabari ibu dan bapak agar di sini kami merasa tenang"ucap ibu akhirnya.


"Pasti Bu"jawab Aldi. "ibu tenang saja aku akan menjaga Mirna dan bintang dengan baik"mendengar nama bintang di sebut ibunya semakin merasa sedih Karana akan di tinggal cucu satu satunya. sedang Yuni kandungannya baru berumur tiga Minggu masih lama untuk lahiran.


"Sebenarnya ibu berat sekali di tinggal kalian"ucap ibu lagi pada akhirnya karna ia kurang setuju Mirna ikut kejakarta. tapi jika Mirna sendiri ingin pergi dia tak bisa memaksakan kehendaknya, sudah cukup ia melihat penderitaan di mata putrinya tidak untuk yang kesekian kalinya.


"Bu ibu percaya sama Mirna, nanti Mirna akan sering sering mengunjungi ibu"jawab Mirna menengkan ibunya yang masih saja merasa berat di tinggal olehnya dan bintang.


"Iya bu, bapak juga berat tapi biarkan Mirna pergi setidaknya di sana dia bisa menangkan diri"ucap bapak menenangkan istrinya karna sejujurnya dia juga merasa berat di tinggal oleh putri dan cucunya.

__ADS_1


"Iya pak, bu.. jarak antara bandung dan Jakarta juga dekat jadi kalian tidak perlu khawatir"ucap Aldi menengkan.


"Bagaimana tak khawatir, biarpun dekat kamu saja jarang sekali pulang kerumah. bahkan bisa sampai sepuluh bulanpun kamu betah tak pulang kerumah"sindir ibu, sedang yang di sindir cengengesan sambil menngaruk kepalanya yang tak gatal. bagaimana menjelaskan pada ibunya bahwa ia tak pulang karna terlalu pokus dengan tugas kuliah biar cepat lulus dan mempunyai pekerjaan.


__ADS_2