Tak Sampai

Tak Sampai
Kacaunya rudi


__ADS_3

"Mirna,,"pangil Yuni membuka pintu kamar kakaknya.


"Kenapa"tanya Mirna bangun dari kursi riasnya.


"Tadi mas Rudi telpon katanya hp lo gak aktif"jawab Yuni mendudukan bokongnya di ranjang.


"Hp gue rusak"ucap Mirna ingin berlalu keluar.


"Lo mau kemana?"tanya Yuni melihat kakaknya yang terlihat rapi dan sangat cantik tidak seperti tadi pagi pas bangun tidur.


"Mau ke mall jalan jalan sekalian beli hp"jawab Mirna


"Emang lo gak lagi sedih gitu perasaan tadi pagi muka lo kusut banget karna kejadian tadi malem"


"Gue capek sedih sedih, lagian lo kepo banget sih. kalok mau ikut ya ikut kalok gak mau ya gak usah"jawab Mirna ketus.


"Ya Allah mir lo itu marah marah mulu, ok gue ikut. tungguin gue mau ganti baju dulu mumpung gak ngampus gue mau refreshing capek otak capek kepala"ucap Yuni cengengesan sekaligus bersyukur kakaknya itu tidak begitu terpuruk dengan kejadian semalam.

__ADS_1


"Cepetan gue tungguin di mobil"jawab Mirna berlalu keluar.


Lama ia menunggu tapi Yuni sama sekali tak menampakan batang hidungnya membuat Mirna yang sudah kesal bertambah kesal.


"Nih anak kemana lagi kok lama banget"ucap Mirna mengerutu dan tak lama terdengar pintu mobil di buka.


"Maaf Mir lama,, sekalian gue mandi dulu tadi"ucap Yuni cengengesan tanpa rasa bersalah.


"Oh tuhan, Yuni kamu tuh ya"pelotot Mirna kesal.


"Hehehe maaf maaf, habis kalok gue ngasih tau Lo pasti gak mau nungguin"jawab Yuni mengatupkan kedua tangannya memohon ampun.


"Ampun deh nanti gue traktir es krim"bujuk Yuni lagi.


"Lo pikir gue anak kecil apa"ketus Mirna menjalankan mobil.


"Ya udah kalok gak mau berarti uang gue aman nanti gue beli permen Kiss satu bungkus buat nyegerin napasss"ucap Yuni semangat. Mirna yang mendengar itu hanya diam dari pada makin kesal dengan kelakuan adiknya itu.

__ADS_1


Lain halnya dengan laki laki tampan yang sedang marah marah kepada pelayan kafenya hanya karna tak sengaja menjatuhkan pulpen di atas meja saat akan berbalik setelah mengantarkan kopi untuk bosnya itu.


"Apa kamu punya mata"ucapnya berteriak marah, padahal hanya sebuah pulpen yang di jatuhkan.


"Maaf pak saya tak sengaja"jawab pelayan wanita itu menunduk sekaligus terkejut dengan reaksi bosnya itu.


"Seharusnya kamu kerja yang bener, apa kamu mau saya pecat"teriaknya lagi


"Ampun pak, maafkan saya, saya janji tak akan melakukan itu lagi"ucap playan kafe itu menangis.


"Sudah keluar sana jangan menagis disini"usirnya karna ia terlalu pusing memikirkan batalnya pernikahannya dengan Mirna semalam, hingga sekarang sudah 5 pekerja kena semprot gara gara kesalahan kecil. Ia mengambil benda pipih yang ada di atas mejanya lalu ia menghubungi Dimas sekretarisnya.


📞"Dim Lo handle pekerjaan di sini aku mau pergi dulu"ucapnya.


📞"Baik tuan"jawab Dimas. Kemudian Rudi mematikan sambungan telponnya dan berlalu meninggalkan ruangannya daripada ia membuat takut semua karyawan kafenya lebih baik ia menenangakan diri pikirnya.


Ia mengemudikan mobilnya menuju rumah sederhana milik orang tua Mirna dan menghentikan mobilnya tidak begitu jauh dari gerbang ber cat biru muda itu. Ia terus menerus memperhatikan gerbang yang terbuka tidak begitu lebar berharap Mirna keluar rumah dengan begitu ia bisa sedikit merasa lega. tapi nihil lama ia menunggu tak ada tanda tanda penghuni rumah itu menampakan batang hidungnya.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan"ucapnya mengacak acak rambutnya frustasi. "Lama lama aku bisa gila"lanjutnya, bagaimana tidak pagi pagi sekali ia harus mendengarkan ide gila mamanya yang menyuruhnya mengambil hak asuh bintang. belum tenang pikirannya semalam memikirkan Mirna yang tak menerima panggilanya dan paginya lebih parah lagi, ibunya mengusulkan padanya untuk mengambil hak asuh bintang anaknya. Rudi bukannya tidak mau merawat bintang tapi percayalah dia tak akan tega memisahkan ibu dari anaknya, cukup dia saja yang merasakan sakitnya rasa rindu berpisah dari orang orang yang dia cintai. jika dia menuruti keinginan mamanya maka bisa di pastikan Mirna akan sangat sangat membencinya dan dia tak ingin itu terjadi cukup sudah ia menorehkan luka untuk wanita itu tidak untuk menambahkannya.


__ADS_2