Tak Sampai

Tak Sampai
Batalnya ijab qobul


__ADS_3

"Tuhan aku harap keputusanku kali ini tepat"batin wanita berkebaya putih yang saat ini duduk di depan cermin menatap pantulan dirinya yang kini lengkap dengan hiasan sederhana tapi tetap terlihat cantik dan menawan. Hingangga tak lama terdengar suara langkah kaki mendekat memasuki kamar yang pintunya sengaja tidak ia tutup.


"Mir ayo acaranya akan segera di mulai"ajak Cahya yang terlihat cantik mengenakan kebaya abu.


"Ah iya mbak sebentar"jawabnya berdiri menghampiri iparnya.


"Sini biar mbak bantu"ujar Cahya memegang kedua pundak adik iparnya dan mengiringnya keluar menuju ruang tamu yang akan di gunakan sebagai tempat pelaksanaan ijab qobul.


Baru Mirna mendudukkan dirinya di samping Rudi untuk melaksanakan ijab qobul, tiba tiba dari luar terdengar keributan. Semua orang yang ada di dalam ruangan itu mengalihkan pandangannya menju pintu.


Tak lama terlihat kedua orang tua Rudi serta sari dengan raut wajah murka memasuki ruangan, sedang Windi terlihat menangis sesegukan. Mirna dan orang orang yang menyaksikan itu terlihat kebingungan, berbeda dengan Rudi, Lidya dan suaminya yang terlihat sangat cemas.


"Wanita murahan"ucap Mimi ibunya Rudi menarik Mirna agar berdiri dari duduknya dan pllakkk,, "Wanita tidak tau diri, apa kamu tidak tau malu ingin menikah dengan laki laki beristri "lanjutnya ingin menampar Mirna lagi tapi di hentikan Rudi yang memegang pergelangan tangannya.


"Ma aku mohon jangan seperti ini" ucap Rudi memohon. orang orang yang menyaksikan itu tercengang bingung karna melihat Mirna di tampar oleh calon ibu mertua sekaligus mantan meruanya.


"Apa yang anda lakukan"teriak Maheswari ibunya Mirna, tidak terima anaknya di perlakukan seperti itu. sedang Mirna sudah sesegukan menangis di pelukan iparnya Cahya.


"Maheswari"ucap Mimi memandang rendah "Apa keluargamu sangat sangat kekurangan uang sehingga tanpa malu kamu membiarkan putrimu yang sudah jelas jelas menggugat cerai anakku dan sekarang ingin kembali lagi menjadi istrinya setelah Rudi mempunyai istri"lanjutnya tersenyum mengejek, Mirna dan orang orang yang mendengar itu di buat terkejut.


"Jaga bicaramu Nyonya Rahardian, tanpa uangmu dan uang putramu saya masih mampu membiayai hidup anak anak saya tanpa harus mengemis pada keluargamu"bentak Joko bapaknya Mirna


"Joko manusia rendah seperti kamu tak pantas membentak istri saya"teriak Edo papanya Rudi murka.

__ADS_1


"Wah wah tuan Rahardian yang terhormat apa yang membuatmu merasa punya harga diri setinggi langit, apa hartamu itu yang jelas jelas tak bisa kau bawa mati"ucap Joko mengejek. baru Edo akan bersuara terdengar Lidya menengahi.


"Pa sudah jangan seperti ini"ucap Lidya memohon, Edo menatap putrinya dengan wajah murka.


"Papa kecewa padamu Lidya"


"Sudahlah pa mari kita pulang aku sungguh muak melihat keluarga rendahan ini"ucap sari angkuh mengajak orang tuanya pulang. sedang Rudi baru akan menghampiri Mirna di tarik paksa mamanya keluar dari rumah.


"Rudi jangan pernah menghampiri perempuan murahan itu, kamu ikut Mama pulang sekarang" ucap Mimi menarik anaknya, Rudi yang ingin memberontak terhenti mendengar ucapan lantang Suryo.


"Pulanglah Rudi dan jangan pernah sekali kali kamu mendekati adik perempuan saya lagi"teriak Suryo menunjukkan jarinya kearah pintu keluar. Rudi yang merasa sangat bersalah dan tak ingin membuat keributan terpaksa meninggalkan tempat itu dengan berat hati, tapi sebelum itu ia sempatkan memandang wajah putranya yang berada dalam gendongan Yuni. "Maafkan papamu yang tak berguna ini"batinnya menitikan air mata.


Setelah kepulangan Rudi Mirna berlari menuju kamarnya dan lansung mengunci pintu Suryo yang akan mengejar adiknya terhenti mendengar ucapan bapaknya.


Tak lama terdengar pak penghulu menghampiri Joko yang terlihat sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa putrinya.


"Maaf pak Joko apa acaranya akan di lanjutkan atau di batalkan"tanya pak penghulu.


"Mohon maaf pak karna keadaan kacau begini terpaksa kami membatalkan acaranya" jawab bapak tak enak hati sekaligus malu.


"Tidak apa apa pak kalau begitu saya permisi"ucap pak penghulu undur diri. dan tak lama semua tamu yang ada di rumah itu juga undur diri di karnakan acaranya batal.


"Yang sabar Maheswari"Ucap Peni mamanya pandu menenangkan sahabat sekaligus besannya itu.

__ADS_1


"Iya mahes kamu yang sabar aku harap di balik cobaan ini ada hikmahnya"ucap Lusi ikut menengkan Maheswari yang mengis dalam pelukan Peni.


"Sayang kamu yang sabar ya"ucap pandu mengambil bintang dari gendongan istrinya yang terlihat menangis sesegukan.


"Sayang aku kasian sama Mirna"jawab Yuni menghapus air matanya.


"Iya aku tau, berdoa saja semoga ada hikmah di balik ini semua"lanjut pandu menenangkan istrinya yang semakin sesegukan menangis.


"Rudi kamu benar benar keterlaluan"batin Aldi mengepalkan tangannya. sedang Cahya mencoba menenangkan suaminya yang terus menyalahkan dirinya dengan kejadian yang menimpa adiknya.


.


Sedangkan di tempat lain, tepatnya di taman dekat pasar terlihat seorang laki laki tampan menghentikan mobilnya, ia kluar dan duduk di di kursi taman menghadap jalan raya melihat kendaraan yang lalu lalang setelah memesan secangkir kopi. ingatannya kembali pada kejadian sebelum pernikahan Rudi dan Mirna di batalkan.


Flashback on


💌my


Windi malam ini Rudi dan Mirna akan melaksanakan ijab qobul. pesannya kepada Windi sekaligus ia mengirimkan foto Rudi yang sedang duduk di depan penghulu. setelah itu ia membuka kartu yang ia gunakan tanpa menunggu balasan dari windi dan lasung membuangnya agar tidak menjadi petaka di kemudian hari.


flashback off


"Maafkan aku" batinya dan tak lama kopi pesannya pun datang.

__ADS_1


__ADS_2