
"heeem"
Mirna mematung mendengar deheman wanita muda di depannya, Yuni yang menyadari ekspresi kakaknya di buat bingung. kemudian tak lama ia menolehkan kepalanya kebelakang karna penasaran dengan orang yang menghampiri mereka. "ternyata nyai kepiting"batin Yuni jengah.
"Wah wah wahh ada janda kembang nih"ucap sari nyinyir, Yuni yang mendengar itu tersenyum jengah.
"Wah wah nyai kepiting apa kabar"sapa Yuni pura pura antusias melihat mantan ipar kakaknya itu.
"Eh anak kecil kamu ngomong apa tadi"sahut sari marah.
"Wahhh cantik cantik kok budek ya"ucap Yuni menutup hidungnya. "Pantesan bau"lanjutnya. Mirna yang mendengar itu berusaha menahan tawanya apalagi melihat muka merah karna kesal mantan iparnya itu.
"Ehhh anak ingusan beraninya kamu bilang saya budek"erang sari marah.
"Sabar dulu bestie"ucap Yuni slow motion melihat wajah merah padam sari.
"Iiiih cuih, ngapain gue bestiean sama orang kampung seperti kamu jijik"jawab sari memandang remeh Yuni, sedang Mirna dan Windi hanya jadi penonton.
"Jijik pun jijik lah emang gue pikirin"ejek Yuni melihat tampang sok jijik sari.
"Heran deh saya kok keluarga Wijaya mau ya jodohin anaknya sama manusia modelan kayak kamu ini"ucap sari memandang rendah Yuni.
"Iya iyalah bangkee, namanya juga model"jawab Yuni menarik turunkan alisnya memandang sari yang semakin kesal.
"kamu bilang saya apa tadi"ucap sari makin kesal.
__ADS_1
"Yang mana ya"Yuni pura pura lupa. "Ohhhh ohhh yang bangkee tadi ya"lanjutnya polos.
"Mulut kamu itu kurang ajar"marah sari mengangkat tangannya ingin menampar Yuni tapi belum sempat menyentuh pipi Yuni tangannya sudah di tahan Mirna.
"Lepaskan saya murahan"teriak sari kesakitan karna Mirna mengengam pergelangan tangannya sambil menancapkan kuku tajamnya. sedangkan Yuni tersenyum mengejek seraya menjulurkan lidahnya.
"Tidak,, sebelum mulut marconmu itu diam"teriak Mirna tak kalah kerasnya hingga pengunjung mall berkerumunan datang menonton pertunjukan geratis itu.
"Dasar wanita hina, murahan, pelakor"teriak sari berusaha menarik tangannya karna Mirna semakin dalam menancapkan kukunya.
"Pelakor? hahahaha"bukanya marah justru Mirna tertawa keras. "Pelakor seperti apa yang kamu maksud MANTAN kakak ipar"ejek Mirna mengeja kata mantan seraya tersenyum kearahnya dan Windi. yang membuat Windi menundukan kepalanya. "Apa pelakor yang berusaha mengoda suami orang di saat jelas jelas laki laki itu mempunyai istri dan anak"lanjut Mirna dengan mata memerah memandang Windi yang semakin menundukan kepalanya bersalah.
"Heh wanita hina berhenti memandang Windi seperti itu"marah sari melihat Mirna memandang Windi rendah.
"Lalu aku harus bagaimana? apa aku harus memandangnya seperti ini?"senyum Mirna dengan begitu manis. Sedangkan pengunjung mall berbisik bisik membicarakan mereka bahkan ada yang video kannya.
"Auuuh, justru kamu yang tak punya tata Krama dasar rendahan"erang sari kesakitan sekaligus marah.
"Oh ya"seringai Mirna menancapkan kukunya semakin dalam.
"Lepaskan aku atau aku akan melaporkanmu ke polisi"acam sari semakin kesakitan.
"Lemah"ucap Mirna mendorong sari hingga tersungkur jatuh dengan kerasnya.
"Mirna"Mirna menoleh melihat wanita paruh baya yang berteriak murka memanggil namanya bukannya takut justru dia semakin tersenyum menatang. sedangkan Windi berusaha membantu kakak iparnya itu berdiri dari lantai.
__ADS_1
"Wah wah ibu mertua"senyum Mirna manis. "Bukan mertua mir tapi mantan"ucap Yuni mengoreksi. "Oh ya gue lupa"senyum Mirna mengejek mantan mertuanya itu. Mimi datang setelah melihat di sosial media bahwa anaknya sedang bertengkar dengan Mirna dan adiknya. dan alangkah terkejutnya ia melihat anaknya tersungkur kelantai dengan begitu kerasnya hingga tak henti hentinya sari memegang pantatnya yang nauzubillah sakitnya, karna Mirna mendorongnya sekuat tenaga.
"Wanita murahan, tidak tau malu, pelakor sialan"teriak Mimi semakin murka melihat Mirna mengejeknya.
"Pelakor"mata Mirna memerah padam mendengar kata pelakor, apalagi mengingat rasa malu luar biasa yang di sebabkan keluarga wanita paruh baya yang ada di hadapannya ini.
"Kau benar aku memang pelakor dan pelakor ini adalah wanita yang sangat sangat di cintai anakmu Rudi"ejek Mirna sekaligus ingin menitikan airmata. bohong jika Mirna tak sakit hati mengingat kejadian semalam siapapun wanita pasti akan sangat rapuh jika berada di posisinya. selain penghinaan dan tamparan, rasa sakit hatinya tak mudah ia lupakan akibat kelakuan Rudi dan keluarganya.
"Apa kamu tidak tahu malu?, Rudi tak pernah mencintaimu dia hanya kasihan kepadamu yang selalu bertahan menjadi budak cintanya setelah berkali kali di selingkuhi. seharusnya kamu bersyukur Rudi mau menikahimu waktu itu"ejek Mimi yang membuat Mirna ingin menangis. memang benar dulu dia yang tidak tahu malu mengejar ngejar Rudi karna ia begitu mencintainya. bahkan saat Rudi menikahinya ia tahu Rudi tak benar benar mencintainya terbukti Rudi masih sering berkirim kabar dengan Windi waktu itu. tapi setelah Mirna hamil bintang, Rudi tak lagi berhubungan dengan Windi mungkin di karnakan dia kasihan terhadap Mirna.
"hahahaaa"tawa Mimi semakin mengejek, melihat wajah sendu Mirna. "Kamu terlalu bodoh Mirna hingga tak tahu apa apa, dulu saat Rudi keluar negri bersamamu karna alasan bisnis di sana dia sedang bersenang senang dengan Windi"ucap Mimi puas. sedang Mirna semakin membenci Rudi, ia merasa tak percaya Rudi melakukan itu padanya padahal mereka selalu pergi bersama. memang tak dapat ia pungkiri Rudi sering beralasan menemui klien dan sangat lama kembalinya, saat mirna bertanya pasti alasannya karna pekerjaan. bahkan dulu setiap empat bulan sekali Rudi selalu mengajaknya liburan keluar negri dengan alasan ingin memperluas cabang di sana.
"Keterlaluan"batin Mirna seraya menahan air matanya yang ingin tumpah.
"Mama hentikan"teriak laki laki tampan dengan setelan jas yang terlihat kusut dan berantakan, bahkan rambutnya pun acak acakan. dia Rudi Rahardian ,setelah setengah jam menunggu di rumah Mirna tapi Mirna tak keluar keluar dari rumah, tak lama ia mendapat kabar dari Irpan yang tak sengaja melihat pertengkaran sari dan Mirna di mall yang Ia kunjungi dan Irpan langsung menghubunginya. dan di sinilah dia sekarang mendengar mamanya membongkar rahasia yang selama ini ia tutupi rapat rapat dari Mirna.
Rudi berjalan tergesa gesa menghampiri mereka di ikuti Irpan dari belakang yang terlihat merasa bersalah sekaligus kasihan kepada Mirna.
"Mir,,"pangil rudi mendekat menghampiri Mirna.
"Jangan mendekat"perintah Mirna melangkah mundur.
"Mir aku mohon dengerin penjelasan aku dulu"mendengar perkataan Rudi Mirna semakin memundurkan langkahnya dan baru akan berbalik Rudi menarik pergelangan tangannya kuat.
"Lepasin mas"pinta Mirna memberontak sekuat tenaga, sekaligus masih berusaha menahan tangisnya. sedang Yuni mengepalkan tangannya dia tidak menyangka mantan iparnya itu benar benar bajingan.
__ADS_1
"Aku mohon mir maafkan aku"ucap Rudi memohon dan membawa Mirna kedalam pelukannya tanpa perduli Mirna yang terus memukulnya dengan keras ataupun dengan orang orang yang semakin banyak berkerumunan menyaksikan pertengkaran itu.