Tak Sampai

Tak Sampai
Godaan untuk William


__ADS_3

"Aku pernah berharap daun hijau dari ranting yang kering, bunga bermekaran dari pohon yang layu, saat cuaca mendung memberi harapan tapi hujan tak kunjung datang. berusaha ku siram berharap bunga mekar dan kupu kupu hinggap, tapi tetap saja hingga jenuh hasil tak sesuai harapan. waktu itu aku sempat berharap membuka lembar demi lembar cerita baru dari begitu banyak cerita lama yang terdapat dalam buku yang telah usang. tapi tetap saja semua hanya tinggal anggan, jangan tanyakan tentang rapuh dan rasa sakit pada diri ini. aku pernah berusaha menahan, bahkan menetang tapi tetap saja aku yang kalah dan tumbang. semakin aku berharap yang tebaik, semakin aku rapuh. Semakin aku berharap padamu, semakin aku sakit. Biarlah sekarang semua tinggal kenang, mungkin Tuhan sedang menulis takdir baru untuk kita. berusahalah, mari bangkit bersama. mungkin cerita kita sampai disini, mari membangun lembaran baru masing masing biar kenangan tersimpan rapat. aku bukan ingin menyerah terlalu cepat, tapi saat berjuang berujung percuma, mungkin Tuhan sedang memberitahukan bahwa takdir kita memang berbeda. aku lelah dan kalah, biarlah kenang tinggal kenangan, akan ku simpan namamu menjadi kenang di tempat yang berbeda, di lubuk hatiku yang terdalam."Mirna menghapus air matanya.


"Aku harus kuat mulai sekarang, aku akan memulai lembaran baru dan melupakan semua kisah pahit ini, jadi aku harus semangat."batinya menyemangati diri sendiri sambil terus mengemudi menuju arah jalan pulang.


***


William yang merasa teramat lelah melangkahkan kakinya dengan lesu ke arah apertemennya, akan tetapi dia di buat terkejut dengan kehadiran wanita seksi yang berdiri dengan anggunnya menungunya di luar apertemen.


"Ngapain suster ngesot itu ada di sini"batinya kesal, seharian ini dia sudah terlalu lelah di tambah lagi akan semakin lelah dengan kehadiran meta.


Baru akan berbalik badan, ia terpaksa berhenti mendengar suara cempreng yang memangilnya. "Will,, tunggu kamu mau kemana"teriak meta menghentikan langkahnya.


"Hy met,, kamu ngapain malem malem disini?"tanya William berbalik dan memaksakan senyumnya pada wanita di depannya.


"Aku nungguin kamu lah"jawab meta


"Emangnya ada apa"tanyanya malas


"Aku mau kasih kejutan buat kamu"jawab meta antusias.


"Kejutan apa"tanya William pura pura antusias.


"Kedatangan aku kesini, bukankah kamu bahagia"jawab meta percaya diri.


"Oh tuhan manusia yang satu ini"batinnya, ingin sekali meremes remes perempuan ini.


"Oh ya tadi kamu kenapa mau berbalik"tanyana meta.


"Ohh tadi aku mau beliin kamu bunga, buat suprise,, tapi karna kamu manggil gak jadi"jawab William berbohong.


"Wah cucuitt"ucap meta mencubit pipi William.


"Met udah"

__ADS_1


"Iya iya,, aku nginep sini ya"ucap meta melepaskan cubitannya dari pipi William.


"Jangan lah met gak enak sama penghuni apartemen yang lain"jawab William beralasan.


"kok gak enak sih di sini bebas tau"ucapnya manja merangkul William.


"Met tangan kamu"William berusaha melepaskan tangan meta dari lehernya.


"Kenapa sih Will,, aku kangen tau"ucapnya manja meraba dada William.


"Ya Tuhan manusia ini"batin William. "Ya udah masuk, tapi jangan nginep ya"William akhirnya pasrah.


"Gak janji"jawabnya masuk mengikuti William dari belakang.


"Kamu mau minum apa"tanya William setelah mempersilalhkan meta duduk di ruang tamu.


"Mmm,, Vodka ada"meta balik bertanya


"Ohh tuhan aku lupa bahwa kamu tidak minum minuman keras"ucap meta


"Iya aku memang tidak pernah minum"jawab William berbohong, karna sebenarnya walaupun ia seorang dokter kadang jika terlalu banyak pikiran ia melampiaskannya pada minuman beralkohol.


"Ya sudah aku minum air putih saja"jawab meta akhirnya. William yang mendengar itu berlalu menuju dapur, tak lama ia keluar dengan membawa dua gelas air putih.


"Minumlah"ucapnya menyerahkan satu gelas air putih kepada meta.


"Bagai mana kalo malam ini kita makan diluar"saran meta melihat kearah William.


"Baiklah, aku mandi dulu"jawab William mengalah.


Baru keluar dari kamar mandi William di kejutkan dengan kehadiran meta di kamarnya, wanita itu berbaring di kamar William dengan posisi yang begitu menantang.


"Met,, ko,,kok kamu disini"tanya William tergagap, jakunnya naik turun melihat betapa mulus dan seksi badan meta yang berbaring dengan posisi terlentang seperti seorang wanita yang siap di telanjangii.

__ADS_1


"William"meta berdiri dan menghampiri William yang saat ini hanya menggunakan handuk di pinggangnya yang hanya sebatas lutut tanpa atasan.


"Met kamu,, kamu ngapain,, aku,,"gugup William, biar bagaimanapun ia seorang laki laki meski ia tidak tertarik dengan meta tapi jika seperti ini dia pun bisa khilaf.


"Syutttt"meta menaruh jari telunjuknya ke bibir merah William, di usapnya pelan bibir pria itu."Kau tau Will,, aku sudah lama mengagumimu"bisik meta di telinga William.


William yang mendengar itu hanya berdiri mematung apalagi mendengar bisikan meta yang begitu seksi di telinganya."kau tau aku begitu mendambakan dirimu"meta mengusap pelan dada bidang William yang saat ini tidak mengunakan pakaian. tangannya turun semakin berani, di tekannya perut kotak kotak yang masih terdapat beberapa tetes air karna belum di keringkan."Bisakah malam ini kamu menjadi milikku"ucapnya sensual di telinga peria yang saat ini masih mematung di depannya.


Tangan meta semakin berani turun kebawah, sedang William hanya berdiri bagaikan patung merasakan nikmatnya sentuhan meta di perut kotak kotaknya. melihat itu meta tersenyum menang, baru akan melepaskan handuk yang di gunakan William, pria itu lansung tersadar dari hipnotis wanita cantik di depannya ini."Met jangan seperti ini"ucap William melepaskan tangan meta dari handuknya dan berlalu mengambil pakainnya di dalam lemari.


"Aku mau menggunakan pakaianku dulu tunggulah sebentar"ucap William tanpa mau melihat wajah meta sedikitpun.


"Will,, aku"


"Jangan ulangi"jawab William kemudian masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan meta.


"Sialll"umpatnya setelah William memasuki kamar mandi.


"Uhhh,, untung saja"William menghela nafas lega karna berhasil lolos dari rayuan perempuan seperti meta. ia buru buru mengenakan pakaiannya sebelum meta tiba tiba masuk dan mengodanya, padahal dia sudah mengunci pintu dari dalam tapi tetap merasa was was.


"Will maafkan aku"ucap meta menunduk pura pura menyesali perbuatannya tadi.


"Met jangan ulangi lagi, aku tak ingin merusakmu."jawab William melihat meta masih berada di kamarnya, ia pikir perempuan itu menunggunya di ruang tamu. "tidak tau malu"batinnya.


"Kenapa?"tanya meta


"Kenapa apanya"jawab William pura pura tak mengerti.


"Kenapa kamu tak mau melakukan itu denganku"tanya meta tanpa rasa malu sedikitpun.


"Karna kamu berharga, aku tak mau meniduri wanita yang bukan istriku"jawab William agar meta tak tersingung, meta yang mendengar itu tersenyum bahagia.


"Baiklah, aku akan keluar"ucapnya mencium pipi William, ia tersenyum sumringah kepada William mengira William tidak menidurinya karna mereka belum menikah. "jadi William ingin kita menikah dulu baru melakukannya"batinnya penuh percaya diri, padahal William mengatakan wanita bukan dirinya tapi ia salah mengartikan perkataan William kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2