
Dua Minggu sudah berlalu semenjak didiamkan suaminya Mirna tak pernah minta pindah lagi bukannya keadaan berubah semua masih tetap sama ia menjadi cibiran dan suaminya hanya diam saja. bukan tak sakit hati bahkan rasanya di tusuk tusuk tapi dia luluh lagi dengan kata maaf sang suami. seperti malam ini mertuanya mengadakan makan malam kluarga, semua Anak dan menatu berkumpul di meja makan tapi masalahnya bukan itu, suasana yang panas tambah membahana melihat kehadiran mantan kekasih sang suami yang turut di undang, keluarga ini memang keterlaluan.
Semua berkumpul di meja makan tanpa ada yang bersuara hingga terdengar suara bel dari luar rumah. tingnongg bel berbunyi dan lasung di bukakan pintu oleh mbok arsi.
Terlihat wanita cantik dengan gaun malam di atas lutut tanpa lengan berwarna navi, membawa bingkisan berjalan melenggak lengokkan pinggulnya bak seorang model dengan senyum khasnya yang manis. siapa yang melihat mungkin akan terhipnotis dengan kecantikannya terbukti sumi dan ipar iparnya pun tanpa berkedip melihat tamu malam ini Mirna menggepalkan tangannya melihat sang suami yang bengong seperti orang bodoh itu.
"Selamat malam semua" sapanya Sok cantik tapi memang cantik sih.
"Malam" semua kompak menjawab kecuali Mirna yang diam saja menahan kesal dan sakit hati melihat mama mertuanya berdiri menyambut calon mantu gatotnya alias gagal totalnya dengan antusias.
"Tante ini aku bawa kue kesukaan Tante sama om"ucap windi tersenyum. dia sengaja tidak menyebut nama mirna dipikirannya siapa dia harus di perhatikan merepotkan saja.
"Eh iya sayang gak usah repot repot"ucap sang mertua, Mirna yang melihat itu mencibir dalam hati"sayang konon prettttr"cobir Mirna dalam hati memandang mertuanya mearuh bingkisan itu dan mepersilahkan Windi duduk di dekat Rudi dan terpaksa Jayadi menyingkir.
Rudi yang berada di tengah terlihat tidak merasa keberatan sedikitpun. "sialan batin Mirna dulu pas sama aku selingkuh sama si Windi sekarang mungkin aku bakal di madu" batin Mirna kesal.
Windi dulu selingkuhannya Rudi satu bulan pacaran dengan Mirna Rudi ketahuan selingkuh dengan Windi, tapi Mirna memaafkan saat tau Windi berbeda kampus dengan Rudi dan mengatakan mereka putus dan Mirna memaafkan karna memang dia sangat mencintai Rudi.
Tidak cukup di situ saja Rudi bahkan pernah ketahuan selingkuh dengan adik kelas Mirna, lebih parahnya lagi di depan mata Mirna mereka ketahuan akan berciuman tapi lagi lagi Mirna memaafkan dengan alasan cinta.
__ADS_1
Cinta memang membuat orang buta, karna itu juga alasan Mirna tamat skolah lasung minta nikah selain malas belajar dan sekolah, alasannya karna ia takut di selingkuhi terus menerus Mirna memang bodoh di selingkuhi selalu saja memaafkan tapi ia tidak perduli selama cinta kenapa tidak pikirnya.
"Hai rud apa kabar"Sapa Windi. Windi memang selingkuhan Rudi terlama, satu tahun selinggkuh baru ketahuan saat ia melihat Rudi sedang bercumbu di toilet skolah waktu kelas tiga dan Mirna saat itu klas 1 SMA. Mirna lasung memutuskan hubungannya karna Rudi lebih memilih Windi yang jelas lebih segalanya saat itu. eittszz bukan saat itu saja saat sekarangpun Windi masih lebih segalanya darinya memikirkan itu ia ingin menangis rasanya"Miris sekali" batinnya menangis.
"Baik, kamu apa kabar ?"tanya Rudi tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya dari Windi.
"Aku juga baik, oh ya katanya lulus kuliah kamu lansung nikah sama Mirna"Tanya Windi tanpa mengalihkan perhatiannya sedikipun dari Rudi.
"Eh iya, sayang ini Windi kamu masih ingatkan"Tanya Rudi mengalihkan pandangannya kepada sang istri sambil tersenyum manis.
"Ah iya Windi Windi Windi yang yang yang mana ya"Tanya Mirna pura pura berfikir "Pura pura lupa saja" batinnya jahat.
"sudah sudah, nak Windi lebih baik kita makan saja, maklum Rudi menikah dengan anak yang baru lulus SMA, berbarengan saat itu dia lulus kuliah dan menikah dengan Mirna, mungkin karna itu dia tidak kuliah pelupa dan agak bodoh"ucap papa mertuannya dengan mulut cabenya. "tuhkan senjata makan tuan dasar udah bau tanah juga"Kesal Mirna dalam hati.
Selesai makan mereka berkumpul di ruang tv sambil mengobrol, sedang Mirna terlihat sedang menyandar di dada Rudi. Rudi yang melihat tingkah manja istrinya merasa bahagia melihat istrinya menunjukan kemanjaan di depan seluruh keluarganya.
"Apa yang kalian sedang lakukan menggelikan sekali"ucap sari kakak iparnya yang melihat kelakuan Mirna.
Mirna yang mendengar itu menanngapinya dengan acuh, bahkan ia dengan sengaja mengambil tangan suaminya untuk ia kecup. Rudi yang melihat itu terkekeh geli, sedang Windi pura pura tersenyum melihat tingkah Mirna yang mengesalkan menurutnya.
__ADS_1
"Wah kalian serasi sekali"Puji Windi yang tentu saja penuh kepura puraan.
"Benarkah"Tanya Mirna pura pura antusias.
"Iya dengar dengar kalian sudah punya anak, di mana anak kalian"Tanya windi, belum sempat di jawab Mirna sang mertua lebih dulu menjawab pertanyaan Windi.
"Sama bi arsi, dia kan sengaja menyuruh suaminya mencari jasa pembantu biar dia bisa bermalasan"ucap Edo memandang mirna sinis.
Mirna yang merasa tersinggung dengan perkataan mertuannya, bahkan mertuanya enggan menyebutkan namanya. Mirna sungguh malu dengan sikap mertuannya bisa bisanya ia berkata begitu di depan Windi yang jelas ia tau kembali mengharapkan Rudi.
"Pa mas Rudi yang menyewa pembantu bahkan aku tak pernahenyuruhnya"sahut Mirna sedikit kesal.
"sudahlah Mirna, aku tau kamu seperti apa"ucap edo mertuanya tersenyum sinis. baru Mirna akan menjawab ia terdiam mendengar suara keras suaminya menegurnya. "Mirna kamu jangan keterlaluan dia papaku" tegur Rudi dengan suara yang meninggi.
Mirna yg mendengar itu sungguh sakit hatinya, Lidya yang akan membela adik iparnya di tahan suaminya. karna ia tak ingin mendengar istrinya yang akan di salahkan mertuanya, suami Lidya menyadari sikap mertuanya itu memanglah keterlaluan memandang Mirna terlalu rendah tapi ia tak dapat berbuat apa apa ia juga seorang menatu di kluarga ini jadi ia tak mau dikatakan terlalu ikut campur.
Sedang yang lain memandang Mirna dengan senyum mengejeknya, begitupun dengan Windi yang tersenyum bahagia mendengar Rudi membentak Mirna. Mirna yang malu dengan kelakuan suaminya juga mertuanya memilih naik ke atas ingin pergi ke kamarnya.
Rudi yang melihat itu merasa menyesal telah membentak istrinya, ia hanya tak suka Mirna selalu melawan perkataan orang tuannya. karna ia tau sifat papanya semakin di lawan semakin menjadi jadi karna itu ia reflek berteriak kepada istrinya, ia yang merasa bersalah dan akan menyusul istrinya terhenti mendengar kalimat yg keluar dari mulut sang mama.
__ADS_1
"Rudi biarkan saja duduk dan temani Windi" ucap Mimi dan ia lansung duduk mengikuti perintah mamanya.
"Istri seperti itu yang kamu bawa kerumah ini tidak punya etika apa begitu cara orang tuanya mendidiknya anak tidak tau trimaksi"lanjut Edo sang papa menimpali dengan suara sengaja di perkeras agar Mirna mendengarnya.