
Rudi dan Windi terlihat sedang memakan malam dengan damai, sesekali Windi mencuri pandang ke arah suaminya. sesampainya di apertemen setelah menaruh barang barangnya Rudi lansung memesan makanan untuknya dan Windi.
"Mas masalah yang tadi"ucap Windi takut takut melihat kearah Rudi yang telah menghabiskan makan malamnya.
"Habiskan makananmu setelah itu bicarah"perintah Rudi dengan raut wajah dingin. Windi yang mendengar itu segera menghabiskan makanannya takut melihat kemarahan suaminya seperti yang pernah terjadi sebelum sebelumnya. Rudi memang tak pernah memukulnya ataupun menyiksanya paling yang Rudi lakukan hanya mendorongnya saja dengan keras untuk meluapkan emosi dan rasa sakit hati peria itu. tapi tidak dengan batinnya, meski tidak melakukan kekerasan yang berlebihan bukan berarti Rudi tak melukai batinnya dengan sifat dingin dan mulut pedasnya Rudi selalu melukai hatinya.
"Mas aku mau minta maaf, masalah yang tadi siang"ucap Windi setelah menyelesaikan makannya.
"Mengapa minta maaf padaku"jawab Rudi ketus.
"A,,, akuu"Windi tergagap tiba tiba melupakan kalimat yang ingin ia katakan mendengar jawaban ketus suaminya.
"Windi,, windiii. entahlah manusia seperti apa kamu ini ternyata bukan hanya harga dirimu yang rendah tapi kamu minim akhlak dan pengetahuan"ejek Rudi sengaja menjatuhkan piring hingga terdengar suara keras pecahan piring berhamburan di lantai.
"Jika ingin minta maaf kenapa minta maaf padaku, dasar bodoh"maki Rudi berlalu meninggalkan ruangan itu. sedang Windi yang terkejut berusaha menahan tangisnya, takut Rudi tambah mengamuk.karna pernah sekali dia tak sengaja menjatuhkan foto Mirna di atas meja, membuat Rudi mengamuk sejadi jadinya. mengeluarkan baju baju Windi dari dalam lemari dan membuangnya kelantai.
__ADS_1
Tiga bulan sudah usia pernikah mereka, bukan bahagia yang Windi dapatkan setelah menikah dengan orang yang begitu ia cintai sekaligus cinta pertamanya. tapi justru makian yang menyesakan yang ia dapat, selama ini ia selalu bersabar dengan cacian yang Rudi lontarkan kepadanya, berharap suatu hari Rudi akan berubah baik lagi kepadanya. dia sadar dirinya bersalah, bahkan ia sangat menyesali perbuatannya yang waktu itu hanya karna terlalu mengharapkan Rudi ia sampai rela mengodanya meski ia tau Rudi sudah mempunyai istri dan anak. hidupnya pun tak pernah merasa tenang selalu di hantui rasa bersalah yang luar biasa.
Sesampainya di kamar, Rudi memasukan semua baju bajunya di dalam lemari dan menata semua foto foto kebersamaannya dengan Mirna dan bintang sebelum perceraian terjadi. ada yang ia pajang di dinding, ada juga yang ia tata rapi di atas nakas kamarnya, berharap suatu hari nanti Mirna mau kembali padanya. di peluknya foto pernikahannya dengan Mirna begitu lama, tanpa ia sadari seorang wanita sedang mematung di luar kamar yang pintunya tak tertutup itu. melihat apa yang Rudi lakukan membuat hatinya sakit sekaligus merasa bersalah secara bersamaan. "tuhan apa yang harus aku lakukan"ucapnya dalam hati dengan deraian air mata membasahi pipi. masih teringat di benaknya bagaimana baiknya Rudi kepadanya dan keluarganya dulu sebelum rumah tangganya dan Mirna hancur. laki laki itu bahkan mau menemaninya saat ia dalam kondisi benar benar terpuruk. selalu menghibur dan menguatkannya berkata bahwa semuanya akan baik baik saja. "Aku bersalah, aku pantas mendapatkan ini semua"Isaknya pilu dan berlalu memasuki kamarnya dan lasung mengunci pintu karna dia dan Rudi menempati kamar yang berbeda.
sesampainya di apertemen ia mengira dirinya dan Rudi akan satu kamar seperti waktu di rumah mertuanya, akan tetapi ia salah saat akan memasuki kamar yang sama dengan suaminya justru Rudi lansung mengusirnya dengan kasar. "Tidak tau malu,, aku tak Sudi sekamar dengan wanita murahan sepertimu"maki Rudi saat itu. dengan hati yang sakit ia terpaksa menempati kamar tamu dan di sinilah ia sekarang menangisi nasibnya.
"Jika tau akan seperti ini mengapa kamu berikan harapan padaku mas, sehingga aku besar kepala dan terlalu percaya diri bahwa kamu waktu itu masih menyukaiku"ucapnya terisak di dalam kamar. "seharusnya dulu itu kau biarkan saja aku menyerah dengan hidupku tanpa harus kau semangati hingga aku salah mengartikan kebaikanmu padaku"lanjutnya lagi memegang dadanya yang terasa begitu sakit.
Masih teringat di benaknya, bagaimana Rudi dan keluarganya mendukungnya waktu ia berada di luar negri saat ia harus malakukan perawatan akibat ginjalnya yang bermasalah.
"Sayang biarkan mama dan papa memberi tahu Rudi tentang keadaanmu saat ini"ucap mamanya waktu itu melihat anaknya yang hanya melamun di atas brankar pasien.
"Ma percuma Rudi telah menikah dengan kekasihnya"jawab Windi tersadar dari lamunannya, melihat kearah wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usianya yang tak lagi muda.
"Mama tau kamu masih mencintainya dan selalu memikirkannya"ucap mamanya merasa kasihan terhadap putri semata wayangnya.
__ADS_1
"Aku tak mau merusak rumah tangganya ma, toh Rudi juga tak mencintaiku"jawab Windi pelan.
"Rudi juga punya perasaan yang sama denganmu tapi dulu kamu yang memutuskannya"ucap mamanya.
"Ma aku juga dulu pacaran dengan Rudi hanya sebagai selingkuhan ma, aku perebut kekasih orang dan sekarang mama ingin aku merebutnya dari orang yang sama"jawab Windi tak habis pikir dengan mamanya.
"Sayang mama hanya ingin kamu bahagia"ucap mamanya sendu. "Setidaknya dia bisa menjadi penyemangat untuk kesembuhan mu"lanjut mamanya lagi.
Windi hanya terdiam jujur tiga tahun ia menyimpan rindu yang teramat sangat luar biasa untuk Rudi. dia menyukai Rudi pada pandangan pertama saat memasuki sekolah menengah pertama(SMP). awalnya ia hanya mengira perasaannya hanya cinta monyet saja. Windi yang waktu itu menjadi primadona di sekolahnya karna selain pintar dan berbakat dia juga memiliki pesona yang begitu menawan. perawakannya yang langsing dan tinggi, postur tubuh bak seorang model membuat siapa saja yang memandang akan jatuh cinta. sedang Rudi selain tampan dia juga berperestasi dan pintar, itu yang membuat Windi terkagum dan menyukainya. tapi satu alasan Windi tak pernah menerima tawaran Rudi untuk menjadi kekasih peria itu, selain umurnya yang masih kecil Rudi juga sangat play boy dan suka merayu teman wanitanya. hingga saat memasuki sekolah menengah atas(SMA), Rudi seringkali menggangunya dan mengajaknya berkencan tapi ia selalu menolak dengan alasan yang sama, tak suka dengan Rudi yang begitu banyak mengencani perempuan padahal waktu itu rasa cintanya terhadap Rudi semakin besar. ia bahkan tak pernah mempunyai kekasih karna tak bisa memalingkan hatinya kepada peria lain selain Rudi. setiap peria yang ia kencani selalu berakhir dengan kegagalan, karna ia tak pernah merasa nyaman. hingga mereka kelas 3 SMA Rudi yang waktu itu mungkin sudah lelah mengejar Windi dan cintanya selalu ditolak. saat penerimaan siswa baru Rudi bertemu dengan Mirna dan mencoba mengencaninya. gadis cantik dan imut, mempunyai postur tubuh kecil dan lansing, tak begitu tinggi tapi terlihat sangat menggemaskan. saat mengetahui Mirna dan Rudi pacaran Windi merasakan hatinya teramat sakit, mendengar laki laki yang ia cintai dan selalu mengejarnya pacaran dengan Mirna yang menurutnya tak sebanding dengan dirinya yang mempunyai tubuh sempurna. hingga terbesit keingginanya untuk merebut Rudi dari Mirna. dan keinginannya pun berhasil dengan mudah dan ia menjadi selingkuhan Rudi. tak lama mereka pacaran Mirna mengetahui perselingkuhannya dengan Rudi, saat di suruh memilih Rudi jelas jelas memilih dia kala itu dan Rudi putus dengan Mirna.
Tapi setelah lulus SMA dan akan masuk kuliah kebahagiaannya bersama Rudi terhalang karna nasib buruk menimpanya. ia di nyatakan mengalami gagal ginjal oleh dokter, orang tuanya yang waktu itu tak menemukan ginjal yang cocok dengannya merasa putus asa dan membawanya pindah keluar negri sekaligus mencari ginjal yang cocok untuknya. tiga tahun di sana dan tak menemukan ginjal yang cocok, sedang keadaannya sudah sangat memprihatinkan. dia hanya bertahan hidup dengan obat obatan dan bolak balik rumah sakit untuk mengontrol kondisi tubuhnya yang sudah semakin melemah. di tambah lagi ia mendengar kabar bahwa Rudi telah menikah dengan Mirna, hatinya semakin hancur lebur kala itu. tapi ia tak dapat berbuat apa apa mengingat keadaannya yang memang mengenaskan dan tak berdaya, hingga setiap hari yang ia lakukan hanya melamun dan memikirkan Rudi. membuat kesehatan tubuhnya semakin menurun, itu yang membuat orang tuanya nekat memberitahu Rudi dan keluarganya.
Rudi dan keluarganya yang mengetahui itu merasa ikut prihatin mendengar cerita orang tua Windi. dan sejak saat itu, orang tua Rudi selalu menyuruh Rudi bolak balik luar negri untuk memantau perkembangan Windi sekaligus menyemangatinya tanpa sepengetahuan Mirna. tapi Windi justru menyalah artikan kebaikan Rudi terhadapnya dan setelah Rudi menemukan donor ginjal yang tepat untuk Windi, membuat Windi semakin besar kepala mengira Rudi masih mengharapkan dan mencintainya. hingga di saat usia pernikahan Rudi dan Mirna yang memasuki tiga tahun dan ia di nyatakan sembuh oleh dokter. atas bujukan orang tua Rudi, ia mencoba merayu Rudi kembali. merasa respon Rudi baik terhadapnya ia semakin gencar merayu Rudi. apalagi di usia pernikahan Rudi yang hampir memasuki empat tahun, Mirna dan Rudi bercerai. itulah kesempatan yang ia gunakan untuk masuk kembali kedalam kehidupan laki laki yang begitu ia cintai.
Flashback off.
__ADS_1