Tak Sampai

Tak Sampai
Flashback


__ADS_3

Rudi terbatuk batuk mendengar perkataan mantan istrinya yang katanya akan tinggal di Jakarta bersama Aldi kakanya. lebih parahnya Mirna akan mengajak bintang ikut bersamanya.


"Ini minumlah mas"ucap Windi menepuk pelan pundak suaminya.


"Mir kamu serius"tanya Rudi setelah merasa baikan.


"Sudahlah mas, aku sedang tidak ingin berdebat. kamu setuju atau tidak aku tetap akan membawa bintang pergi, toh Jakarta juga tidak begitu jauh."jawab Mirna


"Tapi Mir, kamu kan tau aku sibuk ngurus kafe. kalian masih di Bandung saja aku jarang ada waktu buat terus ketemu bintang apa lagi nanti kalok kamu di Jakarta."ucap rudi


"Bukan gak ada waktu tapi sengaja tidak meluangkan waktu"ketus Mirna.


Rudi terdiam, memang benar apa yang di katakan mantan istrinya ini, lebih tepatnya dia sengaja tidak menemui anaknya karna takut tidak bisa menahan diri melihat mantan istrinya.


"Aku juga awalnya sangat malas memberi tahumu mas, terlebih karna sikap keluargamu yang sudah sangat keterlaluan. tapi kamu tau sendiri ibu sama bapak mereka mau aku sama kamu selalu membicarakan semuanya dengan kepala dingin, terlebih aku juga tidak ingin egois karna kamu juga berhak atas bintang. aku sejujurnya sangat benci padamu, selain membohongiku kamu juga membohongi keluargaku."ucap Mirna panjang lebar, sedang Rudi dan Windi terdiam mendengarkan. terlebih Rudi yang teramat merasa bersalah.


"Mir bisakah kamu tetap di sini, setidaknya aku ingin memperbaiki kesalahanku padamu"pinta Rudi memelas.


"Aku sudah terauma mendengar kata memperbaiki dari mulutmu itu mas, bukannya memperbaiki yang terjadi malah semakin menyakitki."sindir Mirna


"Baiklah, tapi aku akan sering kesana menemui bintang."ucap Rudi pada akhirnya mengalah, sudah cukup baginya memberi luka untuk wanita di depannya ini. sekarang saatnya dia merelakan dan memberikan Mirna kebebasan untuk hidupnya.


"Aku bahkan tak pernah malarangmu untuk itu"jawab Mirna


"Kapan kamu akan berangkat"tanya Rudi


"Besok pagi"jawab Mirna


"Mengapa terburu buru"tanya Rudi

__ADS_1


"Aku tidak terburu buru, karna memang aku inginnya besok pagi."ketus Mirna jengah dengan pertanyaan mantan suaminya.


"Besok aku akan kesana menemui bintang"ucap Rudi


"Datanglah"jawab Mirna berdiri dari duduknya. "Aku akan pulang selesaikan urusan kalian,, Windi aku pamit"pamit Mirna yang di jawab anggukan kepala oleh Rudi dan Windi.


"Hati hati di jalan"ucap Widi dan rudi, sedang Mirna hanya tersenyum mendengar kalimat yang di ucapkan secara bersamaan oleh pasangan suami istri itu.


Rudi memandang mantan istrinya itu dengan perasaan teramat sedih, dia benar benar merasa menjadi peria yang paling pengecut di dunia, karna tak dapat mempertahankan apa yang seharusnya tetap menjadi miliknya.


Setelah Mirna keluar dari ruangan Rudi, tercipta keheningan dari pasangan suami istri itu. "Ma,,, Win,,"ucap keduanya bersamaan.


"Ehemm,,,bicaralah"ucap Rudi akhirnya.


"Kamu saja yang duluan mas"jawab Windi


"Baiklah"ucap Rudi kemudian terdiam, lama Windi menunggu kalimat yang akan di sampaikan oleh suaminya itu hingga pada akhirnya."Windi kamu saja yang bicara duluan, aku lupa dengan kalimat yang ingin aku katakan"pinta Rudi pada akhirnya, karna ia tak tau harus berkata apa pada istrinya ini.


"Apa kamu tidak berbohong"tanya Rudi


"Berbohong, maksudnya."bingung Windi.


"Saat pertama tidur denganmu waktu itu,, maaf,, kamu sudah tidak perawan "jawab Rudi ragu ragu.


"Apa kamu lupa siapa yang mengambil keperawananku"heran Windi. "Apa kamu tidak ingat sama sekali"tanyanya.


"Maksudmu"jawab Rudi bingung.


"Apa kamu tak ingat malam saat kita putus, bukankah kamu yang memperkosaku di apertemen mu, pelayan di club menghubungiku bahwa kamu sedang mabuk berat dan saat aku membawamu ke apertemen kamu justru memperkosaku"ucap Windi mengingatkan Rudi.

__ADS_1


"Apa wanita berambut pendek itu kamu"tanya Rudi


"Tentu saja itu aku, karna aku memang tak pernah punya rambut panjang dari SMP"jawab Windi


"Apa celanna dalam yang sobek itu juga milikmu"tanya Rudi, mendengar itu wajah Windi merona malu, bukan karna pujian tapi karna celanaa dalamnya yang ketinggalan.


"Maaf aku tidak membawanya waktu itu, karna papa menelponku untuk segera berangkat, tapi aku sudah mencarinya kemana mana tapi tidak menemukannya"jawab Windi semakin merona malu.


"Mana mungkin kamu menemukannya, aku saja menemui benda itu di bawah kolong tempat tidur"jawab Rudi memandang Windi karna merasa lucu melihat wajah merah karna malu istrinya.


Flashback on.


"Auuhhh,, kepalaku pusing."ucap Rudi saat bangun dari tidurnya. di lihatnya jam yang sudah menunjukan pukul 10 pagi.


"Siall,, aku mabuk berat semalam, lalu siapa yang membawaku ke apertemen."tanyanya bingung pada diri sendiri, lebih bingung lagi ketika dia melihat tubuhnya yang polos tanpa sehelai kain pun yang menempel bahkan selimutpun tidak ada di tubuhnya.


"Ohh tuhan,,, apa aku di perkosa setaann?"ucapnya frustasi, mencoba mengingat ingat kejadian semalam."tapi jika aku yang di perkosa lalu kenapa aku yang di atas, dia yang di bawah?. bahkan rambutnya juga pendek, atau dia pelayan bar jika benar Lalau wanita itu kemana sekarang"ucapnya turun dari tempat tidur, mengambil handuk di dalam lemari dan berlalu kekamar mandi.


Di ketuknya kamar mandi tersebut,"apa ada orang didalam"tanyanya. lama ia mengetuk tapi tak mendapat sahutan, kemudian ia coba membuka pintu kamar mandi yang ternyata tidak di kunci karna memang di dalam tidak ada orang.


"Apa ada orang di dalam"tanyanya lagi tapi tak mendengar suara siapapun, justru dia menemui selimut tebal yang tergeletak di lantai kamar mandi.


"Apa wanita itu telah pergi atau yang aku perkosa tadi malam adalah setann, tapi dia agak mirip Windi. Ah tidak,, mana mungkin dia, bukankah wanita itu telah mempermainkan aku. mengajakku pacaran saat aku sudah punya pacar dan memutuskan hubungan saat aku sudah benar benar sayang. sialll,, bahkan karna dia aku mabuk berat dan di perkosa setan"gerutunya keluar dari kamar mandi dan memunguti baju bajunya yang berserakan di lantai.


"Apa ini"ucapnya mengambil kain persegi berwarna merah yang telah terkoyak bahkan Sudah sobek di sampingnya.


"Bukankah ini,, Celannaa dalam wanita?, berarti yang aku tiduri bukan setan, tapi jika pekerja di bar itu mengapa dia tak meminta bayaran. dan celanaa dalam ini mengapa sampai terjatuh di kolong tempat tidur."


flashback off.

__ADS_1


Windi yang melihat Rudi tersenyum senyum memandang kearahnya menjadi semakin malu di buatnya."jangan memandangiku seperti itu mas"ucap Windi yang sudah berhenti menangis dan kini berganti rasa malau yang sangat luar biasa di akibatkan Celannaa dalamnya yang ketinggalan waktu itu.


"Ha..ha..haaaa"tawa Rudi akhirnya pecah juga, dia yang merasa sedih karna akan di tinggal Mirna dan anaknya cukup terhibur dengan ingatannya sendiri..


__ADS_2