
Di dalam mall Mirna mengajak Yuni berkeling kesana kemari tanpa tentu arah yang membuat Yuni menjadi bosan dan mengerutu tak keruan. bagaimana tidak setiap Yuni akan membeli barang Mirna pasti akan menarik dan menyuruh yuni mengikutinya, itu yang membuat yuni lelah dan bosan. jangankan ada yang di beli justru sebaliknya Mirna hanya mengajaknya berkeliling kesana kemari bagai orang tak punya modal dan hanya datang menyegarkan mata.
"Mir Lo waras"ucap Yuni memegang dahi kakaknya setelah ia duduk di cafe mall setelah begitu lelah dan bingung dengan kakanya yang hanya mengajaknya mondar mandir tak tentu arah.
"Emang kenapa"tanya Mirna ingin tertawa melihat adiknya kebingungan, ia sengaja hanya mondar mandir untuk mengerjai adiknya itu karna terlalu kesal di biarkan lama menunggu.
"Gue capek tau gak sih, gue mau belanja malah lo tarik tarik"keluh Yuni
"Gimana rasanya"
"Hah,,"ucap Yuni bengong
"Kesel kan lo gue kerjain"seringai Mirna tersenyum jahat.
"Ya ampun mir lo yang bener dong kalok mau bales dendam, gue kan lagi hamil gak boleh kecapekan"kesal Yuni karna tau dirinya di kerjain.
"Ya gak papa sekalian olah raga"sloroh Mirna tertawa melihat adiknya itu memanyunkan bibirnya. Yuni yang melihat itu bukannya marah tapi malah bahagia melihat kakanya tertawa seperti itu, mengingat kejadian tadi malam dimana Mirna yang terlihat begitu sedih karena gagalnya pernikahannya membuatnya tersenyum melihat kakaknya itu bisa cepat bangkit dari keterpurukan, tidak seperti satu tahun yang lalu saat Mirna bercerai dari Rudi dia hanya melihat kesedihan di mata kakaknya itu.
"Mir aku harap kamu bahagia"doanya dalam hati.
__ADS_1
"Kenapa lo senyum senyum"heran Mirna melihat adiknya, bukannya marah tapi malah tersenyum.
"Lo tau mir gue seneng ngliat Lo bahagia, gue gak nyangka aja lo bakal setabah ini nghadaepin masalah yang menimpa hidup lo"jujur Yuni tanpa ada yang di tutupi.
"Lo tau,, gue kan Samsonn, lagian ya gue tuh capek nangis cuman gara gara satu orang, lagian juga gue baik baik aja kemarin kemarin tanpa mas Rudi"ucapnya menutupi rasa sakit mengingat batalnya pernikahannya dengan Rudi.
"Emmm baiklah seksi,, sekarang lo yang traktir sebagai ganti karna udah ngerjain gue"jawab Yuni mengerlingkan matanya.
"Pesanlah sepuasmu"ucap Mirna, karna hari ini ia ingin bersenang senang.
Setelah menghabiskan makanannya dan berbelanja keperluannya dan Yuni mirna mengajak adiknya itu memasuki salon kecantikan. Mirna meminta Yuni menemaninya spa, memotong rambut, dan mengubah penampilannya karna ia merasa sekarang waktunya bangkit dan menghapus seluruh kenang kenangannya bersama Rudi mantan suaminya.
"Ya dong bawaan lahir"bangga Mirna yang membuat Yuni justru mengerucutkan bibirnya. "kenapa tu bibir monyong monyong"
"Gak ada, cuman gue nyesel aja tadi muji lo"jawab Yuni
"Sialaann"umpat Mirna dan mereka tertawa bersama. inilah yang biasa mereka berdua lakukan, di balik seringnya mereka saling mengejek dan menjahili satu sama lain mereka sangat kompak dan saling menguatkan.
"Eeeheeem"ucap Yuni pura pura batuk dan mengibaskan rambut lurus sebahunya yang ia cat dengan warna black ash gery.
__ADS_1
"Kenapa lo"tanya mirna heran melihat adiknya semakin mengibaskan rambut lurusnya.
"Ini,,ini"jawab Yuni memberi kode semakin mengibaskan rambutnya sambil tersenyum secerah mentari.
"Lo itu kenapa sih"ucap Mirna pura pura tak mengerti. Yuni yang mendengar itu menghentakkan kakinya kesal seraya memonyonkan bibirnya.
"Setres lo ya"ucap Mirna semakin menggoda.
"Tau ah gelap"jawab Yuni barlalu mengambil tasnya dan Mirna sambil menghentak hentakan kakinya kesal. "nihh"ucapnya menyerahkan tas kakaknya, sedang Mirna ngakak tak dapat menahan tawanya melihat tingkah menggemaskan adiknya. orang orang yang ada di dalam salon itu menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah mereka.
"Mir ayolah puji aku"ucap Yuni pada akhirnya stelah sampai di luar, sedang kakanya itu belum juga memuji gaya rambutnya.
"Hahaaaahaaa"Mirna semakin di buat tertawa karna tingkah Yuni.
"Baiklah baiklah kamu semakin cantik dan seksi, tapi"
"Tapi apa?"tanya Yuni karna kakanya itu menjeda kalimatnya.
"Tapi,,"ucap Mirna semakin menjahili adiknya, sedang Yuni semakin penasaran mendengar kalimat lanjutan kakanya.
__ADS_1
"Sembentar lagi tubuh seksi mu itu akan mengembung seperti ikan buntal"selorohnya tertawa kencang. Yuni yang akan membalas ledekan kakanya terhenti mendengar suara wanita berdehem di belakanya sedang Mirna yang melihat siapa wanita itu hanya terdiam mematung membuat Yuni semakin bingung melihat reaksi kakanya itu.