
Satu bulan Rudi tak pernah menghubunginya tapi tetap mengirimkan uang bulanan untuk anaknya meski jujur ia sedikit kecewa dengan mantan suaminya itu tapi ia tak bisa berbuat apa-apa.
"Belanjaanku berat sekali tau akan jadi sebanyak ini mending tadi aku bawa mobil"grutunya celingak celinguk mencari ojek.
"Ojek mana lagi ojek tumben tumbenan tak terlihat"
"Apa karna aku belanjanya terlalu siang"ucapnya hingga tanpa sadar dari belakangnya terlihat laki laki dengan baju preman celana sobek sobek tubuh kekar rambut botak dan anting panjang di telinganya mengendap endap mendengkatinya dan
"Tolong copett, copettt copett " teriaknya berlari mengejar copet yang mengambil tasnya. orang orang yang mendengar itu berlari mengejar copetnya dan terlihat pria tampan sedang berkelahi melawan copet yang bertubuh kekar itu.
"Kak awass"teriaknya melihat copet yang akan memukul peria tampan itu, si pria yang mendengar itu secepatnya menghindar dan tak lama terlihat warga berlari akan menghajar copet itu.
"Sudah sudah cukup saya sudah menelpon polisi" ucap pria itu melihat bapak bapak yang memukuli pencopet itu dan semuanya berhenti memukul setelah berhasil membuat copetnya tak dapat berkutik lagi.
"Mir ini tasmu"ucap laki laki itu
"Kak Irpan makasi ya,itu bibir kakak berdarah"ucap Mirna panik melihat pinggir bibir Irpan mengelurkan darah, laki laki yang tadi menolong Mirna dari pencopet adalah Irpan sahabat Rudi mantan suaminya.
"Sudah tidak apa apa cuman dikit"jawab Irpan
"Tidak apa apa gimana itu juga pipimu memar"omel Mirna "Ayok duduk di kursi itu biar aku obati" ucap Mirna menujuk kursi taman di sebelah Irpan.
"Sudah tidak apa apa ini hanya luka kecil"jawab Irpan
"Luka kecil luka besar sama saja, namanya sama sama luka hanya porsinya yang berbeda?" ucap Mirna mendorong Irpan pelan agar duduk di kursi
"Apa kakak bawa kotak obat"tanya Mirna
"Ada di mobil kamu ambil saja, mobilku ada di situ"tunjuk Irpan pada mobil yang tidak begitu jauh dari taman.
"kakak tunggu disini jangan kemana mana, sekalian jagain belanjaanku"ucap Mirna berlalu pergi.
"Kamu tak berubah mir tetap saja perhatian andai dulu saat kamu putus dengan Rudi aku punya keberanian menjadikanmu kekasihku mungkin aku tak akan menyia nyiakan wanita sebaik kamu, Rudi memang bodoh melepas berlian demi batu karang"batin Irpan yang mengetahui Rudi telah menikah lagi tapi melarangnya untuk memberi tahu siapapun kecuali Bisma, Fendi dan Jordi mereka berempat tau semua itu karna mereka yang selalu menemani dan mendengarkan ocehan tak berfaedah Rudi ketika minum minuman keras karna frustasi.
Tak lama terlihat Mirna datang membawa obat lengkap untuk mengobati lukanya.
"Kakak ngadep sini biar gampang kalo mau ngasih obat"printah Mirna
"Baiklah tuan putri"jawab Irpan
"Kakakak masih tetap sama selalu memanggilku tuan putri"ucap Mirna mengobati wajah Irpan.
"Auww,,, perih pelan pelan dong"ucap Irpan memegang tangan mirna.
"Ini sudah pelan kak tapi bibirnya kan luka makannya perih"jawab Mirna melanjutkan mengobati Irpan. "selesai" ucapnya melihat bibir Irpan yang sudah bersih tak mengeluarkan darah lagi.
"Mirna jangan memandangiku begitu nanti kamu jatuh cinta"ucap Irpan mengodanya
"Biarkan saja kak Irpan tampansihh"jawab Mirna mengedipkan mata centil.
"Jangan mengedipkan mata nanti aku tak bisa tidur karna memikirkanmu" ucap Irpan
"Benarkah maka aku akan terus mengedipkan mata agar kakak sepanjang malam hanya memikirkanku"jawabnya tersenyum manis
__ADS_1
"Aku bahkan berdebar melihat senyummu"ucap Irpan tersenyum
"Itu tandanya Kakak telah terperangkap pesona ku"jawab Mirna tertawa, Irpan yang melihat itu ikut tertawa.
Dari kejauhan pria tampan yang melihat Mirna tertawa riang dengan pria lain mengepalkan tangannya. "Bahkan dia menyentuh tanganmu dan kamu sangat terlihat bahagia bersamanya"ocehnya cemburu "seharusnya tadi aku tak menjemputmu, lama lama di sini aku bisa gila" ucapnya masuk mobil membanting pintunya keras dan berlalu. Dia William yang tadi sempat kerumah Mirna bersama pandu dan Yuni ia bahkan memaksa pandu agar mau mengajak istrinya pergi kerumah ibunya agar ia ada alasan untuk bertemu Mirna dan bintang. karna meski sudah lumayan dekat dengan kluarga Mirna tapi ia masih merasa sungkan menemui Mirna secara lansung terlebih lagi Mirna yang masih saja ketus meski mereka sudah berbaikan.
"Mir tentang Rudi aku ikut merasa sedih dengan hubungan kalian yang kandas, sangat disayangkan kalian dekat dari kamu masuk SMA sampai menikah dan punya anak lalu bercerai"ucap Irpan sungkan
"Sudahlah kak mungkin ini jalan yang sudah ditakdirkan untukku"jawab Mirna menunduk sedih.
"Maaf aku,,"
"Tidak apa apa aku mengerti jangan sungkan begitu" jawab Mirna memotong perkataan Irpan "mungkin Tuhan telah menyiapkan sesuatu yang indah untukku di balik cobaan ini"lanjutnya tersenyum Irpan yang melihat itu ikut tersenyum. "Kamu semakin cantik saja"batinya menatap Mirna tak berkedip
"Ayolah kaq jangan menatapku seperti itu bahaya nanti jantungmu berdebar debar "canda Mirna tertawa.
"Maka kamu harus tanggung jawab dengan menerima cintaku"jawab Irpan ikut tertawa.
"Mengapa kamu tidak ingin kembali dengan Rudi"tanya Irpan kemudian
"Apa mas Rudi yang mengatakannya" Mirna balik bertanya dan Irpan hanya mengangguk mengiyakan.
"Aku hanya takut tersakiti untuk yang kesekian kalinya"ucap Mirna menundukkan kepalanya sedih.
"Sudahlah maafkan aku tak seharusnya aku bertanya begitu, mari aku antarkan pulang rumahmu masih samakan"tanya Irpan tak tega melihat Mirna bersedih.
"Tuntu saja aku bukan kakak yang anak pengusaha kaya raya"jawab Mirna kembali ceria
"Andai kau mau membuka hatimu untukku maka kamu akan menjadi menantu pengusaha kaya raya" ucap Irpan mengedipkan matanya.
"Baiklah berikan no ponselmu agar aku bisa menghubungimu"ucap Irpan menyerahkan ponselnya mirnapun menerima dan mengetikan nomernya.
"Ingatt jangan curhat dan menambah bebanku karna bebanku sudah sangat banyak"canda Mirna cekikikan menyerahkan ponsel Irpan.
"Tentu tidak tuan putri" jawab Irpan
"Heeei,, aku hanya bercanda"ucap Mirna
"Aku tau,, mari aku antar bisa bisa keluargamu tak jadi makan siang karna bahan bahannya tidak ada"canda Irpan berjalan sambil membawa kantung belanjaan Mirna.
"Apa aku membosankan hingga peria tampan ini terburu buru"canda Mirna
"Tentu tidak tuan putri mengobrol denganmu adalah hal yg paling menyenangkan, silahkan masuk" ucap Irpan membukakan pintu mempersilahkan Mirna masuk kemudian menaruh belanjaan dan masuk ke kursi pengemudi.
"Apa kakak tidak mampir"ucap Mirna kepada Irpan
"Lain kali saja aku ada urusan sebentar"jawab Irpan
"Baiklah terimakasih untuk tumpangannya kak"ucap Mirna membuka pintu mengambil belanjaannya dan melambaikan tangan melihat mobil Irpan melaju meninggalkan halaman rumahnya.
"Bay kaq,, sampai berjumpa lagi" ucap Mirna tersenyum, dan baru akan berbalik ada tangan yang menariknya memasuki mobil.
"Hee apa yang kamu lakukan"ucap Mirna melihat William yang menguci pintu mobil.
__ADS_1
"Siapa dia"tanya William tanpa menjawab pertanyaan Mirna.
"hyyy pria aneh siapapun dia itu bukan urusanmu"ucap Mirna
"Tentu saja itu urusanku aku cemburu melihatmu jalan dengan pria lain"jawab William
"Apa kau tidak waras, buka pintunya"ucap Mirna
"Kenapa kau sangat suka mengataiku gila" tanya william
"Karna kau memang gila, sekarang buka pintunya" ucap mirna
"Tidak sebelum kamu mengatakan siapa laki laki itu"jawab william
"Bagaimana jika aku katakan dia kekasihku"tantang Mirna
"Maka sekarang juga aku akan menculikmu dan membawamu ke KUA" jawab William tersenyum.
"Buka pintunya dasar menyebalkan"ucap Mirna ketus
"katakan dulu siapa dia"tanya William
"Dia Kakak kelasku waktu SMA kau puasss" teriak Mirna
"Sangatt puass dan sekarang cium aku" printah William menunjuk bibirnya, Mirna yang melihat itu melototkan matanya.
"kau tidak mau maka aku akan memaksamu"ucap William lagi
"Aku akan berteriak meminta tolong"jawab Mirna kesal.
"Mobil ini kedap suara coba saja"tantangnya. "Kalau bisapun aku akan mengatakan kalau kita sedang melakukan hubungan suami istri disini" lanjutnya lagi tersenyum jahat.
"Aku akan membunuhmu William"kesal Mirna mengeratkan giginya.
"Dan aku akan memakanmu, jadi pilih yang mana di perkosa olehku atau menciumku atauu"Jeda William tersenyum jahat " Pilihan yang paling mudah pergi ke KUA bersamaku agar kau tau bahwa kau hanya milikku. "lanjuttnya lagi, mau tak mau mirnapun menuruti perkataan William dengan terpaksa ya ya tepaksa.
"Tutup matamu mesum, dan jangan menahan ciumanku" ucap Mirna kesal
"Baiklah sayang aku janji tidak akan melakukan itu"jawab William tersenyum penuh kemenangan dan menutup matanya. "Kamu biarkan dia menyentuh tanganmu maka bayar dengan kecupan untukku"batinya merasa menang.
"Kamu memang tampan William"batin Mirna melihat William yang menutup matanya dannn Cupppp ia mengecup bibir William dan lansung menjauhkan wajahnya. "Jantungku" batin keduanya.
"Sudah sekarang buka pintunya"ucap Mirna dengan wajah memerah malu, William yang melihatnya ikut merasa malu dengan tingkahnya sendiri karna cemburu ia memaksa Mirna untuk menciumnya.
Jikka tadi Mirna tak menuruti perkataanya mungkin ia akan benar benar membawanya ke KUA karna terbakar api cemburu.
"Kamu sengaja ya mencium bibirku padahal kamu bisa mencium pipiku tadi"ucap William tesenyum jahil.
"Kau yang menunjuk bibirmu"jawab Mirna kesal
"Hay nona aku hanya menunjuk Ingat MENUNJUK bukan menyuruhmu"ucap William tersenyum mengejek sambil mengeja kata menunjuk, Mirna yang melihat William tersenyum mengejeknyapun di buat sangat kesal sekaligus malu.
"Buka pintunya atau ku tendang punyamu sialannn" triak Mirna kesal
__ADS_1
"Kau ini kejam sekali sayang"ucap William membuka pintu mobil, Mirna yang melihat itupun lansung berlari keluar sambil mengumpat William dengan nama semua hewan di kebun binatang.
"Mirna belanjaanmu"Teriak William tertawa memegang bibirnya. "Sangat lembut"batinya dan berlalu keluar membawa belanjaan Mirna yang tertinggal sambil tersenyum secerah matahari.