
Pagi pagi terdengar suara cempreng seorang peria dari dalam kamar luas yang pintunya terbuka, terlihat ia sedang menggoyangkan pinggulnya kekiri dan kekanan seraya menyisir rambutnya di depan cermin besar yang ada di kamarnya.
"Abang pilih yang mana perawan atau janda perawan memang cantik janda lebih menarik,,, Mirnaa" ucapnya bernyanyi ria dan berjingkrak saat menyebut nama mirna.
"Kalau Abang pilih perawan masih muda masih segelan belum di sentuh orang belum berpengalaman, kalau Abang pilih Mirna sudah pasti lebih dewasa wajah cantik bercahaya juga rupawan bagai berlian" lanjutnya merubah lirik lagu bergoyang ke kiri dan kekanan.
Tap tap tap,,terdengar suara langkah kaki wanita cantik yang akan memasuki kamar seorang peria yang sedang asiknya berjoget ria layaknya orang gila.
"Bujanggg lapuk,,, apa yang sedang kamu lakukan apa kamu sudah tidak waras"Tanya Lusi ibunya William melihat tingkah anaknya yang sedang berjoget ria layaknya orang gila.
"Ayolah ma jangan mengatai aku seperti itu aku masih terlalu muda untuk menikah"ucap William memelas dan berhenti bejoget kemudian mengambil tas kerjanya.
"Sepupumu sudah banyak yang menikah ada yang bahkan sudah punya anak, sedang kamu kapan akan memberikan mama cucu"tanya mamanya
"Ma umurku belum genap 27 tahun masih 26 tahun jadi apa yang mama takutkan" jawabnya
"Pandu bahkan sudah menikah di umurnya yang ke 24 tahun sedang kamu" jeda sang mama. "Apa tak ada gadis yang menyukaimu setelah putus dari model celana dalammm itu"tanya sang mama
"Maa lihatlah aku ini sangat tampan dan mapan jadi tidak mungkin ada wanita yang tidak tertarik kepadaku"jawab William.
"Coba kamu lihat umur mama sudah mulai menua mama takut tidak sempat menggendong cucu darimu"ucap mamanya pura pura sedih.
"Mama baru 47 tahun masih sehat dan segar lalu apa yang mama khawatirkan"tanyanya
"Maut tidak memandang umur William kamu anak mama satu satunya mama takut besok lusa atau nanti mama di panggil sang kuasa"jawab mamanya menuduk sedih.
"Mama jangan berkata begitu William pasti akan menikah" ucapnya melihat mamanya.
"Kapan" tanya sang mama antusias
"Mungkin di usia 40 atau 50 tahun" jawabnya mengedipkan mata mencium pipi sang mama dan berlalu keluar kamar meninggalkan mamanya yang kesal.
Mirna telah selesai mandi dan akan keluar untuk sarapan sedangkan bintang sudah di jemput iparnya selesai sholat subuh seperti biasanya.
Tingggggg,,,baru akan keluar kamar terdengar suara bunyi hpnya di ambilnya dan di lihatnya siapa yang mengiriminya pesan.
💌William
Sayang apa kamu tidak merindukanku❤️
💌my
Untuk apa aku merindukanmu memang siapa kamu
💌William
Aku calon papanya bintang
💌my
Aku tidak menerimamu
💌William
Ayolah sayang bintang butuh sosok papa sepertiku
💌my
Berhenti memanggilku sayang karna aku bukan kekasihmu
💌 William
Maka jadilah kekasihku
💌my
Dalam mimpimu
💌William
Ayolah Mirna jadilah kekasihku
💌 William
__ADS_1
Mirna jadilah kekasihku
💌 William
Mirnaaa
💌William
sayang😘
💌 Wiliam
I love you
"Manusia ini benar benar tidak waras" ucapnya geleng geleng kepala.
Sudah tiga bulan William selalu mengiriminya pesan kadang menelponnya membicarakan hal yang tidak penting tanpa perduli cacian bahkan makian yang Mirna layangkan untuknya. sama halnya dengan Rudi yang terus berusaha merayunya agar mau kembali kepadanya.
Mirna menghela nafasnya memikirkan Rudi dia bahkan belum bisa melupakan laki laki yang sudah satu tahun ini menjadi mantan suaminya itu, ia berlalu keluar kamar setelah mengetik satu pesan balasan untuk William.
💌my
Sinting
William melihat pesan di hpnya yang baru di balas Mirna setelah lima pesan tidak terbalas yang ia kirimkan
💌Mirna
Sinting
💌my
Ya aku sinting karna memikirkanmu
Balasnya tersenyum memasukan hpnya ke dalam saku celananya karna ia tau Mirna tak akan membalas pesannya.
"William apa itu pesan dari kekasihmu"tanya mamanya antusias.
"Tentu saja ma aku kan tampan"jawabnya tersenyum penuh percaya diri.
"Tentu pa tapi aku lebih tampan"ucapnya tak mau kalah. mamanya yang melihat itu hanya geleng geleng kepala.
Siangnya Mirna akan berangkat menjemput bintang, baru membuka pintu terlihat mobil Rudi terparkir manis di halaman rumahnya.
"Mir kamu mau jemput bintang" tanya Rudi
"iya mas "jawab Mirna melihat Rudi yang akan menghampirinya.
"Ayo aku ikut" ajak Rudi memegang tangannya.
"Aku bisa jalan sendiri mas"jawab Mirna melihat tangannya.
"Baiklah baiklah sekarang tanganmupun tak boleh aku pegang"ucap Rudi menatap mata Mirna.
"Bahkan dulu pegang yang lain juga boleh" lanjutnya yang mendapat pelototan Mirna.
"Menyeblkan" kesal Mirna berjalan cepat meninggalkann Rudi.
"Mirna tunggu aku hanya bercanda"pangil rudi mengejar Mirna yang berjalan cepat meninggalkannya..
Sesampainya di sana Mirna dan Rudi melihat bintang sedang main ayunan bersama Cahya sedang Suryo mengumpulkan kayu bakar.
"Hay sayang" sapa Rudi menggendong bintang.
"papapa"celoteh bintang tertawa melihat papanya.
"Iya sayang papa kangen bintang" ucap Rudi mencium pipi anaknya.
"Tang tangan papa"celoteh bintang mencolek pipi papanya.
Mirna dan Cahya yang melihat itu tersenyum melihat bintang yang bahagia karna kedatangan papanya.
Sama halnya dengan Rudi bintang juga memanggil William dengan panggilan papa dan Williampun terlihat sangat bahagia mendengar panggilan bintang untuknya .
__ADS_1
"Rud di minum kopinya" ucap Suryo melihat mantan adik iparnya.
"Iya kak" jawab Rudi tersenyum
"Kaq boleh aku bertanya"
"Tentu apa yang ingin kamu tanyakan" tanya Suryo melihat Rudi
"Menurut kakak bagaimana jika aku dan Mirna kembali bersama"ucap Rudi takut takut
"kakak terserah Mirna saja jika dia mau kembali Kakak justru bahagia terlebih ada bintang yang menjadi korban karna perceraian kalian "jawab Suryo yang di sambut antusias oleh Rudi.
"Apa kakak bisa membantuku" tanya Rudi
"Apa yang bisa kakak bantu" jawab Suryo
"Tolong bujuk Mirna agar mau menerimaku kembali"
"Kakak akan usahakan tapi kakak tidak bisa berjanji"jawab Suryo tersenyum
"Terimakasih kak" ucap Rudi antusias
Mirna menemani bintang bermain di taman karna Cahya dan Suryo masuk untuk beristirahat.
"Mir apa kamu tidak merindukan aku"tanya Rudi, Mirna yang mendengar itu melihat kearahnya .
"Kamu sedang bercanda"jawab Mirna
"Aku bertanya bukan bercanda"ucap Rudi
"Diamlah jangan terlalu sering membahas masalalu aku tidak suka"Mirna berdiri menghampiri bintang yang terlihat sedang mencabut bunga sedang Rudi hanya menunduk prustasi.
Sorenya Mirna berpamitan pulang dengan Rudi yang sedang menggendong bintang, di perjalan Mirna hanya diam melihat Rudi dan bintang tertawa.
"Bintang sayang papa" tanya Rudi kepada anak yang baru berusia 14 bulan itu.
"Tatatatayg"jawab bintang memperlihatkan giginya yang ada dua di bawah dan empat di atas Rudi yang melihat itu mencium pipi anaknya gemas.
"Tapi mama tak sayang papa lagi"ucap Rudi melihat mantan istrinya yang memelototinya, yang justru di balas cengiran oleh Rudi.
Sesampainya di rumah terlihat empat mobil terpakir yang Mirna tau dua mobil itu milik William dan pandu.Baru ia akan membuka pintu terdengar suara cempreng Yuni yang menyapanya.
"Hy seksi. hy mas Rudi" sapanya tersenyum, Yuni tak pernah membenci Rudi karna menurutnya dia tak berhak menghakimi terlebih kakaknya Mirna sudah memaafkan perbuatan Rudi kepadanya.
"Rudi duduk nak makan kuenya"printah ibu melihat mantan menantunya itu.
"Iya Bu"jawab Rudi duduk dan memangku bintang. bintang yang melihat di sana ada William merentangkan tangannya meminta William menggendongnya.
"Hy son,,, sini sama papa Willi" ucap William mengendong bintang, Rudi yang melihat itu sedikit cemburu melihat anaknya juga memanggil orangang lain papa apalagi melihat bintang tertawa bahagia dengan pria lain selain dirinya..
Mirna yang melihat kekecewaan di mata Rudi merasa kasihan tapi ia tak bisa berbuat apa apa.
"Mas kenalin itu William sepupunya pandu"ucap Mirna
"Ohh hai aku Rudi papanya bintang"sapa Rudi tersenyum mengulurkan tangannya.
"Saya William sepupu pandu"jawab William tersenyum menyambut tangan Rudi.
"Ini nak di minum kopinya" ucap ibu menaruh kopi untuk Rudi.
"Iya Bu makasi" jawab Rudi sopan
"Nak Rudi tadi ikut kerumah Suryo"tanya ibu
"Iya Bu, bapak mana dari tadi gak kelihatan"tanya Rudi
"Kesawah sekalian mencabut singkong mau ibu buat keripik" jawab ibu yang di jawab o oleh rudi.
Terdengar hp Rudi berbunyi menandakan ada panggilan masuk Rudi yang mendengar itu melihat dan berjalan kluar untuk menerima panggilan.
"Semuanya saya pamit duluan ya"pamit Rudi buru buru.
"Kenapa mas?" tanya Mirna mihat Rudi yang terburu buru.
__ADS_1
"Tadi mama menelpon katanya Windi kecelakaan"jawab Rudi berlalu keluar tanpa melihat raut wajah kecewa Mirna.
"Kamu tak berubah mas" batinnya kecewa apalagi melihat Rudi yang tak menyapa atau mencium anaknya seperti biasanya.