
Mirna memeriksa hpnya berharap ada pesan dari William untuknya tapi tak seperti yang ia harapkan.
"Apa William benar benar mengikhlaskanku atau dia tak pernah serius mencintaiku"ucap Mirna pada diri sendiri. padahal dia yang menyuruh William melepaskannya tapi dia juga yang masih berharap.
"Aduh aku ini kenapa tidak tau malu sekali aku yang menyuruhnya melepaskanku tapi mengapa sekarang justru aku yang berharap dia mengabariku"lanjutnya mengetuk kepalanya menggunakan tangan.
"Lama lama aku bisa gila"ucapnya melempar hpnya dan merebahkan diri di ranjang baru ia akan menarik selimut terdengar ketukan pintu dari luar kamar. Ia bangun dan begegas membuka pintu tapi ia di buat tercengang dengan apa yang ia lihat.
"Yuni pandu kalian ngapain bawa bantal bahkan guling juga"tanyanya heran melihat adik dan iparnya membawa guling ke kamarnya.
"Mir gue mau tidur sama lo ya biar seru, sekalian kita nonton tv bareng di kamarmu kan ada tv-nya"jawab Yuni masuk tanpa di persilahkan di ikuti pandu yang terlihat pasrah saja.
"Sabar mbak bawaan bayi"ucap pandu tak enak hati pada kakak iparnya itu. sedang Mirna hanya bisa pasrah dan mengikuti dua sejoli itu memasuki kamar.
"Ada Yuni di sini aku tambah gila"batinya frustasi. apa lagi setelah melihat yuni merebahkan tubuhnya di kasur bulu tipis yang biasa ia gunakan saat menonton tv.
"Mir gue sama pandu tidur di bawah, Lo tenang aja gue gak bakal ganggu tidur nyenyak Lo kok"ucap Yuni mendongak dengan senyum lebar di bibirnya.
"Terserah apa yg mau kalian lakuin gue mau tidur jangan ganggu"jawab Mirna ketus dan baru akan menaiki ranjangnya terhenti mendengar perkataan yuni selanjutnya.
"Weitthh tunggu dulu, Lo temenin gue sama ayang pandu nonton film horor dulu baru boleh tidur gue janji gak bakal ganggu Lo lagi setelah ini"ucap Yuni "Ayolah seksi ini demi anak yang ada di perut gue, emang lo mau punya ponakan ileran"lanjutnya lagi dengan wajah memohon mau tak mau Mirna duduk dan mengikuti kemauan adiknya itu.
__ADS_1
"Janji ya setelah ini Lo diem adem ayem gak aneh aneh lagi"ucap Mirna memperingati
"Oke gue janji deh" jawabnya "sayang kamu nyalain dong tv-nya, kasetnya yang tadi aku kasih itu ya"ucapnya pada suaminya. Pandu yg mendengar itu menyalakan tv dan memutar kaset yang di berikan istrinya tadi.
"Sekalian matiin tu lampu"ucap yuni menyuruh suaminya, dan pandu hanya menurut saja tanpa curiga lalu ikut berbaring tengkurap di samping istrinya. sedang Yuni berada di tengah tengah.
"Yun aku nyalain lampu tidur dulu ya kasian bintangnya"ucap Mirna tanpa curiga
"Udah deh mir Lo itu ribet banget biarin aja nanti juga terang lagi"jawabnya dan Mirna hanya bisa pasrah
"Kalok bukan adek udah gue gantung Lo"batinya kesal sedang pandu diam saja menunggu filemnya di mulai.
"Aaaaaaaaaaaaaaaa"suara ketiganya berteriak nyaring memenuhi isi kamar, bintang yang mendengar itu lansung terbangun dan menangis. sedang Mirna, pandu dan Yuni berlari keluar kamar koncar kancir. Mereka bertiga berpelukan erat di luar kamar saking takutnya dan membiarkan bintang mengis sendiri di dalam kamar. dan tiba tiba pundak mereka ada yang memegang dari belakang.
"Aaaaaaaaa hantuuu" ucap ketiganya berlari memasuki kamar dan kluar lagi berteriak "hantuuuuuuuuu" ucap ketiganya lagi berlari dan berteriak kencang sedang Mirna berteriak sambil mengeratkan gendongannya pada bintang yang semakin kencang menangis.
"Huhhhh huhhhh huhhhh"Sura nafas mereka bertiga ketakutan duduk di ruang tamu merapat berdekatan karna saking takutnya.
"Apa kalian sudah tidak waras"omel ibunya mengambil bintang dan menenangkannya agar berhenti menangis.
"Kalian ini seperti anak kecil saja"lanjut bapaknya sedang Aldi hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan adik dan iparnya itu.
__ADS_1
"Mirna, Yuni, pandu kalian sudah dewasa tapi mengapa bertingkah kekanakan seperti ini"omel ibunya lagi sambil menggendong bintang yang sudah berhenti menangis.
"Apa kalian tidak malu sama tetangga tetangga di luar seperti anak kecil saja"lanjut bapaknya tak habis pikir
"Ini kasetnya lain kali jangan di putar waktu malam"ucap pandu menaruh kaset yang tadi ia kluarkan dari CD.
"Yuni kamu keterlaluan sekali"ucap Mirna melotot kesal berlalu memasuki kamar dan buru buru kluar lagi.
"Kenapa?"tanya Aldi heran
"Aku gak berani bang nanti biar aku tidur sama Abang aja ya"jawab Mirna
"Aku juga gak berani aku ikut tidur di kamar Abang aja"ucap Yuni memohon
"Kan ada pandu"jawab Aldi
"Aku juga gak berani deh bang Yuni jahilnya gak ketulungan tadi pas pulang dari apartemen William dia ngagetin aku dengan dandan kayak hantu" jawab pandu menyerah karna sudah tak sanggup di buat senam jantung oleh istrinya itu.
"Yuni kamu itu" ucap ibunya terpotong dengan omongan putri bungsunya itu "Bu sudah Bu, aku tak sanggup lagi besok saja lanjut ngomelnya"ucapnya memohon.
Dan malam itu mereka semua tidur di ruang tv sekeluarga.
__ADS_1