
Pagi ini seperti yang sudah di rencanakan Mirna dan Aldi akan berangkat ke Jakarta.
"Mir Lo tenang aja gue pasti bakal sering sering kesana nanti"ucap Yuni bergelayut manja di lengan kakaknya. "Pokoknya Lo gak usah kangen deh gue janji bakal sering sering kesana"
"Idih pede benerr"sahut mirna.
"Ngaku deh Lo pasti sedihkan pisah sama gue"
"Elo kali yang sedih"jawab Mirna
"Emang iya gue sedih"ucap Yuni semakin mengeratkan pegangannya di lengan kakanya itu.
"Ya udah, sedih sih sedih tangan gue nih pegel, Lo tuh berat tau."Mirna mencoba menarik tangannya karna merasa kesulitan berjalan di sebabkan Yuni yang bergelayut seperti anak kecil.
"Ya elah mir pelit amat"ucap Yuni melepaskan tangan Mirna.
"Serah Lo deh,, gue susah jalan tau"jawab Mirna menarik kopernya keluar rumah sedangkan Yuni menghampiri Aldi.
"Bang,, Mirna tu jahat deh, aku kan cuma mau manja manjaan sama dia."adu Yuni kepada kakaknya Aldi.
"Sini sama Abang aja"jawab Aldi tersenyum dengan tingkah mengemaskan adik bungsunya.
"Ihh bang Aldi pengertian"Yuni tersenyum menggandeng kakanya keluar rumah.
Sesampainya di luar Mirna melihat Rudi dan Windi keluar dari dalam mobil dan menghampirinya sekeluarga. Rudi terlihat salah tingkah melihat Mirna dan keluarganya berdiri di halaman rumah, sedang Windi terlihat menundukan kepalanya cangung.
__ADS_1
"Assalamualaikum"ucap keduanya yang di jawab Waalaikumsallam Mirna dan keluarganya.
"Bapak, ibu. maafkan saya"ucap Rudi menyalami orang tua Mirna. "Saya minta maaf"ucapnya lagi semakin menunduk.
"Tidak tau malu"Ketus Suryo, Rudi dan Windi yang mendengar itu semakin menundukan kepalanya menyesal. "Sudah sudah kita bicarakan semuanya baik baik, ayo duduk nak Rudi ajak istrinya"ucap bapak menengahi.
Rudi dan Windi merasa malu dengan kebaikan keluarga Mirna yang begitu baik masih saja mau memaafkan meski mereka sudah berulang kali menyakiti hati putrinya.
"Bapak ibu sekali lagi saya minta maaf"ucap Rudi setelah mendudukan dirinya.
"Rudi apa kamu tidak malu meminta maaf pada kami setelah apa yang sudah kamu lakukan, kamu bukan hanya menyakiti kami bahkan kamu juga telah menipu kami, tidak tahu malu."ucap Suryo geram mendengar permitaan maaf Rudi yang kesekian kalinya, Sedangkan Mirna dan yang lainnya hanya terdiam mendengarkan hingga bapak mulai berbicara lagi.
"Sudah sudah semua sudah terjadi, nak Rudi jujur saya sangat kecewa kepada kamu bahkan hingga sekarang rasanya sangat sulit untuk memaafkan kamu dan keluargamu atas penghinaan yang kalian berikan. Tapi di sini saya masih melihat kamu sebagai seorang ayah yang bertanggung jawab kepada bintang anakmu dan mirna, saya sebagai orang tua Mirna merasa sangat tersingung dengan semua perkataan orang tuamu, seakan saya sebagai ayahnya tidak mampu mendidik anak saya dengan baik. Tapi di sini saya sebagai kakek dari bintang putramu tidak ingin egois dan memisahkan kamu dari anak kandungmu sendiri, karna itu saya masih ingin membicarakan semua masalah kamu dan Mirna dengan kepala dingin."ucap bapak bersikap bijak.
"Terimakasih pak masih mau memaafkan saya"jawab Rudi. "Saya belum memaafkan tapi mencoba memafkan"tegas bapak memperjelas perkataannya, mendengar itu Rudi menelan ludahnya susah payah mendengar perkataan bapak.
Setelah percakapan panjang lebar antara bapak dan Rudi selesai tiba saatnya Mirna, bintang dan Aldi berangkat ke Jakarta.
"Bintang ayok sini sama om"ucap Aldi mengambil bintang dari gendongan Rudi papanya.
"Bintang di sana jangan nyusahin mama sama om ya sayang"pesan Rudi seraya mengelus kepala anaknya dengan mata berkaca kaca.
seandainya dia lebih bisa menjaga kluarga kecilnya semua ini pasti tidak akan terjadi sesal Rudi menyalahkan kebodohannya selama ini.
"Al saya titip bintang sama kamu, tolong jaga dia dengan baik."ucap Rudi mencoba menahan air matanya, Ingin sekali dia mengatakan titip Mirna dan bintang akan tetapi dia sadar diri tak berhak mengatakan itu.
__ADS_1
Kemudian ia mengalihkan pandangannya kepada mirna, ingin sekali rasanya ia membawa wanita cantik yang sampai sekarang masih bersemayam di hatinya ini kedalam pelukannya dan tak akan ia lepaskan lagi akan tetapi ia sadar diri akan posisinya sekarang.
"Aku titip bintang jaga dirimu baik baik, aku pasti akan sering kesana nanti."pesan Rudi dengan mata memerah terlihat sekali saat ini ia sedang ingin menangis. "Iya mas"jawab Mirna mencoba tersenyum meski di lubuk hatinya yang terdalam melihat Rudi seperti ini ia juga merasa kasihan.
"Mir,, sekali lagi maafin aku, jaga dirimu dan bintang baik baik "ucap Windi memberanikan diri, jujur saat ini ia rasanya sangat malu berhadapan dengan Mirna dan keluarganya ia merasa tidak pantas di perlakukan begitu baik oleh Mirna dan keluarganya.
"Emm,, aku sudah memaafkanmu, terimakasih sudah datang"Mirna tersenyum dan mengusap bahu Windi meyakinkan bahwa saat ini ia baik baik saja.
Windi terlihat ragu ingin mengatakan sesuatu, Mirna yang melihat keraguan di wajah Windi mencoba bertanya. "ada apa?"
"Anu,, apa aku boleh mengendong bintang sekali saja"ucap Windi penuh harap.
Mirna yang mendengar itu tersenyum kemudia mengangguk. "terimakasih"ucap Windi dan mengambil bintang dari gendongan Aldi.
"Bintang maafkan mama, aku harap kelak saat kamu dewasa kamu Sudi memangil wanita hina ini dengan sebutan mama"batinya, ia mencium puncak kepala anak tirinya itu lama, ia rasanya teramat bahagia bisa menggendong bintang.
"Bu, pak semuanya aku pamit"pamit Mirna setalah menyalami keluarganya satu persatu.
"Sering seringlah pulang, jangan seperti abangmu meski dekat tak ingat jalan"Sindir sang ibu sedang yang di sindir hanya cengar cengir.
"Iya Bu Mirna akan sering pulang"jawab Mirna tersenyum menatap perempuan tangguh di depannya ini, jujur sangat berat ia mengambil keputusan ini hanya saja ia terlalu lelah dengan keadaan yang sedang menimpanya saat ini anggap saja ia lemah karna itu semua kenyataan. "Mir Lo tenang aja gue bakalan sering sering kesana, setiap Lo kangen lansung telpon"ucap Yuni memeluk kakaknya itu erat, saat ini ia akan merasa sangat kesepian karna teman berantem sekaligus teman curhatnya akan tinggal berjauhan dengannya.
"PD bener Lo"jawab Mirna tapi mengencangkan pelukannya. "Lo harus baik baik saja"bisik Yuni dengan mata berkaca kaca karna akan tinggal berjauhan dengan kakanya itu.
"Lo tenang aja gue kuat"
__ADS_1
Setelah berpamitan kepada semua keluarganya Mirna dan Aldi berangkat menggunakan mobil Mirna sedang motor Ardi terpaksa harus ia tinggalkan karna dia yang harus menyetir mobil adiknya itu.