
Mirna termenung di kamarnya memikirkan semua perkataan kakanya, tadi setelah Suryo pamit ia membaringkan bintang yang telah tertidur di gendongan kakanya Aldi. Tak lama terdengar bunyi hpnya bergetar menadakan ada pesan masuk.
π William
Sayang mau makan siang denganku
πMy
Baiklah, ada yang ingin aku bicarakan juga.
Mirna menitikan air matanya berat rasanya harus mengakhiri hubungannya dengan William yang baru semalam terjalin. tapi apa yang di katakan kakanya Suryo ada benarnya juga, seandainya kluarga William tidak dapat menerima kehadiran dirinya dan bintang ia mungkin akan semakin terluka nantinya. Ia berfikir mungkin ini saat yang tepat untuk mengakhiri hubungannya dengan William sebelum mereka saling menyakiti nantinya. meski ia rasanya berat melepas William tapi ia tak boleh egois ini demi anaknya.
π William
Aku akan menjemputmu
πMy
Tidak aku yang akan kesana sendiri kirimkan saja alamatnya
π William
Baiklah datanglah ke restoran ΓΓΓ...
Mirna memasukan hpnya ke dalam tas menitipkan bintang pada ibunya dan lasung mengemudikan mobilnya menuju restoran yang di maksud William.
"Ya Allah apa yang harus aku katakan"batinnya turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam restoran. Di lihatnya kanan kiri tapi ia tak menemukan apa yang ia cari "Apa William belum sampai bukakanlah restoran ini sangat dekat dengan rumah sakit tempatnya bekerja"pikirnya mengeluar kan hp dan mengirimi William pesan.
πMy
Will kamu di mana
πWilliam
Aku ada di parkiran tadi ada urusan sebentar kamu tunggu aku saja di dalam
Mendapat jawaban seperti itu Mirna duduk menunggu William.
"Hy sayang" ucap William mencium pipi Mirna dari belakang
"Will duduklah" ucap Mirna tak sanggup menatap William
Tak lama pelayanan restoran datang dan pergi setelah mencatat makanan yang di pesan.
"Mir tadi kamu mau ngomong apa" tanya William
__ADS_1
"Nanti saja Will setelah makan"ucap Mirna ragu
"Baiklah sayang"jawab William menggenggam tangan Mirna posesif, Mirna yang melihat itu semakin serba salah mau bicara tapi takut menyakiti William tapi mau bagaimanapun reaksi William nanti ia harus menerimanya pikirnya dan tak lama pesanan mereka datang.
William yang melihat Mirna melamun tanpa memakan makananyapun bertanya.
"Sayang ada apa?"tanyanya
"Ahh tidak makanlah"jawab Mirna memasukan makanan ke mulutnya.
"Baiklah jangan melamun nanti kamu kesurupan"canda William, Mirna yang mendengar itu hanya tersenyum mengunyah makanan yang susah sekali ia telan.
"Will ada yang mau aku omongin"ucap Mirna melihat makanan William telah habis.
"Mir habiskan makananmu dulu"jawab William
"Tidak Will aku sudah kenyang" ucap Mirna
"Baiklah apa yang ingin kamu katakan" jawab William tersenyum
"Will aku" ucap Mirna menunduk dengan mata yang memerah.
"Sayang kamu kenapa"tanya William melihat Mirna yang ingin menangis, baru William akan berdiri tapi ia urungkan mendengar kalimat Mirna selanjutnya.
"Sayang kamu jangan benggini kita baru jadian, jika aku ada salah ayo katakan tapi kita jangan putus ya ya"jawab William panik.
"Aku gak bisa Will, aku akan kembali ke mas Rudi"ucap Mirna
"Mirna kamu jangan mempermainkan ku"jawab William marah.
"Aku serius Will aku tak pantas buat kamu"ucap Mirna
"Kenapa kamu begini memberikanku harapan dan sekarang menjatuhkanku dengan begitu cepat"jawab William
"Carilah wanita lain aku harap kamu bahagia meski bukan bersamaku"ucap Mirna baru akan berdiri William memegang pergelangan tangannya kuat.
"Kamu tidak bisa seperti ini mir"Jawab William menarik Mirna keluar dari restoran karna ia tak ingin menjadi tontonan orang banyak karna bertengkar di dalam restoran.
"Masuk" perintah William dengan wajah memerah menahan amarah.
"Tidak Will jangan seperti ini aku mohon" ucap Mirna menangis.
"Kamu mau masuk atau aku yang akan memaksamu" ancam William
"Tapi Will"ucap Mirna
__ADS_1
"Lihatlah kita akan menjadi tontonan orang banyak jika terus berada di sini" jawab William dan Mirna terpaksa masuk kedalam mobil. William mengemudikan mobilnya kencang meninggalkan restoran, Mirna yang menyadari itu berteriak panik.
"Will aku mohon jangan begini kita bisa kecelakaan jika kamu mengemudi seperti ini"ucap Mirna memohon.
"Kamu pikir aku perduli"jawab William
"Will setidaknya pikirkan bintang siapa yang akan merawatnya jika aku kenapa Napa"ucap Mirna semakin menangis, mendengar itu William memelankan mobilnya dan seketika hening tak ada yang bersuara William sesekali melihat Mirna yang terdiam menitikan air matanya. Setelah sampai William menghentikan mobilnya di sebuah apartemen yang pernah ia dan Mirna datangi.
"Turun mir"ucap William
"Mau apa kita kesini"tanya Mirna panik.
"Sudah turun saja aku tak akan macam macam"jawab William mendengar itu Mirna turun dari mobil dan mengikuti William memasuki apertemen mewah itu.
Sesampainya di dalam William mempersilahkan Mirna duduk lalu ia berlalu kedapur mengambilkan air minum.
"Minumlah mir"ucap William menyerahkan air putih dingin.
"Terimakasih"jawab Mirna meminum minumannya, melihat Mirna yang sudah berhenti menangis William duduk di samping Mirna dan memeluknya erat.
"Bicaralah mir, aku janji tak akan marah" ucapnya mengecup kepala Mirna.
"Will maafkan aku, tak seharusnya aku menerimamu tadi malam aku bukan ingin menyakitimu maaf tapi kita harus sudahi saja hubungan kita sampai di sini aku akan kembali pada mas Rudi" ucap Mirna menitikan air mata.
"Lalu bagaimana dengan aku"tanya William
"Kamu akan mendapatkan perempuan yang lebih baik dari aku, aku tak pantas untukmu"jawab Mirna
"Kamu yang tak pantas atau aku yang tak pantas untukmu"tanya William lagi.
"Aku, aku yang tak pantas untuk laki laki sebaik kamu"jawab Mirna
"Jika aku baik lalu kenapa aku tak pantas untukmu"tanya William mencium kepala Mirna lagi.
"Will jangan menanyai pertanyaan yang terlalu banyak padaku aku tak tau harus menjawab apa" jawab Mirna menatap mata William.
"Baiklah, jujur rasanya aku sangat ingin marah tapi aku bisa apa pergilah jika kamu merasa dia lebih pantas untukmu"ucap William menghapus air mata Mirna. "Apa kamu menangis karna mengasihani aku"tanyanya melihat Mirna hanya terdiam.
"Aku menangis karna mencintai kamu bodoh"batin Mirna
"Sudah jangan menangis, aku tak apa apa bahagialah dengan dia. karna jika tidak, apa kamu tak malu menyia nyiakan pria setampan aku hanya karna dia yang menyia nyiakanmu"lanjutnya bercanda, Mirna yang mendengar itu bukannya tertawa tapi justru memeluk William erat. "Mengapa sangat sakit" batinya.
"Will maafkan aku" ucap Mirna mendongakan wajahnya menatap William.
"Tidak apa apa peria tampan sepertiku banyak yang mengantri"jawab William pura pura tersenyum tapi bagi Mirna ia merasa takut William akan di miliki orang lain, tapi ia sudah mengambil keputusan ini apapun yang terjadi.
__ADS_1