
Seperti yang telah di janjikan Rudi, malamnya ia datang bersama Lidya dan suaminya, kedatangannya di sambut hangat oleh kluarga Mirna. Terutama Suryo yang terlihat sangat antusias menyambut kedatangan mantan adik iparnya itu, Ia sangat bahagia karna Mirna mau mendengarkan saran darinya.
Sepulang dari kafe Mirna memang mengabari niatnya yang akan kembali rujuk dengan Rudi kepada keluarganya, mereka cukup terkejut dengan apa yang di sampaikan Mirna dan lebih terkejut lagi saat Mirna mengatakan bahwa Rudi dan keluarganya akan datang nanti malam untuk lamaran.
Mereka sekeluarga sangat bahagia dengan keputusan Mirna yang akan kembali rujuk dengan Rudi. Apalagi melihat bintang yang menjadi korban keegoisan orang tuanya.
"Assalamualaikum" salam Rudi dan kakaknya
"Waalaikumsallam"jawab semua yang ada di rumah itu dengan senyum lebar akan tetapi senyuman mereka lasung memudar melihat Rudi hanya datang bersama kakak dan iparnya tanpa ada kedua orang tuanya yang mendampingi.
Lidya dan suaminya yang melihat itupun merasa sangat bersalah tapi ia berusaha membuat alasan agar mereka dapat di terima dengan baik oleh keluarga Mirna.
"Ibu bapak semuanya saya sebagai wali mengantikan mertua saya untuk mewakilkan mereka malam ini, sebab beliau tidak bisa hadir di karnakan menghadiri acara kelurga di luar kota"ucap suami Lidya tak enak hati.
Mereka sekeluarga yang mendengar alasan itu berusaha memaklumi meski mereka sungguh menyangkan sikap orang tua Rudi yang menurut mereka tak sepatutnya menghadiri acara saat putranya akan lamaran.
Setelah mengutarakan niatnya dan berbincang panjang lebar, Rudi dan kakaknya pamit di karnakan anaknya Lidya masih terlalu kecil untuk di tinggal lama.
Apalagi kluarga mirna menyetujui niat Rudi yang akan melaksanakan ijab Kabul besok malam tanpa merasa curiga sedikitpun. mereka merasa apa yang di katakan Rudi ada benarnya sesuatu yang baik jangan di tunda tunda.
"Mir abang harap kamu bahagia dengan keputusan yang kamu ambil"ucap aldi yang juga ikut mengantar kepulangan Rudi dan kakaknya sampai halaman rumah, Mirna yang mendengar itu menoleh kearah kakaknya.
"Aku juga berharap begitu bang"jawab Mirna tersenyum
"kamu tau Abang sangat menyayangimu untuk kali ini Abang hanya ingin kamu bahagia"ucap aldi merangkul adiknya masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Mir sini bantuin gue bawa gelas"Teriak Yuni. terlihat kewalahn membawa gelas di tangannya. Mirna yang mendengar itu melepaskan rangkulan kakaknya dan berlari pelan mengambil gelasnya separuh dari tangan Yuni, sedang Aldi berlalu menuju ruang tv.
"Yuni kamu ini bawa apa apa itu jangan banyak banyak gak baik buat ibu hamil"omel Mirna menaruh gelas di meja dapur.
"Cie cie yang perhatian"ledek Yuni menyengol lengan kakanya itu pelan.
"Lo ini di bilangin,,, gue kan sayang lo makanya perhatian"ucap Mirna sedang Yuni yang mendengar itu menangis terharu.
"Eh ehhh kok malah nangis"
"Gue terharu mir ternyata setelah balikan sama bang Rudi lo baru nyadar kalok lo itu sayang gue"jawab Yuni terharu pilu.
"Dasarrr"ucap Mirna menonyor kening adiknya itu lalu memeluknya.
"Kali ini lo harus bahagia seksi, gak boleh sedih sedih lagi"ucap Yuni membalas pelukan kakanya. dia sangat kasian dengan kakak perempuannya itu, meski sering berantem dia sangat menyayangi Mirna karna itu semenjak Mirna bercerai ia sering sekali menginap untuk sekedar menghibur atau menjahili kakaknya.
Sedangkan di tempat lain tepatnya di apertemen Rudi, ia terlihat sedang duduk bersandar di sofa ruang tamu bersama kakak dan iparnya.
"kak aku makasi banget kakak udah mau nolongin aku"ucap Rudi pada kakak dan iparnya.
"Rud kakak harap semua yang kamu lakuin ini tidak menjadi musibah buat kamu"ucap Lidya tanpa membalas ucapan adiknya.
"Maksud kakak"tanya Rudi
"Rud kita udah bohongin semua orang bukan hanya papa dan mama tapi seluruh kluarga mirna"jawab Lidya sedang suaminya hanya diam mendengarkan.
__ADS_1
"Kak aku gak bermaksud berbohong cuman aku gak mau kehilang Mirna untuk yang kesekian kalinya"ucap Rudi
"Kakak tau cuman apa yang kita lakuin ini salah seharusnya kamu ceraikan Windi dulu baru kita melamar Mirna"jawab Lidya lagi.
"Kakakkan tau gimana papa sama Mama mereka gak bakal ngizinin aku ceraiin Windi"ucap Rudi frustasi
"Tapi bagaimana kalau Mirna tau kamu udah nikah sama Windi"tanya Lidya
"Sebelum dia tau, aku akan bawa dia jauh dari jangkauan papa sama Mama. dan aku akan berusaha ngeyakinin papa mama bahwa cuman Mirna yang terbaik buat aku bukan windi"jawab Rudi yakin
"Kakak harap semua akan baik baik saja"ucap Lidya
"kakak tenang saja"jawab Rudi tersenyum menenangkan kakaknya yang terlihat sangat cemas.
Dia teringat tadi siang kakanya tidak setuju dengan rencananya yang akan melamar Mirna karna ia masih bersetatus suami dari Windi. Akan tetapi ia terus memohon mohon agar kaknya itu mau menolongnya.
#Flashback
"Rudi kamu kalau gila gila aja jangan bawa bawa kakak"ucap Lidya terkejut mendengar permintaan adiknya itu.
"Ayolah kak cuman kakak yang bisa bantuin aku kakakan tau sendiri kak Jayadi dan kak sari gak suka sama Mirna"jawabnya memelas
"Yaudah yaudah kakak bantu cuman kali ini aja ya, tau gini nyesel aku pulang ke Bandung dan nginep di apertemen kamu"ucap Lidya kesal.
"Makasi kakakku yang cantik dan menggemaskan"ucap Rudi mencubit pipi kakaknya gemas tanpa perduli Lidya yang sangat kesal kepadanya.
__ADS_1
"Rudi kamu ini menyebalkan".
#Flashback off.