
drttt drttttt,, Suara getaran begitu nyaring terdengar di telinga pemuda tampan yang sedang menikmati tidur nyenyaknya karna hari ini dia bisa beristirahat denngan tenang tanpa terbebani dengan pekerjaan.
"Ya hallo"
"William, buka pintu apertememu"Teriak wanita yang menghubunginya.
"Aduh maa, iya iya mama jangan teriak begitu telingaku sakit mendengarnya"jawabnya kesal bagaimana tidak ia hari ini sengaja tak masuk kerja karna ingin beristirahat penuh malah di ganggu dengan suara cempreng mamanya. "Tau begini mending aku kerja saja"keluhnya bangun dari tempat tidur.
"William kamu ini sudah siang masih molor, mentang mentang rumah sakit milik keluarga, kamu seenaknya saja tidak masuk kerja."omel mamanya nyelonong masuk sedang sang papa hanya mendengarkan sambil menarik dua koper di kedua tangannya.
"Ma seharusnya mama nanyain kabar aku bukan malah ngomelin aku"keluh William.
"Mama tau kamu pasti sehat, tuh buktinya kamu kekar dan kusut lantaran tak punya pasangan."sindir mamanya.
"Apa mama sama papa gak kangen sama aku kok gak peluk sih"protes William tanpa memperdulikan sindiran mamanya.
"Gak usah lebay deh Will baru juga dua Minggu kamu di sini mama belum kangen"jawab mamanya berlalu menuju dapur, sedang papanya hanya tertawa mendengar perkataan istrinya.
"Iyshh,, mama ini tetap saja menyebalkan"cibir William tapi tak di hiraukan mamanya.
"Wah kopernya besar ya, papa pasti kesini ngajakin mama bulan madu"tanyanya
"Bulan madu apanya papa sama Mama kesini karna ada urusan bisnis yang harus di kerjakan"jawab papanya sedang sang mama belum keluar dari dapur.
__ADS_1
"Oh ya pa, kok kopernya di bawa kesini gak lasung di bawa ke hotel."tanya William takut takut orang tuanya akan tinggal di apertemen bersamanya.
"Eh tuyul jelas lah mama sama papa bawa koper kesini orang kami akan tinggal di sini, iya kan pa."jawab mama keluar membawa minuman.
"Iya"jawab papa pasrah dengan kemauan istrinya dari pada di amuk dan tak dapat jatah mending pasrah pikirnya cari aman.
"kalian pasti becanda kan"tanya William berharap orang tuanya hanya becanda.
"Becanda apanya, kamu gak suka ya mama tinggal disi sama papa."plotot mama marah.
"Iya,,, ehhh suka kok"jawab William cari aman sedang papanya berusaha menahan tawa melihat anaknya gelagapan.
"Maa, tapi kok mama tinggal di sini sih ? kan kalok di hotel atau di apertemen kaliankan lebih enak berdua duaan atau main goyang goyangnya"provokasi William agar orang tuanya tidak tinggal di apartemennya. "Atau di mansion aja lebih nyaman"
"Ihh manihong sama meta males, kayak gak ada perempuan lain aja."ucap William bergidik ngeri. "Mending sama Mirna, tapi sayang istri orang"batin William lemas, karna dia belum tau tentang Mirna yang batal rujuk dengan Rudi.
"Heh bujang lapuk makannya cari pacar atau istri sekalian biar kamu ada yang urus"jawab mama melihat anaknya ogah ogahan.
"Pa mama bahas menatu terus tuh, mending papa aja yang nikah lagi biar mama ada temen"ucap William kepada papanya.
"Ide bagus"jawab papanya tertawa, seraya meminum minumannya.
"Langkahi dulu mayat saya"ucap mama berkacak pinggang.
__ADS_1
"Tuh pa kata mama di suruh langkahi mayatnya"kikik William.
"Anak kurang ajar"omel mama menjewer telinga William keras.
"Aduh ma ampun aku cuma becanda"William mengaduh kesakitan sedang papanya tertawa memprovokasi.
"Tarik aja ma sampai lepas"tawa papa melihat William kesakitan.
"Papa juga sama"ucap mama menjewer telinga suaminya.
"Aduh ma ampun, salah papa apa"
"Apa papa bilang, salah papa itu karna menyetujui perkataan curut yang satu ini."jawab mama semakin mengencangkan jewerannya.
"Ampun ma ampun"ucap papa.
"Auuu maa, lepasin dong ma ini sakit banget"mohon William.
"Iya ma ini sakit"ucap papa memelas.
"Mmm sakit yaaa,, nanti malam papa tidur diluar"ucap mama melepaskan jewerannya dan berlalu kekamar. mendengar itu papa gelagapan lasung mengejar istrinya, sedang William tertawa seraya memegang telinganya yang sudah memerah.
"Ma jangan kasih masuk papa nakal"tawa William.
__ADS_1
"Anak kurang bakti"umpat papa sedang William hanya tertawa melihat papanya mengedor gedor pintu.