
Mirna mengerjapkan matanya "Dimana ini"ucapnya melihat sekeliling kamar luas yang kini ia tempati, ia coba mengingat ingat tentang kejadian yang menipanya tadi siang. "Apa ini rumah William" lanjutnya karna seingatnya ia bereriak seperti orang gila di jalan dan William membawanya masuk kedalam mobil dan entah kemana William membawanya ia tak tau karna seingatnya ia sangat marah waktu itu.
"Kamu sudah bangun" tanya William melihat Mirna keluar kamar dan memperhatikan sekeliling ruangan. "Ini apertemenku, kamu tenang saja aku gak ngapa ngapain kamu"lanjutnya menatap Mirna.
"Mengapa kamu membawaku kesini" tanya Mirna
"Aku hanya mengira kamu tak akan mau pulang kerumahmu dan memperlihatkan hidung merah serta mata sembabmu" ejeknya "Aku juga kasian melihat bintang jika harus ditinggalkan sekecil itu oleh ibunya"ejeknya lagi
"Kamu menyumpahiku mati"Ketus Mirna kesal
"hy nona kapan aku menyumpahimu justru aku menyelamatkanmu, dan duduklah makan makanan ini aku tau kamu belum makan dari siang"printahnya melihat Mirna yang hanya berdiri.
"kamu tidak meracunikukan?" tanya Mirna curiga dan lansung duduk.
"Apa kamu takut aku racuni setelah semua perbuatan kejammu padaku"Ejek William melihat Mirna yang hanya duduk dan tak menyentuh makanannya.
"Sudahlah kamu makan saja dan jangan terlalu banyak berfikir nona kejam, aku juga sangat lapar karena menunggumu bangun biar bisa makan bersama" lanjutnya sembari memakan makanannya dan di ikuti Mirna karna ia juga benar benar sangat lapar.
"Dimana mobilku" tanya Mirna
"Ada di bawah kamu tenang saja aku sudah menyuruh orang untuk membawanya kemari, atau kamu mau menginap saja di sini" goda William tersenyum menatap Mirna.
"Dalam mimpimu" jawab Mirna sambil meminum minumanny.
Selesai makan Mirna masuk lagi ke dalam kamar William untuk membasuh mukanya dan merapikan penampilannya, sedang William membersihkan bekas makannya dan Mirna.
"Seharusnyakan ini tugasnya dia sebagai perempuan"ucapnya mengelap tangan setelah selesai mencuci piring.
"William aku akan pulang" pamit Mirna terlihat lebih segar karna sudah merapikan penampilannya.
"Apa kamu tidak ingin mengatakan sesuatu terimakasih atau maaf misalnya" tanya William melihat Mirna.
"Baiklah baiklah tuan mesum maaf untuk kata kata kasarku kepadamu dan terimakasih telah menolongku dan memberikan tumpangan tidur serta makan untuk wanita cantik dan imut ini"jawab Mirna percaya diri.
"Apa kita bisa berdamai sekarang" tanya William tersenyum.
"Tidak sebelum kau minta maaf kepadaku karna telah kurang ajar dirumahku sendiri" jawab Mirna
"Oh baiklah cantik aku minta maaf untuk kejadian itu, tapi mataku tak berbisa berbohong kalau kamu sungguh terlihat seksi "ucap William yang di pelototi Mirna dan mereka berdua tertawa.
Sejam lebih Mirna mengendarai mobilnya setelah memarkirkan mobilnya ia berjalan menuju pintu, baru akan membuka pintu tapi pintunya terbuka dari dalam.
"Mirna kamu habis dari mana apa ini caramu menjadi ibu yang baik untuk bintang" tegur Rudi yang ternyata sepulang kerja ia lasung kerumah Mirna karna khawatir melihat Mirna yang terlihat mengebut saat berkendara.
"Oh aku habis dari rumah Yuni" jawabnya ingin berlalu masuk tapi di hentikan Rudi.
"Apa kamu tidak apa apa aku melihatmu ngebut ngebutan tadi aku sangat khawatir"tanya Rudi
"Benarkah" jawab Mirna melihat Rudi. "Tapi kamu gak perlu khawatir aku baik baik saja, simpan saja rasa khawatirmu untuk dirimu sendiri"lanjutnya ketus.
"Mir aku minta maaf jika kamu marah dengan perkataanku,, jangan ketus begini" pinta Rudi membelai kepala Mirna ia sangat takut Mirna akan semakin membencinya. "Aku pulang dulu sebentar lagi mau malam jaga dirimu baik baik" sambung Rudi dan berlalu memasuki mobilnya.
Mirna yang melihat itu hanya terdiam melihat mobil Rudi telah menghilang dari pandangannya. "Ternyata masih ada getaran yang sama" batin Mirna memegang dadanya dan memasuki rumah.
__ADS_1
Malamnya terdengar salam dari luar rumah Mirna yang sedang menemani bintang bermain di karpet berdiri untuk membuka pintu.
"Yun lo ngapain malam malam kesini" tanya Mirna
"Mau nginep la." jawabnya nyelonong masuk
"kok tumben biasanya gak pernah nginep nginepan" tanya Mirna
"Gue males di rumah bang caaem gue juga lagi ada kerjaan di luar kota" jawabnya duduk dan membawa bintang kepangkuannya. Mirna yang mendengarnyapun mengangguk mengerti dan ikut duduk di karpet.
"Mir menurut Lo gue cantik gak"tanya Yuni
"Cantik emangnya kenapa?"tanya Mirna balik karna bingung dengan pertanyaan adiknya.
"gak ada gue cuman ngetes aja Lo masih melihat normal apa enggak"jawab yuni tertawa.
"Eh setan,, Lo kira gue buta apa" kesal mirna
"Ya elah mbak gak liat ini anak kecil gak boleh ngomong kasar" ucap yuni terbahak, Mirna yang kesal berlalu meninggalkannya Kekamar.
Lain halnya dengan laki laki tampan yang sedang melihat no handphone dari hpnya yang terus di pandangnya setengah jaman.
"Kalok aku SMS di bales gak ya"tanyanya pada diri sendiri seraya memandangi terus menerus no hp Mirna yang di mintanya sebelum pulang tadi.
💌 my
Hy mir kamu lagi apa ?
💌Xl-Akiata
Ada RBT terbaru untuk kamu Sahabt setia XL Akiata "Tak dapat perawanmu jandamupun jadi" silahkan ambil di *---#
"Sial apa operator sedang menghinaku" ucapnya kesal, tak lama terdengar lagi suara notifikasi.
💌Mirna
siapa ya?
💌my
Dokter tampan
💌Mirna
Dokter tampan siapa? saya tidak kenal saya cuma kenal dokter tua tetangga saya
💌 my
Tega sekali kamu tidak mengenalku aku William dokter tertampan di dunia
💌Mirna
Wah wah ternyata kamu mesum apa ini no hpmu?
__ADS_1
💌my
Tentu saja no hpku jelas jelas tadi aku sudah menyebutkan namaku
💌Mirna
Ada apa?
💌my
Tidak ada aku hanya rindu
💌Mirna
Hy,,mesum apa kamu sudah tidak waras
💌my
Sepertinya begitu karna merindukanmu aku jadi sedikit gila
💌Mirna
Sudah aku tidak ada waktu meladeni kegilaanmu jangan ganggu,,aku mau tidur
💌my
Kamu kok gitu padahal aku benar benar rindu💌my
Mirna aku rindu
💌my
Mirna bales dong
💌my
Teganya kamu ya,, sudahlah selamat malam
William urung uringan karna pesannya tak ada balasan ia berdiri dan berjalan menuju cermin.
"Apa aku kurang tampan hingga Mirna tak menyukaiku"tanyanya pada diri sendiri yang sedang melihat pantulannya di cermin.
"Tampan kok bahkan lebih tampan dari mantan suaminya yang kulihat di pesta pernikahan Vita"lanjutnya percaya diri.
Mirna yang baru saja akan tidur mendengar notifikasi begitu banyak melihat hpnya.
"Dasar kurang waras"ucapnya tersenyum melihat William terus mengiriminya pesan walaupun tak terbalas.
"Dari siapa mir" tanya Yuni. "gebetan baru ya kenalin dong mbk" lanjutnya lagi mencoba mengintip hp Mirna.
"Kepo banget sih kamu Yun" tegur Mirna menyimpan hpnya.
"Gak kepo gak dapet impo"jawab Yuni kesal yang tak di tanggapi Mirna karna sudah terlalu mengantuk.
__ADS_1