Tak Sampai

Tak Sampai
Nasihat suryo


__ADS_3

William masuk ke dalam rumahnya dengan wajah beseri seri sambil bersiul siul gembira, mama dan papanya yang baru selesai sarapan sedang mengobrol sebelum berangkat kerja merasa heran melihat putranya.


"William kamu terlihat bahagia sekali suara siulan mu saja terdengar merdu seperti seruling India"ucap mamanya tersenyum.


"Apa terlihat sekali ma?"tanyanya


"Tentu saja tembok saja tau kamu sedang bahagia"sindir papanya


"Ada apa kamu terlihat bahagia sekali bolehkah mama tau alasan bujang lapuk tak laku ini sangat bahagia"tanya mamanya


"Ma aku pernah membaca novel menceritakan orang yang terlalu ingin tau umurnya pendek "jawab William berlari sebelum sang mama mengamuk.


"William anak kurang ajar kembaliii, kamu nyumpahin mama umurnya pendek"ucap mamanya marah marah,papa yang mendengar itu menutup mulutnya ingin tertawa tapi tak berani bersuara.


"Papa ngetawain mama"ucap mama menatap tajam suaminya.


"Tidak,, mana berani papa melakukan itu"jawab papa cepat, bisa bahaya kalu Ketahun pikirnya.


Sedang William merebahkan tubuhnya di atas kasur melihat atap kamarnya sambil tersenyum senyum sendiri.


"Apakah aku tidak sedang bermimpi Mirna menerimaku menjadi pacarnya"ucapnya pada diri sendiri.


"Aku memang tampan mana mungkin Mirna tak jatuh hati pada peria setampan diriku" lanjutnya lagi memeluk guling panjang di kamarnya lalu menggulingkan badanya kekanan dan kekiri sambil tersenyum senyum hingga tanpa sadar ia sudah berada di sisi paling ujung ranjang dannn brakkkkkkk..


"Oh shiittt ini sakit sekali pinggangku encok kayaknya"ucapnya bangun dari lantai kamarnya sembari memegang pinggang dan kepalanya bagian belakang. "Apa kepalaku juga benjol,oh tuhan apa ini karma karna aku kurang ajar pada mama" lanjutnya lagi. bagaimana tak sakit ia jatuh dari ranjang yang lumayan tingi.


Di sisi lain terlihat laki laki duduk di ranjang memegang kemeja biru tua, melamun mengingat kenangannya dan mantan istrinya.

__ADS_1


"Apa aku tampan sayang"tanyanya setelah memakai kemeja yang di belikan istrinya.


"Tentu saja kau tampan jika tidak aku tak mungkin tergila gila padamu"jawab mirna tersenyum menatap suaminya.


"Apa itu artinya kau tak akan pernah meninggalkanku"ucapnya


"Tentu saja aku wanita yang sangattt beruntung memiliki suami sepertimu"jawab mirna mencium pipinya.


Ia menitikan air mata mengingat kenangan demi kenangan dengan Mirna dulu sebelum mereka bercerai.


"kamu bohong mir,, kamu bohong kamu meninggalkanku sendiri kamu membohongiku Mirna"ucapnya menangis


"Semua yang kamu ucapkan bohong, kenapa kamu tega meninggalkanku aku sangat mencintaimu" lanjutnya mencium kemeja biru pemberian Mirna. Tak lama terdengar suara pintu terbuka dari luar dan suara langkah kaki memasuki kamar.


"Mas sudahlah sampai kapan kamu begini" ucap Windi duduk memegang pundak suaminya.


"Auwww, sakit mas,,kamu jangan keterlaluan" ucap Windi berusaha bangun.


"Kamu pantas mendapatkan itu setelah Mirna kembali menjadi istriku aku akan menceraikan kamu"jawab Rudi berlalu keluar dan membanting pintu kamarnya keras meninggalkan Windi sendiri.


"Sampai kapan kamu begini mas"ucap Windi menunduk sedih dan kluar menyusul Rudi.


Mirna duduk menatap kakaknya Suryo yang katanya akan menyampaikan sesuatu, ia melihat raut keraguan dari wajah sang kakak.


"Bang Abang mau bilang apa"ucap Mirna melihat kakaknya yang dari tadi hanya diam menatapnya.


"Mir apa sebaiknya kamu terima saja Rudi kembali"jawab Suryo memandang sang adik yang terlihat terkejut mendengar perkataannya.

__ADS_1


"Maksud Abang"ucap Mirna memastikan bahwa ia tak salah dengar.


"Abang gak bermaksud ikut campur rumah tangga kamu tapi Rudi pernah minta tolong Abang buat ngomong sama kamu tentang keinginannya rujuk kembali" Suryo terdiam sejenak melihat adiknya yang hanya terdiam dan menundukan kepala. "Coba kamu lihat bintang dia masih terlalu kecil, dia sekarang memang tidak tau apa apa tapi nanti setelah dia besar dia pasti akan mengerti melihat teman temannya yg lain mempunyai keluarga yg utuh dan lengkap. dia pasti akan bertanya tanya kenapa orang tuanya tidak seperti teman temannya yang mempunyai kluarga yang utuh"lanjut Suryo mengutarakan maksudnya.


"Bang tapi keluarganya"ucap Mirna terpotong mendengar perkataan kakaknya.


"Lalu apa kamu pikir keluarga William akan menerimamu, menerima asal usulmu. William berasal dari kluarga kaya raya ayahnya seorang pengusaha, ibunya dokter sedang kita tak sepadan dengan mereka, jika kluarga Rudi saja menghina asal usulmu bagaimana dengan kluarga William yang lebih segala galanya dari kluarga Rudi. pikirkanlah nasib anakmu mir dia bukan hanya butuh sosok seorang ayah, tapi yang kelak dia butuhkan kasih sayang seorang ayah. jika sekarang kamu berfikir William menyayangi bintang lalu bagaimana dengan keluarganya apa dia bisa menyayangi bintang seperti menyangi cucunya sendiri. bagaimana dengan statusmu yang janda apa kamu pikir kluarga William akan menerima anaknya yang masih perjaka menikah dengan seorang janda" ucap Suryo panjang lebar, Mirna hanya terdiam sebenarnya ia ingin bertanya dari mana kakaknya tau hubungannya dengan William tapi ia ragu bertanya melihat raut kekecewaan di wajah kakaknya itu.


"Kamu tau Abang sangat menyangimu bahkan di antara Yuni dan Aldi kamu yang paling dekat dengan Abang, bukan Abang tidak menyukai William, dia anak yang baik hanya saja Abang tak mau melihat kamu terluka untuk yang kesekian kalinya. Mirna lihatlah anakmu pikirkan nasibnya jangan hanya karna kluarga suamimu kamu seperti ini setidaknya pikirkan perjuangan kalian dulu saat sebelum menikah. dulu kalian berusaha meyakinkan kami untuk menikah tapi sekarang kamu seakan mengaggap pernikahan hanya mainanmu saja, kamu sudah dewasa bukan anak anak lagi" lanjut Suryo menatap mata adiknya yang memerah.


"Bang aku akan coba pikirkan terimakasih untuk nasihatnya"jawab Mirna tulus.


"Mir kamu jangan menangis Abang berkata begini karena Abang sangat menyayangimu terlebih bintang Abang sangat menyanginya seperti anak kandung Abang sendiri. Kamu jangan merasa sendiri ada Abang ibu bapak Yuni Aldi kamu punya kami" ucap Suryo


"Dari mana Abang tau hubunganku dengan William" tanya Mirna ragu.


"Abang tadi malam melihat William kluar dari kamarmu"jawab Suryo, Mirna semakin menundukan wajahnya malu.


"Mir Abang harap kamu mendengarkan nasihat Abang pilihan ada di tanganmu pikirkan baik baik sebelum mengambil keputusan Abang tidak memaksamu untuk memilih hanya saja Abang memberikan nasihat kepadamu karna sudah tugas Abang menasihatimu"lanjut Suryo


"Iya bang"jawab Mirna tersenyum


"Ya sudah Abang mau masuk dulu, mau Pamit sama ibu bapak" ucap Suryo berdiri dari duduknya.


"Abang akan pulang"tanya Mirna melihat abangnya berdiri.


"Tentu, apa kamu masih mau mendengarkan nasihat Abang"tanya Suryo balik menggoda adiknya.

__ADS_1


"Tidak bang terimakasih sudah cukup tapi jika ingin di tambah boleh"jawab Mirna yang di sambut kekehean Suryo dan berlalu meninggalkan Mirna yang tersenyum. Mirna menghela nafas panjang berharap semua akan baik baik saja.


__ADS_2