
Rudi melajukan mobilnya cepat ia takut terjadi apa apa kepada Windi, karna sebelum kecelakaan ia dan Windi bertengkar hebat di karnakan Windi mengaku hamil anaknya. Rudi memang pernah meniduri Windi karna waktu itu Windi terus mengodanya tapi itu sudah sangat lama saat perceraiannya dan Mirna baru 5 bulan jika Windi hamil anaknyapun tak mungkin perutnya akan serata itu pikir Rudi, tapi Windi terus mengatakan bahwa dia hamil anaknya Rudi.
"Tuhan apa lagi ini"
"Bagaimana jika Windi mengatakan semuanya pada mama dan papa"erangnya frustasi melanjutkan kemudi dengan cepat menuju rumah sakit.
"Pa ma bagaimana keadaan Windi?" tanya Rudi melihat orang tuanya dan orang tua Windi menunggu diluar.
"Mama juga tidak tau tadi windi nelpon mama tiba tiba mama mendengar suara orang tabrakan dan itu Windi"jawab sang mama, tak lama dokterpun keluar.
"Keluarga pasien"
"Saya, bagaimana keadaan anak saya dok"tanya papanya windi
"pasien hanya mengalami luka kecil di bagian kaki dan dahinya bruntung tabrakan yang terjadi tidak terlalu keras"jawab sang dokter
"Lalu bagaimana dengan kandungannya dok"tanya Rudi orang tua Windi yang mendengar itu terkejut tapi tidak dengan orang tua Rudi.
"Kandungan"jawab dokter itu bingung "pasien tidak sedang mengandung"jawab sang dokter kemudian.
"Beraninya kamu berbohong Windi"batin Rudi mengepalkan tangannya dan akan berlalu pergi, mamanya yang melihat itu berlari mengejar Rudi.
"Rudi tunggu dulu" cegah sang mama menahan Rudi yang akan berlalu pergi.
"Ma ada apa lagi"tanya Rudi berbalik.
"Jangan marahi Windi itu rencana mama, mama yang menyuruhnya melakukan itu"jelas sang mama.
"Ma kenapa mama melakukan itu kepadaku ma"tanya Rudi tak menyangka.
"Sayang mama hanya ingin kamu menikahi Windi secepatnya" jawab sang mama. "Setidaknya sekarang kamu jangan pulang dulu temani Windi untuk malam ini demi mama"lanjutnya lagi
"Baiklah ma"jawab Rudi mengalah dan mengikuti mamanya keruang pasien.
"Rud aku minta maaf karna telah berbohong kepadamu"sesal Windi
"Sudahlah lupakan saja"jawab Rudi
"Tidak bisa Windi dan Rudi harus menikah bagaimanapun Rudi telah meniduri anak saya " perintah papanya Windi tiba tiba.
"Ia Rud nikahilah Windi setidaknya pertanggung jawabkan perbuatanmu yang telah menidurinya jangan buat papa dan mama malu karna kelakuanmu"lanjut Edo papanya Rudi.
"Tapi pa itu suka sama suka" jawab Rudi terhenti karna ia tak ingin membuat Windi malu karna mengatakan dia bukan yang pertama yang telah meniduri Windi.
__ADS_1
"Apapun alasannya kamu harus tetap menikahi Windi " titah Mimi sang mama,Rudi yang mendengar itu tak bisa berbuat apa apa kini ia hanya bisa menyesali kebodohannya karna telah terjebak rayuan Windi.
"Baiklah ma aku akan menikahi Windi setelah Windi sehat"jawab Rudi mengalah
"Tidak Rudi kamu akan menikahi Windi sekarang juga, kamu tenang saja mama akan menyiapkan semuanya"sela sang mama takut Rudi akan berubah pikiran
"Tapi ma"
"Tidak ada tapi tapian sekarang dan nanti sama saja"jawab sang mama dan Rudi hanya menunduk frustasi.
"Windi kamu tak akan bahagia"batinya penuh amarah, malam itu Windi dan Rudi resmi menjadi pasangan suami istri.
Lain halnya dengan Mirna yang sedang di buat kesal adiknya bagaimana tidak Yuni terus menceritakan aibnya yang pernah di tolak laki laki waktu kelas 2 SD.
"Kalian tau waktu itu aku masih TK, dan Mirna sudah kelas 2 SD aku melihatnya pulang sekolah dengan mata bengkak dan ingus yang begitu banyak keluar"tutur Yuni tertawa yang di sambut gelak tawa William dan pandu.
"Bahkan kamu belum bisa membersihkan ingusmu sudah mau pacaran" tawa William
"Hei,, diamlah kalian pikir ini lucu" kesal Mirna melotot tapi mereka malah semakin tertawa keras.
"Mirna ajak semuanya makan malam"ucap ibunya memangil, Mirna yang mendengar itu bukannya mengajak tapi malah mengusir.
"Kalian pulanglah makan dirumah kalian sendiri"kesal Mirna
"Seksi inikan rumahku juga" jawab Yuni, tapi tak dihiraukan Mirna dan berlalu pergi. Yuni yang melihat itu mengajak suaminya dan William kemeja makan.
"Bu William masih punya tangan"jawab mirna
"Mir ambilkan saja jangan banyak protes anggap saja sedang berlatih menjadi istri yang baik buat William"goda Yuni tertawa William yang mendengar itu hanya tersenyum.
"Kamu mau mati" ucap Mirna memelototi Yuni.
"Ampun mbakku yang seksih aku hanya bercanda"jawab Yuni cengengesan.
"Sudah sudah Yuni berhenti mengoda kakamu dan Mirna ambilkan nasi untuk William dan jangan ada yang bersuara"printah bapak dan merekapun makan dengan damai.
Selesai makan yuni, pandu dan William berpamitan akan pulang kerumahnya tapi sebelum itu William berbisik di telinga Mirna.
"Aku nanti akan mengirimimu pesan" bisik william
"Jangan mengirimiku pesan tak berfaedah mu itu"jawab Mirna berbisik
"Bagaima kalau Vidio call"tanya William berbisik.
__ADS_1
"Aku tidak akan mengangkatnya dan jangan mengirimiku pesan"pringat Mirna lagi.
"Tapi aku selalu rindu,, gimana dong?" bisik William tersenyum manis, Mirna yang melihat itu terpana melihat senyumannya.
"Jangan melihatku seperti itu nanti kalau aku gak mau pulang gimana" bisiknya menggoda Mirna
"Aku akan membunuhmu menggunakan pisau" teriak Mirna tepat di telinga William dan berlalu masuk kedalam.
"Sadisnya" senyum William melihat Mirna yang berlalu meninggalkannya.
"Sudah lain kali saja ngrayunya ayok kita pulang"ajak pandu yang melihat William hanya berdiri memandang Mirna memasuki kamar.
"Apa kamu bercanda, Mirna yang merayuku akukan tampan" jawab William percaya diri dan berlalu meninggalkan pandu yang hanya geleng geleng kepala.
William benar benar mengirimi Mirna pesan seperti perkataannya tapi sengaja tak di balas Mirna, hingga sudah yang kesepuluh terdengar suara hp berdering.
📞"Ada apa kau menelponku William apa kau tak punya malu terus mengangguku"ucap Mirna setelah mengangkat panggilan hpnya.
📞"Mirna aku rindu"jawab William Tampa menghiraukan perkataan Mirna.
📞"Kau gila ya"ucap Mirna keras
📞"Mirna jadilah kekasihku" jawab William tak nyambun.
📞"Aku akan matikan hpnya"Ancam mirna
📞"Tunggu dulu jangan di matikan,bintang mana"Tanya William
📞"Sudah tidur"jawab Mirna
📞"Wah kesempatan, apa kita bisa romantisan sekarang mumpung bintang tidur"tanya William terdengar antusias
📞"Tentu, tapi dalam mimpimu" jawab Mirna mematikan sambungan teleponnya.
"Apa manusia ini tak punya malu"ucap Mirna menaruh hpnya lalu merebahkan badan menarik selimut dan memeluk bintang
"Selamat malam anak mama mimpi indah"ucapnya membelai rambut anaknya.
Lain halnya William sedang tersenyum senyum senyum memandang hpnya, melihat foto Mirna dan bintang yang ada di galeri.
"Kau tau aku selalu suka mendengarmu memakiku"ucapnya membelai foto mirna yang ada di hpnya.
"Tunggu aku merebut hatimu dan mengantikan kesedihanmu menjadi kebahagiaan"lanjutnya menutup handphonenya dan menaruhnya di meja.
__ADS_1
Masih teringat saat ia bertemu Mirna pertama kali di rumah sakit milik papanya yang sekarang tempatnya bekerja. waktu itu ia melihat Yuni istri pandu niat hati ingin memanggil dan menyapa tapi justru tak sengaja ia menabrak wanita yang dilihatnya bersama Yuni berbalik dan berjalan terburu buru hingga menabraknya. baru ia akan menolong wanita itu agar tidak terjatuh tapi justru wanita itu yg menarik jasnya hingga reflek ia mencium pipinya.
"Bahkan lembutnya pipimu masih bisa ku ingat"senyumnya menarik selimut dan tertidur.