Tak Sampai

Tak Sampai
Aku mencintaimu


__ADS_3

"Dok bagaimana?"tanya pandu ragu ragu Pada dokter yang telah selesai memeriksa istrinya, takut apa yang dia harpkan hanya tinggal harapan.


"Selamat anda akan menjadi seorang ayah"jawab dokter tersenyum melihat pengharapan yang begitu besar di mata calon papa muda itu.


"Oh tuhan terimakasih" ucapnya berlari menghampiri istrinya memeluk dan menciumnya dengan rasa penuh syukur dan bahagia. "Aku akan menjadi seorang ayah sayang, seorang ayah"ucapnya antusias memeluk erat istrinya.


"Dan aku akan menjadi seorang ibu"jawab Yuni menangis haru membalas pelukan suaminya tak kalah erat, keluarganya yang menyaksikan itu terharu melihat pasangan muda itu apalagi Cahya yang menitikan air mata melihat kebahagiaan iparnya. "Tuhan aku juga ingin seperti mereka"batinya.


Setelah selesai makan malam William lansung menelpon temannya yang bekerja sebagai dokter kandungan karna mendengar keluhan pandu yang pusing dan mual saat mencium aroma masakan di meja makan padahal dia dalam keadaan sehat walafiat.


"Will aku balik dulu" pamit dokter yang tadi memeriksa Yuni.


"Ah iya terimakasi karna sudah datang"jawab William mengalihkan pandangannya kepada dokter kandungan tersebut.


"Ibu bapak semuanya saya permisi"ucap dokter itu berpamitan akan meninggalkan kluarga yang sedang bahagia menyambut kehamilan putri keduanya.


"Iya pak dokter mari saya antar" jawab ibu dan berlalu mengantarkan dokter itu keluar rumah.


"Bagaimana jika semuanya malam ini menginap saja"usul Suryo "Sekalian ngrayaain kehamilan Yuni"sambungnya lagi yang di jawab antusias Yuni.


"Apa kita akan bakar bakar daging"tanya Yuni antusias


"Bukan kita bakar bakar singkong bapak tadi nyabut singkongnya lumayan banyak"jawab Suryo mematahkan semangat Yuni.


"Abang ini tidak keren sekali masak ngrayain kehamilan aku dengan bakar singkong, orang orangtu biasanya bakar daging, sosis kek apalah yang lebih keren dikit ini malah singkong"grutu Yuni memanyunkan bibirnya


"Kamu ini,,Upin Ipin saja sering di rebusin singkong sama opah kamu ini gak usah gaya gayaan mentang mentang suaminya pengusaha"Ucap Suryo, Yuni yg mendengar itu semakin memanyunkan bibirnya.


"Haha haaa haa,,Yuni udah mending bakar singkong dari pada tidak sama sekali"tawa Aldi melihat bibir manyun adiknya semua yang mendengar itu ikut tertawa.

__ADS_1


"Sayang aku akan memberi tahu mama sama papa tentang kabar bahagia ini" ucap pandu pada istrinya yang di jawab anggukan Yuni. "William kamu ikut menginep apa pulang"tanya pandu pada sepupunya itu


"Nginep dong akukan juga mau ngrayain kehamilan Yuni"jawab William


"Baiklah aku akan menelpon mama papa dulu" ucapnya berlalu menelpon orang tuanya.


Selesai mandi seperti rencananya mereka akan bakar bakar singkong di halaman belakang rumah, terlihat William sangat tampan dengan baju kaos merah di padukan celana pendek hitam yang ia pinjam dari pandu.


Pandu memang menyediakan baju cadangan untuknya dan Yuni agar jika ingin menginap tidak perlu repot membawa pakaian ganti.


"Pan aku harap keponakanku nanti jika lahir tidak gosong karna merayakan kehamilan istrimu dengan bakar singkong"Ucap william tertawa melihat pandu di sampingnya.


"Tentu tidaklah akukan tampan Yuni juga sangat cantik tentu yang akan keluar adalah paket lengkap dengan pahatan yang menawan"jawab pandu membanggakan ketampanannya.


"Akukan jauh lebih tampan darimu"ucap William


"Mengapa pandu jadi sangat narsis begitu"ucap William pada dirinya sendiri.


William dan Mirna di tugaskan membersihkan tanah yang masih menepel pada singkong, Yuni dan pandu di tugaskan membuat minuman segar, Cahya dan Suryo yang akan membakar singkong, Aldi menyalakan api yang akan di pakai untuk membakar sedang ibu dan bapak menjaga bintang yang asik bermain di karpet karna sudah Mirna coba tidurkan tapi tidak bisa.


Terdengar suara deringan yang mendakan pesan masuk di hp Mirna William yang melihat Mirna membuka pesan masuk merebut hpnya dan membaca pesannya tanpa perduli Mirna yang memelototinya kesal.


"Dari kak Irpan, selamat malam tuan putri apa kamu sudah tidur"ucapnya membaca pesan yang ternyata dari Irpan. "Cih lebay sekali"cibirnya menyerahkan hp Mirna dengan keras hingga hampir terjatuh.


"Kamu ini tidak sopan sekali membaca pesan orang lain"grutu Mirna sambil mengetik balasan dan memasukan hp kedalam kantongnya.


"Mir tak adakah getaran untukku di hatimu"tanya William tiba tiba Mirna yang mendengar itu beralih menatap William.


"Apa kamu tak bisa membuka hatimu untukku "lanjutnya lagi

__ADS_1


"William aku,,"jawab Mirna terhenti mendengar perkataan William selanjutnya . "Mirna aku mencintaimu"ucap William menatap mata Mirna. "Entah kapan rasa ini ada tapi aku jatuh cinta pada pandangan pertama kepadamu, apa kamu mau menjadi kekasihku"lanjutnya


"Apa kamu serius mencintaiku"tanya Mirna mentap mata William mencari kebohongan di mata peria itu tapi ia tak menemukannya hanya raut penuh pengharapan dari wajah peria tampan itu.


"Aku benar benar menyukaimu untuk apa semua yang ku lakukan selama ini jika tidak benar benar menyukaimu"jawab William


"Kita kenal tidak terlalu lama kenapa kamu secepat itu menyimpulkan bahwa yang ada di hatimu perasaan cinta"tanya Mirna menatap William.


"Apa cinta butuh waktu untuk hadir"jawab William


"Kenapa aku"tanya Mirna


"Aku tak tau tapi yang jelas hatiku mengatakan aku mencintaimu"jawab William


"Kamu bisa mendapatkan perempuan yang lebih baik dariku bukan janda sepertiku"ucap Mirna


"Apa janda bukan manusia"tanya William tapi Mirna hanya terdiam tidak menjawab hingga terdengar suara kakak iparnya Cahya.


"Mir apa singkongnya sudah selesai di bersihkan"tanya Cahya Mirna yang melihat itu lansung mengalihkan pandangannya dari William. "Eh iya MBK udah selesai biarku bantu bawa"jawab Mirna membawa ember yang berisi singkong dan meninggalkan William yang hanya diam melihatnya berlalu.


"Kamu terlalu sulit mengakui bahwa di hatimu ada getaran untukku mir"batin William berdiri dan berjalan kearah bintang yang sedang bermain.


Setengah jam kemudian terlihat Mirna, Aldi, Suryo dan Cahya mereka membawa singkong bakar yang telah matang menghampiri William yang sedang mengendong bintang yang tertidur di gendongannya.sedang ibu dan bapak membantu Yuni dan pandu menyiapkan karpet dan menata makanan ringan yang akan mereka makan untuk menemani bergadang.


"Mir antar William kekamarmu biar bisa menidurkan bintang"ucap ibu


"Bu biar aku saja yang menidurkan bintang"jawab Mirna


"Tidak mir biar aku saja nanti takunya bintang akan terbangun jika di pindahkan ke gendonganmu"ucap William, Mirna yang mendengar itu berjalan mengikuti William dari belakangng, sesampainya di kamar William mebaringkan bintang. Mirna yang melihat itu akan berbalik keluar kamar tapi terhenti karna William menarik tangannya dan lansung mengunci pintu.

__ADS_1


__ADS_2