Tak Sampai

Tak Sampai
Pacar


__ADS_3

Mirna memundurkan langkahnya melihat William semakin maju mendekatinya saat ia akan berteriak William menutup mulutnya menggunakan tangan.


"Mir jangan teriak"ucapnya "auuuu sakit banget"lanjutnya lagi mengibaskan tangannya yang di gigit Mirna.


"Apa yang mau kamu lakukan mesum, jangan macam macam atau aku akan teriak sekencang kencangnya"ancam Mirna "sekarang buka pintunya apa kau sudah tidak waras ingin mesum di kamarku bagaimana jika ibu, bapak dan yang lainya tau"lanjutnya dengan suara pelan.


"Apa jika tidak ada yang tau kamu mau melakuannya denganku"ucap William menaikan alisnya menggoda Mirna.


"Apa kau gila maksudku bukan begitu"jawab Mirna malu


"Lalu apa maksudmu"tanya William tersenyum semakin menggodanya


"Sudahlah aku malas bicara denganmu sekarang buka pintunya" jawab Mirna mendorong dada William dan baru akan berlalu membuka pintu William memelukmunya dari belakang, jantung Mirna berdegup kencang melihat apa yang di lakukan William kepadanya.


"Mirna aku takut"ucapnya, Mirna yang akan melepaskan pelukan William terhenti mendengar perkataan William selanjutnya. "biarkan aku memelukmu sebentar saja entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang akan terjadi"lanjutnya pura pura sedih.


"Memang apa yang akan terjadi" tanya Mirna membiarkan William memeluknya.


"Entahlah tapi aku takut kehilanganmu"jawab William mengeratkan pelukannya mencari cari kesempatan.


"Apa kamu membodohiku"ucap Mirna karna William mempererat pelukannya.


"Tidak,,tapi untuk kali ini aku serius aku takut akan sesuatu yang akupun tak tau apa sebabnya"jawab William pura pura khawatir padahal ia sedang mencari kesempatan dalam kesempitan.


"William sampai kapan kau akan memelukku bagaimana jika yang lainnya tau"ucap Mirna khawatir karna William terus saja mempererat pelukannya.


"Biarkan saja aku akan menikahimu" jawab William serius.


"Kau memang gila lepaskan aku sekarang"ucap Mirna berusaha melepaskan pelukan william tapi tak berhasil.


"Mirna kau tau sejak pertama melihatmu jantungku berdetak kencang aku bahkan tak pernah merasa seperti ini sebelumnya" ucap William Tampa menghiraukan Mirna yang terus memberontak.


"Sekarang jawab pertanyaanku"lanjutnya


"Pertanyaan yang mana"jawab Mirna dengan jantung yang semakin berdegup kencang karna William mencium punggungnya.


"Apa kamu mau menjadi pacarku"ucap William sekali lagi.

__ADS_1


"Mengapa aku,, kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih segalanya dari aku kamu tampan juga mapan. aku yakin tak ada wanita yang akan menolakmu"jawab Mirna


"Apa termasuk kamu"ucap William


"Aku tak pantas untukmu"jawab Mirna


"Apa yang membuatmu merasa tak pantas apa setatusmu aku tak mempermasalahkan itu, lalu apa masalahnya"tanya William mengecup pipi Mirna dari belakang.


"Mungkin kamu bisa menerimaku tapi bagaimana dengan orang tua dan keluargamu bagaimana pandangan orang tentangmu nanti"jawab Mirna pelan.


"Mengapa memikirkan perkataan orang lain masalah orang tuaku dan keluargaku biar menjadi urusanku kamu harus percaya padaku"ucap William meyakinkan.


"Bagaimana dengan bintang dan apakah ini tidak terlalu cepat"jawab Mirna


"Aku akan menerima bintang sejauh ini bintang menyukaiku dan aku juga menyayanginya, aku juga tidak mengajakmu menikah secepatnya lalu apa yang kamu takutkan"ucap William lembut. "beri aku kesempatan masuk ke dalam hatimu terimalah aku kita bisa menjalaninya dulu"lanjutnya lagi, Mirna yang mendengar itu nampak berfikir tidak ada salahnya mencoba pikirnya.


"Baiklah aku akan mencobanya"jawab Mirna


"Benarkah"ucap William antusias mebalikan tubuh Mirna menghadapnya dengan senyum merekah di bibir manisnya.


"Tapi ada syaratnya"ucap Mirna


"Jangan beri tahu siapapun jika kita pacaran" William yang mendengar itu tampak kecewa. "maksudku bukan apa apa aku hanya tak ingin orang berfikiran negatif apa lagi umur bintang baru 15 bulan apa kata keluargaku jika tau aku pacaran saat anakku masih minum asi bukankah itu sedikit keterlaluan"lanjut Mirna yang melihat raut kekecewaan di wajah William.


"Baiklah,,berarti sekarang kita pacaran"tanya William yang di jawab anggukan kepala oleh Mirna, William yang melihat itu tersenyum bahagia memeluk Mirna.


"Aku akan membahagiakanmu percayalah padaku" ucapnya menatap mata Mirna yang di jawab anggukan kepala oleh Mirna.


"Apa sekarang aku boleh menciummu" ucap William bercanda.


"Kau ini"jawab Mirna melotot.


"Ayolah aku hanya bercanda"selorohnya tertawa melihat pelototan mata Mirna. "Tapi aku benar benar bahagia malam ini" lanjutnya mengecup kepala Mirna lama.


"Baiklah pacar bisakah kita kluar sekarang"tanya Mirna


"Tapi aku ingin berduaan denganmu gimana dong"jawab William manja.

__ADS_1


"Ooohhhh ayolah pacarku ini manja sekali, buka pintunya kita kluar sebelum mereka menyusul kita kesini"ucap Mirna melepaskan pelukan William.


"Baiklah dengan satu syarat, cium aku dulu"jawab William menunjuk pipinya dan Mirna dengan malu malu mencium pipi William.


"Padahal aku inginnya bibir kamu ini tidak peka sekali"ucap William


"Kamu mau mati"plotot Mirna


"Kau galak sekali"ucap William mencuri kecup bibir Mirna.


Mirna yang akan memukul William tidak jadi karna mendengar suara ketukan pintu dari luar.


"Mir apa kamu di dalam? di tungguin yang lain tuh di luar"tanya Suryo kakaknya.


"Iya bang sebentar aku baru selesai menyusui bintang ia kebangun tadi aku tidurkan dulu bentar" teriak Mirna


"Ohh, William mana kenapa belum ke belakang"tanya Suryo lagi.


"Ohh aku gak tau bang,, tadi setelah naruh bintang dia kluar"jawab mirna


"oh ya udah mir kamu cepetan kluar yang lain pada nungguin"ucap Suryo berlalu.


"Kamu sih lama,, kan jadi di cariin untung bang Suryo gak curiga"ucap Mirna pelan takut kakaknya masih bisa mendengar dari luar.


"maaf maaf aku buka pintu dan kluar duluan"jawab William mengedipkan mata dan berlalu keluar setelah membuka pintu, Mirna yang melihat William telah menjauh dari kamarnya bergegas keluar menuju halaman belang.


Tapi sesampainya di sana ia tak melihat William. "Dimana dia"pikirnya duduk di samping yuni.


"seksi Lo lama banget sih keburu singkongnya dingin tuh"ucap Yuni


"Ih bawel banget sih tadi bintang bangun aku tidurin lagi"jawab Mirna ketus.


"Kok marah sih akukan cuman nanya"ucap Yuni tak kalah ketusnya.


"Siapa yang marah sih"jawab Mirna


"Ok lo gak marah tapi gue yang marah, William mana"tanya Yuni mengalah.

__ADS_1


"Mana gue tau tadikan selesai naruh bintang dikamar dia lansung keluar"jawab Mirna memakan singkong bakarnya sambil sesekali celingak celinguk mencari William dan tak lama terlihat william datang dengan membawa kantong plastik di tangannya.


"Maaf lama tadi sekalian beli sosis bakar"ucap William yang di jawab anggukan antusias semuanya karna merasa William sangat pengertian tau saja apa yang mereka inginkan, kecuali Suryo yang terlihat diam saja seperti merahasiakan sesuatu.


__ADS_2