Tak Sampai

Tak Sampai
Toko kue


__ADS_3

"Mir jangan tinggalin aku"


Windi lansung menjauhkan wajahnya, turun dari tempat tidur dengan hati yang bergemuruh. seketika dadanya merasakan sakit yang teramat luar biasa mendengar kalimat yang keluar dari mulut suaminya.


"Aku harus bagaimana"ucapnya pelan disertai mata berkaca kaca, ia berlari masuk kedalam kamar mandi duduk di bawah aliran air yang mengalir melalui shower.


"Aku harus bagaimana Tuhan"Isaknya pilu, sungguh ia tak ingin berada di posisi ini tapi semua telah terlanjur di satu sisi ia sangat mencintai Rudi tapi di satu sisi lagi ia tak mau menyiksa laki laki itu dengan terus bersamanya.


Tak lama terdengar ketukan pintu yang lumayan keras."Windi apa kamu di dalam"


Buru buru ia mematikan shower."Iya mas sebentar aku sedang mandi"jawabnya menghapus air matanya yang terus saja mengalir bersamaan dengan tetes air yang masih terus metes dari rambutnya.


Lama Rudi menunggu istrinya di kamar hingga terdengar pintu terbuka dari dalam menampilkan Windi yang keluar mengenakan handuk sebatas paha.


"Win,, Eh win"Rudi menjadi gugup dan salah tingkah melihat pemandangan indah di depan mata.


"Mas maaf aku lupa membawa baju ganti"ucap Windi manunduk menyembunyikan matanya yang sembab dan memerah sekaligus malu dengan penampilannya yang hanya menggunakan handuk ia takut Rudi berfikir ia sedang menggodanya.


"Tidak apa apa, eh maksudku aku akan keluar pakailah bajumu"jawab Rudi salah tingkah dan berlalu keluar kamar.

__ADS_1


Sepeninggal Rudi, Windi duduk di atas ranjangnya menundukkan kepalanya. "Seburuk itukah aku mas hingga saat aku berpakaian saja kamu harus keluar padahal kita sudah sah menjadi suami istri"ucapnya menangis sedih apalagi jika mengingat perkataan Rudi yang begitu takut di tinggal Mirna hatinya rasanya sangat teriris antara kasihan terhadap Rudi dan kasihan terhadap nasipnya sendiri yang tak bisa mengembalikan hati Rudi untuknya.


***


"Bang"ucap Mirna.


"Kenapa mir"tanya Aldi mengalihkan pandangannya dari tv menghadap adiknya yang duduk di sofa berdekatan dengannya.


"mm anu bang"ragu Mirna


"Anu apa mir kamu ini, ngomong aja kenapa?."tanya Aldi


"Bang toko Abang yang di sebuah itu Abang pakai atau gimana?"tanya Mirna akhirnya.


"Kalok aku mau pakek menurut Abang gimana"tanya Mirna


"Kalo kamu mau pakek, pakek aja mir gak apa apa dari pada nganggur gak ada yang pakek."jawab Aldi, mendengar itu Mirna sumringah.


"Bener bang aku boleh pakek"tanyanya memastikan.

__ADS_1


"Iya pakek aja, emang kamu mau jual apa?"Aldi balik bertanya.


"Mau jualan kue bang"jawab Mirna.


"Gimana kalok buka kafe aja biar Abang yang modalin"tawar Aldi.


"Gak ah bang aku maunya kue aja mau usaha dari nol biar bisa kayak Abang"tolak Mirna.


"Ya udah terserah kamu aja"pasrah Aldi


"Makasi ya bang"ucap Mirna tersenyum.


"Iya iya, Abang masuk dulu mau ngerjain tugas kamu tidurnya jangan kemaleman"printah Aldi


"Siap bang"jawab Mirna.


"Sekalian bang tutupin pintu kamar aku soalnya tadi pas nidurin bintang aku lupa"cengirnya.


"kamu ini kebiasaan"ucap Aldi mengacak rambut adiknya.

__ADS_1


"Ih Abang jangan di acak, kan berantakan lagi"keluhnya


"Kamu tenang aja masih cantik kok"jawab Aldi terkiki dan berlalu.


__ADS_2