Tak Sampai

Tak Sampai
Rencana rudi


__ADS_3

Seperti janjinya Mirna menemui Rudi di kafe milik mantan suaminya itu, ia termenung memikirkan William yang sama sekali tak mengabarinya.


"Apa William benar benar sudah tak mengharapkanku lagi"batinya. baru ia akan meminum minumannya ia di kagetkan dengan suara seorang pria.


"Mir maaf lama"ucap Rudi duduk di kursi berhadapan dengannya.


"Gak apa apa mas aku juga baru nyampai"jawabnya "minum dulu"lanjutnya


"Mir aku mau ngomong sesuatu sama kamu" ucap Rudi setelah meminum minumannya.


"Silahkan"jawabnya


"Mir aku mohon beri aku satu kesempatan untuk memperbaiki semuanya jika dulu aku salah terlalu mengabaikan kamu atau tak begitu memperhatikan kamu aku minta maaf. Tapi aku mohon mari kita perbaiki hubungan kita mir"ucap Rudi menggenggam tangan Mirna dan menatap matanya.


"Baiklah mas aku beri kamu satu kali kesempatan tapi dengan syarat kita pisah rumah dengan orang tua kamu"jawabnya tersenyum menatap Rudi.


"Benarkah sayang"tanyanya tersenyum yang di jawab anggukan kepala oleh Mirna.


"Terimakasi terimakasih sayang aku mencintaimu, dan aku janji akan mempersiapkan rumah baru untuk keluarga kecil kita"ucap Rudi mencium tangan Mirna. sedang Mirna bukannya merasa bahagia tapi cukup tercengang dengan perkataan mantan suaminya itu. "menyiapkan rumah, apa mas Rudi serius menanggapi bahwa kita akan tinggal di tempat yang berbeda dengan orang tuanya"batin Mirna.


"Apa mas Rudi serius setuju dengan keinginanku pindah rumah"tanya Mirna takut tadi salah dengar.


"Tentu sayang tentu, kau tau aku sangat bahagia"jawabnya mencium tangan Mirna berulang kali.


"Mas jangan begini gak enak di lihat orang"ucap Mirna risih


"Kalo begitu bagaimana kalok keruanganku"jawab Rudi


"Gak usah mas aku juga buru buru kasian bintang di rumah sendirian"ucap Mirna beralasan.


"Kan ada ibu sama Bapak"jawab Rudi


"Ibu sama bapak ke kebun aku titip bintang sama bang Aldi tadi, tapi kasian bang Aldi kalok aku lama"ucap Mirna

__ADS_1


"Aldi udah pulang"tanya Rudi antusias karna dulu mereka sangat dekat.


"Iya udah 4 hari di sini katanya sih cuman seminggu"jawab Mirna


"Mir trus kapan aku bisa krumah kamu buat nglamar kamu"tanya Rudi antusias


"Terserah kamu saja mas gimana baiknya, apa kamu udah ngomongin ini sama mama papa" tanya Mirna balik. Rudi yang mendengar pertanyaan Mirna terdiam dan gugup.


"Mir kamu tau kan mama papa tidak menyukai kamu, aku pernah bilang sama mereka klok aku mau rujuk lagi sama kamu tapi mereka cuman jawab terserah, nanti pas aku lamar kamu lagi kesananya sama kaq Lidya dan suaminya saja"jawab Rudi meyakinkan agar Mirna percaya padanya.


"Mmm Baikah terserah kamu saja mas aku ngikut aja"ucap Mirna pasrah "Kalok gitu kapan mas akan kerumah"tanya Mirna


"Gimana kalok nanti malam trus ngadain ijab kabulnya besok malam yang sederhana saja dulu cuman di hadiri kluarga. trus nanti klok udah sah tinggal kita atur kapan resepsinya"jawab Rudi antusias


"Apa tidak terlalu cepat mas"tanya Mirna ragu


"Mir ayolah sesuatu yang baik tidak boleh di tunda"jawab Rudi meyakinkan. "Aku gak boleh kehilangan kamu lagi Mirna dan setelah kita menikah aku akan membicarakan ini sama mama papa dan meminta izin menceraikan Windi"batin Rudi.


"Baiklah sayang padahal aku masih merindukanmu tapi tidak apa apa sampai ketemu nanti malam" jawab Rudi mencium tangan Mirna dan membiarkan Mirna pergi.


**


Sesampainya di rumah Mirna mengecek hpnya berharap ada pesan masuk dari William tapi nihil yang ada hanya Irpan yang menanyainya kabar.


"Apa William sudah berangkat sekarang"ucapnya melihat jam yang ada di pergelangan tangannya yang menunjukan pukul 10: 45 menit.


"Mungkin udah berangkat,, selamat tinggal Will aku harap kamu bahagia"ucapnya menitikan air mata.


Sedang dalam pesawat William melihat hpnya bingung antara akan menghubungi Mirna atau tidak.


"Apa kamu perduli"batinya memasukan hp ke dalam kantong jaket miliknya.


"Setidaknya aku sudah berjuang meski gagal menjadi yang terpilih, setidaknya aku telah mengungkapkan semua beban yang mengganjal di hatiku, selamat tinggal Mirna bahagialah dengan hidup barumu hidup yang kau pilih dan melepaskan aku. Entahlah sekarang aku justru merasa menjadi pecundang, ingin mempertahankan tapi terhalang tanpa ada celah kau terus membentang tak inginku gengam" batinya menutup mata.

__ADS_1


**


"Minum bro aku ada berita baru untuk kalian" ucap Rudi ke pada teman temanya


"Berita apa gerangan sehingga bos kafe ini mengundang kami"seloroh Jordan tertawa


"Iya Rud ada apa Lo keliatan bahagia banget"tanya Irpan yang di setujui temannya yang lain.


"Kalian tau gue sama Mirna bakalan rujuk"ucapnya tersenyum


"Hah kok bisa"tanya Bisma


"Ya bisalah Mirna ngasih gue kesempatan"jawabnya bangga


"Tapi kan rud Lo udah ada windi" ucap Fendi tiba tiba yang di setujui Irpan.


"Bener kata Fendi, Lo jangan gegabah yang ada nanti Mirna makin jauh sama Lo"saran Irpan


"Ayolah bro aku akan menceraikan Windi setelah menikahi Mirna"ucapnya


"Tapi bagaimana sama bokap nyokap Lo" tanya Irpan


"Itu dia yang gue takutin kalok mereka gak setuju gue cerai sama Windi gue harus gimana Lo padakan tau gue gak mau jadi anak durhaka"ucapnya sedih


"Gue gak bisa ngomong apa apa semua elu yang jalanin gue berharap yang terbaik tapi jangan ngambil keputusan terburu buru gak baik"saran bisma


"Gue juga setuju sama bisma dan Irpan hati hati ada dua hati yang bakal Lo patahin kalok rencana Lo tak sesuai dengan hasilnya nanti"jawab Fendi yang di setujui semuanya


"Aku minta doa dari kalian semua"ucap Rudi berharap


"Itu pasti bro"jawab Jordi merangkul Rudi.


"Maaf Rud untuk kali ini gue gak bisa dukung keputusan Lo"batin irpan

__ADS_1


__ADS_2