
Terlihat William sedang sibuk memeriksa berkas berkas pasien di dalam ruangannya, pagi ini dokter tampan itu terlihat begitu sibuk dengan banyaknya pasien yang harus ia tangani. tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangannya, tak lama seorang suster masuk setelah di persilahkan.
"Selamat pagi dokter William"sapa suster itu menggunakan bahasa Inggris.
"Pagi, ada yang bisa saya bantu"tanya William memandang kearah suster tersebut.
"Mohon maaf menggangu konsentrasi anda dokter, tapi ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda"jawab suster itu tak enak hati. karna tau dokter tampan itu sedang sibuk, terbukti dengan banyaknya berkas yang menupuk di meja kejanya.
"Tidak masalah persilahkan dia masuk"ucap Wililiam.
"Baiklah saya permisi"suster itu keluar setelah mendapat anggukan kepala dari William. tak lama terlihat wanita cantik dan seksi memasuki ruangan itu dengan mengerutu tak keruan.
"Suster sialan"makinya memasuki ruangan William.
"Hay Will,,"sapanya melihat William.
"Sial"batinya. "Hay met"jawab William pura pura tersenyum sebenarnya ia malas sekali melihat Meta.
"Kamu jahat banget sih Will, udah lima hari di sini gak ada ngasih kabar. kalok tante sardevi gak ngasih tau, pasti aku gak tau kamu disini"ucapnya berjalan menghampiri William dan duduk di pangkuannya. inilah mengapa William tidak suka dengan Meta selain manja dan sombong dia juga suka bertingkah semaunya sendiri. "kamu tau, tadi suster itu gak ngizinin aku masuk"adunya manja sambil mencium pipi William. "Seharunya papa kamu tak memperkerjakan orang seperti itu, tidak tau sopan santun seharusnya dia tau aku calon istri kamu"tuhkan,, inilah yang membuat William tidak menyukai Meta. suka beringkah semau maunya berkata sesuka hatinya.
"Met, kamu bisa duduk di situ kan"ucap William lembut agar wanita di pangkuannya ini tidak tersinggung.
"gak mau aku kan masih kangen"jawabnya memeluk William erat.
"Ohh Tuhan manusia yang satu ini, apa tidak ada pakaian yang lebih layak apa dari pada pakaian kurang bahan ini"batin William frustasi dengan kelakuan meta Yang memeluknya sangat erat, sampai sampai gundukan sintil dan besar itu menempel kenyal di dadanya yang terhalang pakaian.
__ADS_1
"Met jangan seperti ini, aku lagi banyak pekerjaan"tegur William lembut agar Meta tak tersingung. bukan ia tak berani mengusir Meta hanya saja dia masih menghargai perempuan di depannya apalagi dia adalah keponakan istri omnya.
"Emmm ya udah deh aku juga mau pemotretan sebentar lagi, nanti malam aku ke apertemen kamu ya"ucapnya berdiri dari pangkuan William.
"ga bisa nanti malam, aku lembur met. maaf ya"jawab William pura pura sedih. "ngapain juga dia mau ke apertemen"batin William tak habis pikir dengan wanita yang satu ini. tidak di mansion tidak di apertemen dia tetap saja mengangu hidupnya.
"Yah kok gitu sih padahal aku mau berduaan sama kamu, udah lama kita gak berduaan kayak di mansion dulu sebelum kamu ke indo"ucapnya cemberut.
"Idihhh,,, siapa juga yang mau berduaan sama kamu kalok tidak di paksa om Arnold dan Tante kamu itu"batinnya jengkel mengingat saat dulu sering di paksa omnya menemani kemanapun wanita ini pergi.
"mmm gimana dong padahal aku juga maunya gitu tapi,, yaa mau gimana lagi pekerjaan lagi numpuk banget ini"jawabnya, mau muntah mendengar perkataannya sendiri. apalagi melihat tampang sok sedihnya yang ia perlihatkan di depan wanita ini.
"Yah padahal aku kangen banget, sekalian di sana kita juga bisa ehemm, mumpung tak ada yang mengangu"ucapnya meraba dada William mengunakan jari lentiknya. membuat pria itu ingin memakai wanita tak tau malu yang satu ini, bisa bisanya ia berfikir mesum. padahal William saja tak bernafsu sama sekali dengan bongkahan besar depan, besar belakangnya. meski terlihat mengiurkan bagi peria lain tapi tidak baginya karna ia tau sepak terjang wanita seperti Meta yang sangat haus belaian laki laki.
"Ya udah gini aja, gimana kalok besok kita makan siang bareng"tawar William kemudian, daripada wanita ini tak pergi pergi mending cari jalan pintas pikirnya.
"iya janji"jawab William pura pura tersenyum.
"tapi aku yang tentuin tempatnya"ucapnya lagi
"Iya iya"jawab William sudah mulai habis kesabaran.
"Kok kamu teriak sih Will, gak ikhlas ya"tanya Meta cemberut karna mendengar intonasi suara William agak meninggi.
"Ikhlas kok met, ikhlas"jawab William ingin membunuh saja wanita itu jika tak takut dosa.
__ADS_1
Meta melihat jam yang ada di pergelangan tangan mulusnya. "Ya udah aku keluar dulu ya sebentar lagi udah mau pemotretan"ucapnya.
"Ohh ya udah kerja yang semangat ya"jawab William antusias mendengar perkataan Meta.
"Ya udah aku keluar ya, kamu jangan rindu"ucapnya sensual di telinga William sambil mencium cuping telinga peria itu, membuat William benar benar ingin mencekik mati Meta sekarang juga. "bay Will"ucapnya berlalu keluar setelah mencium pipi pria itu.
"cuihhh menjijikan, berapa pria yang pernah mencicipi tubuhnya"maki William memasuki kamar mandi setelah Meta benar benar meninggalkan ruangannya. di dalam kamar mandi ia membuka seluruh pakaiannya dan mandi membersihkan tubuhnya. karna rumah sakit tempatnya bekerja adalah rumah sakit milik papanya jadi ia mempunyai perlengkapan khusus seperti kamar istirahat beserta lemari pakaian sewaktu waktu ia membutuhkan pakaian ganti.
Baru William membuka pintu setelah mengunakan pakaian lengkap kedoterannya tiba tiba dari luar ruangannya terdengar keributan.
"Heh sialan, aku mau menemui kekasihku lepaskan"suara samar perempuan terdengar dari luar.
"Maaf nona anda tidak boleh masuk sebelum dokter William mengizinkan"ucap suara yang lainnya lagi yang dapat William tebak itu suara suster. William yang penasaran dengan keributan yang terjadi di luar ruangannya melangkah ke arah pintu dan membukanya.
"Astaga setelah suster ngesot, datang lagi jelangkung"ucapnya frustasi dengan kedatangan Angle mantan kekasihnya. baru saja ia di buat pusing dengan kedatangan Meta sekarang malah tambah pusing dengan kedatangan Angle yang mengamuk tidak jelas. memicu keributan hingga menyita perhatian pengunjung rumah sakit.
"Maaf dok, Nona ini memaksa masuk"ucap suster tersebut tak enak hati.
"Sudah tidak apa apa biarkan dia masuk"ucap William tersenyum.
"Tuhkan sudah saya bilang William itu kekasih saya"teriak Angel tak terima. "Dasar kampungan apa kamu tak punya TV sampai tak mengetahui siapa saya"maki angle lagi kepada suster yang tadi melarangnya masuk.
"TV saya besar kali nona, tapi saya tak punya waktu mencari tahu siapa anda"omel suster itu kesal tapi dalam hati.
"Sudah sudah angle jangan buat keributan di sini"ucap William tegas. "dan satu lagi kita bukan sepasang kekasih kita sudah putus"lanjut William ketus, sedang suster yang tadi menahan Angel cekikikan tak dapat menahan tawanya.
__ADS_1
"Berani kamu mentertawakanku"pelotot angle pada suster itu yang membuat suster itu lasung menutup mulutnya rapat rapat, sedang William menghela nafasnya begitu pusing dengan kejadian hari ini.