Takdir Cinta Nirmala

Takdir Cinta Nirmala
Pria Berandalan


__ADS_3

Malam bertambah larut, para pecinta dunia semakin terhanyut pada tipu daya yang melenakan. Seakan hidup di dunia akan selamanya tanpa teringat bahwa ada alam akherat yang benar-benar kekal.


"Gilingan makin sini yey makin kuat minum ya neik!" tegur Tono geleng-geleng.


"Ya dong, Nala gitu loh!" Gadis berusia dua puluh tahun itu mengangguk-anggukkan kepala mengikuti hentakan musik. Dua botol wine sudah habis dia teguk. Namun, dia masih saja segar bugar tidak sedikit pun terlihat mabuk. "Gue pulang dulu ya, udah jam dua belas nih. Tar bokap gue ngamuk-ngamuk dah!" Nala beringsut sembari menautkan tas mini ke atas bahu.


Tono cekikikan. "Gue nggak salah denger nih, say? cewek macem yey masih takut ama bokap?"


Nala meninju bahu teman karibnya. "Loe nggak tau aja sih gimana bokap gue. Sadis man, suka main pukul!!"


Tono manggut-manggut dan tak berselang lama keningnya mengerut karena melihat Nala memegangi pinggang belakang sembari meringis. "Kenapa say?"


Nala menggelengkan kepala. "Gue nggak tau Ton, pinggang gue sakit banget. Udah lima bulan terakhir ini gue sering ngerasain sakit di bagian bawah punggung dan makin sini makin parah nyerinya."


"Hati-hati cin, gejala penyakit ginjal tuh!" jawab Tono datar seraya memainkan kuku-kuku cantiknya.


"Ngaco loe! Nyumpahin gue?" balas Nala tidak terima. Dia menarik tangan Tono lalu mematahkan salah satu kuku palsunya.


"Ih... jahara banget sih neik, kuku cantik gue patah 'kan jadinya!" Tono mengerucutkan bibir memandangi jari-jemarinya. Nala masa bodoh dengan omelan Tono. Dia meninggalkan laki-laki yang tengah bermuram hati, tanpa merasa bersalah sedikit pun.


"Gue pulang ya, Ton. Bye!" Nala mengangkat tangan sebelah tanpa menoleh ke arah Tono yang sibuk dengan kuku patahnya.


Tono melirik sekilas lantas mendelik kesal dan mengerutu di dalam hati. "Alemong deh, punya temen tapi kelakuannya macam setan!!!"


Nala berjalan keluar club, dia berdiri membungkuk menahan rasa sakit sembari menunggu taksi datang. Rasa nyeri semakin menjadi, Nala mengaduh kesakitan dan mengingat perkataan Tono tadi. Akan tetapi, tetap saja hatinya berusaha untuk memungkiri. "Gak mungkinlah gue punya penyakit ginjal. Gue 'kan rajin olahraga dan tiap hari makan yang bergizi!"

__ADS_1


Ketika Nala asyik bercengkerama dengan pikiran dan hatinya, terdengar suara klakson mobil menggema mengenyahkan lamunan gadis seksi itu. Terlihat kepala seseorang menyembul dari atas jendela. "Lagi apa cantik?"


Nala mengerling sesaat dan melengos memasang wajah tidak ramah sebab di dalam mobil itu hanya anak muda begajulan bukan om-om kesukaannya.


"Hai cantik, mau kita-kita antar pulang?" tanya si pemuda yang matanya berurat merah. Nala tetap bergeming, menyilangkan kedua tangan di atas dada mengacuhkan pertanyaan laki-laki tersebut. "Halah... sok jual mahal loe p*rek!!" sungutnya kesal.


"Sikat aja bro, kita habisin dia rame-rame!" sahut temannya yang duduk di samping.


Nala yang mendeteksi akan ada hal buruk yang menimpa dirinya, dia cepat-cepat menarik langkah seribu menjauh. Gadis itu berlari secepat yang dia mampu, untuk menyelamatkan diri dari para pemuda yang mengincarnya.


"Sialan, cewek itu kabur bro!!" kesal salah satu penumpang mobil jeep. "Kita kejar aja tuh cewek songong!" sarannya yang langsung disetujui teman-temannya.


Tiga orang pemuda tersebut keluar dari mobil dan langsung berlari tak kalah cepat mengejar Nala yang sudah berada jauh dari jangkauan. "Ayo cepat kejar! Masa mau kalah sama cewek?!"


Nala terus berlari sesekali menoleh ke belakang melihat situasi. Alangkah terkejutnya dia karena menyadari para pemuda berandal itu tengah mengejarnya. Nala berusaha lebih cepat berlari, tetapi rasa nyeri yang seakan menumbuk pinggangnya membuat dia harus memperlambat laju kakinya. "Ya Tuhan... kenapa makin sakit aja?!"


"Mau ke mana loe p*rek? Lagu-laguan pake kabur-kaburan segala!" sentak si laki-laki berkaos hitam. "Tenang aja kita pasti bayar tubuh loe, nggak pake gratisan!" tambahnya lagi dengan tawa merendahkan.


"Gue bukan cewek bayaran, kalian salah orang!!" teriak Nala menutupi ketakutan. Dia mencari celah untuk melarikan diri, tetapi ketiga pria tersebut berdiri mengelilinya.


"Halah... kalo bukan p*rek apa namanya, lacurr?" tuduh pria berseringai kejam dengan tatapan seakan menelanjangi tubuh Nala yang hanya ditutupi pakaian ketat dan super mini. "Loe kira kita ini bodoh apa? Ngakunya bukan cewek bayaran, tapi mangkal di depan diskotek!!" ledeknya tertawa sinis.


"Udah... kita langsung sikat aja ini cewek! Kita bawa ke markas dan kita buktiin cewek ini lacurr atau bukan!" timpal pemuda berkaos hitam. Kedua pemuda lainnya mengangguk dan menarik bibir ke satu sudut lalu berjalan perlahan mendekati target.


Bola mata Nala terbuka lebar, dia melepas tas selempang dan digunakan untuk menyerang ketiga pemuda di depannya. "Jangan mendekat! Pergi kalian atau gue teriak kencang...!!"

__ADS_1


Laki-laki berkepala pelontos terkekeh, "Sana teriak! Loe pikir bakalan ada yang nolongin loe? Lihat ke sekeliling, tempat ini sepi dan gelap!"


Perhatian Nala terpusat pada kondisi trotoar yang benar-benar sepi hingga tidak menyadari kalau dua dari tiga orang yang mengincarnya menyergap lalu mencengkeram sepasang tangannya. "Lepasin gue!!"


"Nggak semudah itu, sayang! Ayo bawa cewek seksi ini ke mobil!!" titah pria berkaos hitam yang disinyalir adalah pemimpin pemuda berandalan itu.


Nala meronta-ronta, menarik-narik kedua tangannya sembari berteriak histeris. "Tolong... tolong aku!! Tolong... siapa pun itu, tolong aku!!"


Gadis yang mengenakan rok mini itu diseret untuk dibawa menuju tempat di mana mobil jeep terparkir. Dia terus berusaha memberontak, meski pada akhirnya sia-sia. "Lepasin gue bajingann!!"


"Kita emang bajingan, trus loe mau apa hah...?" cicit salah satu pemuda berandalan.


"Gue bakalan laporin kalian ke polisi!!" ancam Nala yang hanya dibalas dengan gelak tawa.


"Laporin aja, paling kita balik laporin elu, p*rek!!"


"Gue bukan p*rek, bangsatt!!" maki Nala murka.


"Ah... banyak omong loe!" Pria berkaos hitam mengeret kasar lengan Nala dan memegang tangannya dengan lebih kencang lalu mencampakkan tubuh gadis itu ke badan mobil lanjut menggerayang tubuh Nala. "Loe gak usah ngelawan, kalo loe mau selamat!!" hardiknya agar Nala mau mengikuti kemauannya.


"Lepasin dia!!" Seseorang tiba-tiba muncul dan memukul punggung laki-laki bejat yang tengah mengelus-elus tubuh Nala menggunakan balok.


Pria yang mengenakan kaos hitam tersebut sontak membalikkan badan untuk membalas seseorang yang menyerangnya. Akan tetapi, pukulan kedua mendarat dan mengenai kedua lengan. Belum sampai di situ, sebuah tendangan pun melayang, hingga tubuhnya terjatuh ke atas trotoar dan tidak mampu lagi untuk berkutik.


...*****...

__ADS_1


...Mohon maaf banyak typo, ngetiknya sambil di perjalanan 🙈🙏...


__ADS_2