
**H 4 P P Y R 3 4 D I N G 🤗
•
•
•
•
•
✨💞✨**
Mobil-mobil mewah bersejajar masuk ke area sekolah SMA Garuda. Semua murid menjadi penasaran siapa yang datang.
Beberapa menit kemudian turunlah lima pria tampan dari mobil dengan gaya cool, menghampiri sepupu dan sahabatnya.
"Hay Laura... " Sapa Kenan.
"Abang ngapain disini." tanya Laura penasaran tanpa perduli sapaan nya.
"Kita kangen sama kamu, emang salah kita kesini." Bohong Rafa mana mungkin ia menceritakan semua pada Laura bisa malu di dengar sahabat Laura.
"Jangan bohong Laura tahu Abang jadi percuma. Abang kesini mau ngapain?" Memicingkan mata menatap Kenan dan Rafa bergantian dengan tajam.
"Yaelah Ra. Matanya gak gitu juga kali." Kata Rafa.
"Ya sudah cepat kasih tahu. Kenapa kesini?" tanya Laura lagi dan lagi tidak peduli setiap hal yang alihkan mereka.
"Abang juga jelasin kenapa disini sama mereka." tanya Inces pada Radit.
Inces sama dengan Laura menaruh kecurigaan sama mereka yang dadakan datang sekolah.
"Inces, dia Abang kamu, kenapa saya gak tau kalau kamu punya Abang yang ganteng seperti ini." Bisik Bunga pada Inces.
"Naksir kamu yah, sama Abang saya." Goda Inces mendengar pujian Bunga untuk abang nya.
"Kalian kenapa bisik-bisik." tanya Dimas pada Bunga dan Inces yang berdiri disamping Radit.
"Kepo. Mau tau aja urusan cewe." Ketus Inces.
"Sudah... sudah... mau dengar penjelasan kami gak?" Berdiri Radit menatap Kenan meminta untuk menjelaskannya.
"Abang kesini mau ketemu Cinta. Mana dia sekarang?" Terus terang Kenan tanpa menjelaskan permintaan Bunda.
"Kak Cinta baru saja pergi. Katanya ada urusan penting. Pulangnya juga malam untuk beberapa minggu kedepan." jelas Laura.
Laura berdiri memandang Abang nya tumben mencari Cinta sampai kesini biasa ke rumah saja, apa ada sesuatu yang penting hingga nekat ke sekolah jika ia urusan penting apa. Pikirannya terus berputar tanpa berniat bertanya karena ia yakin tidak akan dijawab oleh Abang nya.
"Urusan penting apa Ra? sampai pulang malam?" Bingung Kenan.
Urusan apa membuat Cinta pulang malam. Apa sesibuk ini Cinta hingga tak bisa kunjungi mereka.
"Laura gak tahu. Kak cinta gak jelasin. katanya tunggu waktu yang tepat." Balas Laura.
"Bagaimana nih Kenan, kita gagal lagi." Kecewa Rafa dengan muka lesuh.
"Kenapa Abang?" tanya Laura melihat raut wajah abangnya.
"Kita kangen sama Cinta, Laura. Kamu enak tiap hari ketemu. Kita apa? sekali saja tidak." Kata Rafa kesal lagi dan lagi mereka gagal.
Mendengar ucapan Rafa. Laura sedih. Dia paham apa yang dirasakan mereka. Sejak Dia kecil sampai saat ini mereka tak sekali pun bertemu kak Cinta.
"Maaf Abang. Laura salah, Laura paham apa yang dirasakan Abang. Bedanya Laura kalau sehari tidak ketemu kakak sudah sedih." ucap Laura.
"Iya. Kamu bisa rasain sendiri bagaimana jadi kami dan keluarga yang sudah bertahun-tahun tidak berjumpah." Kata Kenan
Dia binggung adiknya ini sehari saja sudah kangen, terus kita apa yang sudah bertahun-tahun, jika jadi kita sudah yakin gila.
"Sudah...sudah... tenangi pikiran kalian. masalah gak bakal selesei dengan begini
Kita cari cara lain saja." Lerai Iqbal paham kesedihan sahabatnya.
_-_-_
•>>>
"Permisi Kak. Mbak Tiara nya ada?" tanya Cinta sopan, membuat siapapun mendengar suara nya akan jatuh cinta.
"Ada Dek. Mari saya antarin." ujarnya.
"Makasih kak. Maaf sudah ngerepotin." Tak enak Cinta.
__ADS_1
"Gak sama sekali Dek." ucapnya senyum.
"Permisi Bu. Maaf menganggu ada yang ingin bertemu dengan Ibu." ucapnya.
"Kamu antarin saja dia di ruangan saya, sebentar lagi saya kesana." ucap Tiara tanpa menoleh.
Hari ini Tiara sangat sibuk harus mencari model untuk produk dari luar negeri, Cinta yang dia harapkan akan menjadi modelnya menolak padahal honornya sangat besar, terpaksa dia harus memutar otak mencari siapa yang cocok. Pemotretan harus dilakukan hari ini juga sampai beberapa minggu kedepan.
"Tapi Bu, orangnya ad- " Belum selesei bicara, sudah terdengar salam dari seseorang
"Assalamualaikum mbak." Salam Cinta cepat.
Cinta melihat percakapan mereka mencoba menyadarkan mbak Tiara yang belum sadar kehadirannya saat ini
"Walaikumsalam." sahut Tiara yang mengenal pemilik suara ini.
Membalikkan badan dan tersenyum karena dugaannya tepat. Cinta berada di hadapannya sekarang, orang yang di nantikan kini telah datang membawa besar keputusan baik atau buruk untuknya.
"Cinta. kamu disini? apa kamu berubah pikiran?tanya Tiara berharap dugaannya benar dengan kedatangan Cinta.
"Mbak seperti dukun saja belum bilang apa-apa tebakannya sudah benar"
"Benar kah?" Tiara tak percaya tebakan nya benar.
Tiara bahagia akhirnya Cinta datang membawa keputusan baik untuk pekerjaan nya, ia yakin dengan Cinta model nya akan menjadi buming di semua negara.
"Jadi bagaimana mbak. Apa tawaran mbak masih ada, apa sudah ada orang yang mengisi?" tanya Cinta memastikan karena ia sangat telat mengabari keputusannya ini.
"Masih ada Cinta, mbak gak nemu orang yang cocok seperti kamu. Jadi mana mungkin ada yang ngisi." Jelas Tiara
"Mbak bisa saja."
"Yasudah sekarang keruangan mbak
Kita urus kontraknya." Ajak nya pada Cinta.
"Setengah jam lagi pemotretan akan berlangsung. Siapkan semuanya dengan baik, jangan ada yang kurang." Tegas Tiara sebelum meninggalkan kru.
"Jadi gimana Cinta apa ada yang ingin kamu tanyakan lagi." tanya Tiara.
Mereka sekarang berada di ruang kerja. Cinta duduk dibangku tamu yang berhadapan dengan Tiara. Matanya masih fokus dengan kontrak yang dibaca, sekali-kali ia bertanya
"Tidak ada mbak, semuanya sudah jelas." ucap Cinta.
"Mbak. Saya sangat mau menjadi model karena ini cita-cita saya, tapi saya tidak bisa sampai tengah malam seperti isi pada kontrak ini.
Saya masih sekolah, saya harus menuangkan sedikit waktu untuk belajar, jadi dengan berat hati saya harus menolaknya"
"Cinta, kamu tenang saja. mbak paham sama kondisi kamu, sebelum mbak menawari kamu. Mbak sudah memikirkannya, jadi kamu jangan khawatir untuk pulang tengah malam itu tidak akan terjadi, mbak janji sama kamu."
Di studio tidak ada yang tahu Cinta adalah keluarga Kusuma. Dia mengubah identintas nya saat berada di luar rumah dengan nama
Cinta Permata Aqilla.
Alasannya mengubah indentitasnya hanya satu larangan orang tua. Mereka tak ingin malu dengan Cinta memakai marga Kusuma.
Lain diluar, lain disekolah Cinta tidak memakai marga Kusuma atau Aqilla. Namanya cukup singkat Cinta Permata. Dia mempunyai alasan untuk semua yang dilakukannya.
"Iya mbak ingat. Mbak tidak akan ingkar. Ayo ganti baju. Pemotretan akan segera dimulai." ucapnya pada Cinta.
_-_-_
•>>>
"Bagaimana Nak. Apa kalian sudah bertemu Cinta." tanya Nita pada anak-anaknya.
"Belum Bun...." ucap Kenan
"Kenap belum nak? Apa kalian tidak ingin bertemu Cinta? Apa kalian tidak kangen dengannya?" Pertanyaan bertubi-tubi dari Nita mendengar jawaban singkat dari anaknya.
"Bukan begitu Bunda. Kita tadi sudah ketemu dengannya, tapi..."
"Sudah ketemu? kenapa tidak diajak kesini? apa kalian sengaja?" Tanya Nita cepat memotong perkataan Kenan.
Lagi dan lagi Kenan kesal, tapi tak berani menyampaikan perasaan nya bisa-bisa end nanti kalau Bunda marah.
"Kenan...Rafa... apa kalian sengaja ingin Nenek
semakin kangen sama Cinta." Nenek Sari ikut memarahi Kenan mendengar pertanyaan Nita anaknya.
"Tidak Nek... kalian salah paham dengar dulu penjelasan nya jangan di potong." Kenan pusing keluarganya asal memarahi nya tanpa mendengar semua detail cerita nya.
"Jangan salah paham bagaimana? Coba jelasin pada kita semua." Bariton tegas dari sang kakek menatap tajam Kenan dan Rafa
__ADS_1
Diruang keluarga semua mata tertuju pada orang yang menjelaskan siapa lagi kalau
bukan Kenan dan Rafa.
Kenan dan Rafa yang di tatap tajam merasa seperti pencuri yang sedang di interogasi menunggu peryataan asli.
"Apa Nenek tidak salah dengar ini. Maksud kalian Cinta hari ini dan beberapa minggu kedepan pulang malam." tanya nya memastikan bisa saja telinga nya salah dengar.
"Iyaa. Nenek tidak salah dengar." jawab Rafa.
"Urusan penting apa, Nak?" tanya Nita.
"Kita gak tahu Bunda." jawab Rafa.
Di situasi menenggangkan terdengar bunyi bel dari luar pertanda ada tamu. Semua yang serius seketika berubah kesal sudah menganggu percakapan serius mereka.
"Assalamualaikum." Salam tamu
"Walaikumsalam." Sahut Nita bangkit dari duduknya segera membuka pintu.
"Suara nya kaya kenal." Kata Nenek sari.
"Iyaa Nek, kaya suara Bagas dan Damar." Tebak Kenan dan Rafa bersamaan.
Mereka sangat familiar dengan suara saudara sepupu nya itu karena setiap liburan semester Kenan dan Rafa akan selalu bersama dengan Bagas dan Damar yang berlibur di mansion utama keluarga Kusuma.
"Iyaa... Benar. " Singkat Kakek sengaja membuat mereka linglung.
"Maksudnya apa? kamu sudah tahu mereka kemari?" Selidik Nenek sari pada suaminya.
"Iya saya tahu. Mereka juga akan pindah disini." Jawab Kakek Wahyu berhasil membuat mereka kaget.
"Pindah kesini. Bukannya Papa Aldo selalu nolak." Kenan mengingat Papa Aldo yang bersih keras menolak.
Kenan masih ingat saat Kakek membujuk Ayah Aldo pindah, jawabannya masih selalu terngiang tidak dan tidak.
"Coba jelasin Pa. Jangan bikin kita disini binggung." ucap Sari pada suaminya.
"Tidak ada penjelasan. Kakek hanya menunjukan foto lalu bertanya tidak kangen dengannya." ucap Kakek santai menambah ke binggungan mereka berlipat ganda.
"Foto siapa? Pertanyaan apa yang kau ajukan? Sersa Sari menatap tajam, belum sempat suaminya menjawab terdengar suara salam.
"Assalamualaikum." salam Bagas dan Damar saat berada di ruang keluarga.
"Walaikumsalam." jawab semuanya
_-_-_
•>>>
Bolak-balik badanya diatas kasur, sepi yang dirasakan dirinya. Papa Mama sibuk dengan kerjaan. Kakak yang selalu menemaninya, sekarang lagi menyelesaikan urusannya untuk beberapa minggu kedepan. Pikirnya Cinta hanya alasan karena dia sudah gak tahan jika berlama-lama dirumah yang membuatnya menderita. Ingin rasanya ia berteriak sampai kapan seperti ini.
"Paaa....Maaa....! Aku ingin kita bisa berkumpul bersama Kak Cinta. Aku ingin kakak bisa merasakan kebersamaan keluarga yang tak pernah dia dapatkan selama ini. Apa salah kakak harus dihukum begini. Aku takut suatu saat kak Cinta bakal pergi meninggalkan kita selamanya. Aku gak mau itu terjadi. Aku sangat menyayanginya. kak Cinta sangat berarti dalam hidupku." ucapnya menangis tersedu-sedu " Ya Allah bantulah keluargaku sadarkan Papa dan Mama, sebelum semuanya benar-benar berakhir".
Tanpa Laura sadari semua ucapannya di dengar oleh sepasang suami istri. Air mata jatuh membasahi wajah, rasa takut muncul dalam benaknya jika semua yang diucapkan itu terjadi.
"Ma, Papa takut ucapan Laura itu benar. Apa yang akan kita lakukan?" tanya Arka.
"Papa tenang saja, Mama yang lahirin Cinta. Mama tahu Cinta orangnya gimana. Omongan Laura gak akan terjadi, buktinya selama 17Tahun semuanya baik-baik saja."Jelas Lestari.
Lestari sama dengan suaminya takut omongan Laura terjadi, meski ia tidak pernah memberikan kasih sayang pada Cinta, ia tetap ibu kandung nya yang tidak ingin kehilangan Cinta. Bukan kah itu egois tapi itulah yang dirasakannya.
"Papa harap juga begitu. Papa sangat tersiksa dengan semua ini." Sendu Aditya melihat tangisan Laura begitu rapuh.
______________💞💞💞__________________
Terjatuh di dalam lobang sudah aku alami bahkan terjatuh sangat dalam, hingga tak ada yang bisa mengeluarkan aku. Tangisan, teriakan sudah ku lakukan namun hasil nya nihil. Belajar terpuruk bukan pertama bagi hidupku tapi berulang kali.
(✓By : Cinta Permata Kusuma.)
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_
Bagaimana Episode hari ini?🤷
Bakal ada rahasia keluarga Kusuma yang akan terbongkar.
Kira-kira menurut kalian rahasia apa?🙄
Ayo tebak???.....
...Jangan lupa dukung karya ini dengan Like, comment, gift🌹 and vote....
...Bantuan jempol mu membantu author untuk semangat menulis....
__ADS_1
...Tambahin favorite biar gak ketinggalan up terbarunya.📝📢...