Takdir Hidup Cinta

Takdir Hidup Cinta
Bab 21. Mall


__ADS_3






Selamat membaca!📖


Di Mall Laura dan teman-temannya sibuk memilih baju, sesekali mereka mencoba. Berbeda dengan mereka Kenan dan temannya, mereka tidak ribet seperti kaum perempuan yang harus mencoba atau yang lainnya.


"Apa belum ketemu baju yang cocok?" tanya Rafa.


"Seperti yang dilihat sekarang." jawab Bunga.


"Kenapa kalian harus ribet hanya memilih baju?" tanya Raka yang mulai kesal dengan kaum perempuan kalau sudah berbelanja pasti sangat lama.


"kita gak ribet, kita hanya belum ketemu baju yang bagus." kata Bunga.


"Mata kalian buta apa? baju disini bagus semua, apanya yang enggak bagus?" binggung Rafa dengan perkataan Bunga.


"Itu menurut kalian, tapi bagi kita tidak." ucap Bunga.


"Pusing kita sama cewe, masa baju bagus dibilang tidak. Apa pola pikir mereka bagus dibilang jelek, jelek dibilang bagus." Batin Rafa.


"Yah sudah terserah kalian. Ra, kalau sudah selesei belanja langsung saja ke cafe samping Mall yaa." kata Rafa.


"Ngapain kesana Abang?" tanya Laura.


"Makan. Abang dan yang lain mau kesana duluan, kita cape nunggu kalian yang belum kelar dari tadi." jelas Rafa.


"Okey kalau gitu." ucap Laura.


"Kalian jagain Laura, jangan sampai dia kenapa-kenapa." kata Kenan.


"Abang kira Laura anak kecil harus dijaga." kesal Laura.


"Kamu emang anak kecil Laura, kalau enggak kenapa kamu gak balas perlakuan Ratu?" tanya Kenan.


"Itu, karena Laura dari kecil diajarin kak Cinta untuk tidak membalas perbuatan jahat orang ke kita." ucap Laura.


"Tapi ini beda Laura, kam_" belum selesei bicara, ucapan Kenan sudang terpotong.


"Sudah Ken, jika kamu terus bicara kapan mereka mencari bajunya." ucap Iqbal cepat.


"Abang Iqbal emang yang terbaik, bukan seperti Abang Kenan." lirik Laura pada Kenan.


"Iyah, sekarang kalian lanjut sana, kita mau ke cafe dulu, okey." ucap Iqbal.


"Okey Abang." kata Laura.


__________


"Laura kamu sadar gak perlakuan Iqbal ke kamu itu beda? gak seperti ke kita atau ke orang lain?" ucap Inces.


"Iya tahu." jawab singkat Laura.


"Emangnya kenapa? apa kalian...?" Inces memicingkan mata pada Laura.

__ADS_1


"Gak usah mikir kejauhan, saya sudah tahu kalian pasti mikir saya dan Abang Iqbal pacaran kan?" tebak Laura.


"Itu kamu sudah tahu, jadi apa benar kalian pacaran?" tanya Inces.


"Tidak. Saya gak pacaran sama Abang Iqbal." jawab Laura.


"Terus kenapa dia perhatian banget sama kamu?" penasaran Inces.


"Benar Ra. Apa kamu bisa jelasin?" timpah Bunga pada ucapan Inces.


"Jadi gini yaa sayang-sayangku, orang tua Abang Iqbal sama orang tua saya sahabatan, jadi Mama minta Abang Iqbal untuk jagain saya seperti adiknya sendiri dan Abang Iqbal terima-terima saja karena dia gak punya adik, dia anak tunggal." jelas Laura.


"Oo, jadi gitu." mengerti Inces.


"Kirain kita kalian ada apa'an, ternyata ini." ucap Bunga.


"Salah kalian, ngapain punya otak mikirnya kejauhan." kata Laura.


"Bukan kejauhan Laura, tapi dekat." ucap Inces.


"Terserah. Mending kita lanjut cari baju keburu mereka marah, nunggu kita." kata Laura.





*****


Di cafe Kelima cowo ini lagi menikmati makan sambil berbincang.


"Saya juga sama kayak kamu Rafa, awalnya gak percaya tapi setelah dengar dari pihak kampus dan semua orang membicarakan dia, saya jadi percaya." ucap Radit.


"Keluarganya pasti bangga punya anak kayak dia, udah cantik, baik, sukses lagi diusia mudanya." kata Dimas.


"Sudah pasti bangga, siapa yang enggak bangga punya anak kayak gitu." ucap Rafa.


"Dia juga akan menetap di Indonesia." kata Iqbal buka suara.


"Kamu tahu dari siapa? dia akan menetap disini?" tanya Kenan.


"Berita. Semua media lagi gempar membicarakan dia sebagai orang terkaya nomor satu akan pindah ke Indonesia dan menetap." jelas Iqbal.


"Ternyata benar berita itu, Saya kira bohongan." kata Kenan.


"Emang kamu sudah dengar ini Ken? tapi kenapa baru bilang sekarang?" tanya Rafa.


"Saya kira Kakek becanda ingin bekerja sama dengan perusahaan Aqila." Jawab Kenan.


"Jadi Kakek ingin kita bekerja sama dengan perusahaan dia?" tanya Rafa..


"Iya. Mereka besok akan datang ke kampus, tapi bukan hanya mereka saja karena besok akan ada banyak pengusaha yang datang." jelas Kenan.


"Kenan benar. Besok kampus sangat ramai dengan kumpulan fans nya, dan kumpulan pengusaha yang ingin bekerja sama dengannya." ucap Iqbal membenarkan perkataan Kenan.


"Wah gila, besok kampus kita akan jadi apa nih? pasti akan banyak wartawan." tebak Dimas.


"Bukan lagi banyak, tapi sangat banyak. Apa kamu lupa dia selain pengusaha sukses, dia juga seorang artis papan atas yang mempunyai banyak fans." ucap Radit.


"Kamu benar, saya kadang binggung kenapa dia mau bersusah payah bekerja di dua bidang yang berbeda, itu pasti akan melelahkan." kata Rafa.

__ADS_1


"Bukan hanya melelahkan, tapi sangat karena dengan bekerja di dua bidang itu akan membuat kita tidak ada waktu istirahat yang cukup." ucap Iqbal.


"Itu sudah jelas, lihat saja sekarang semenjak ambil alih perusahaan bokap, kamu jadi sibuk." kata Radit.





*****


Malam ini Cinta sangat sibuk dikantor, dia harus mengurus semua berkas kepindahan kantor pusat ke Indonesia. Saking sibuknya, Cinta melupakan jam makan siangnya tadi.


Cinta harus mengurus semuanya hari ini juga karena besok pagi-pagi dia sudah berangkat.


Dia tidak mungkin datang lagi untuk waktu dekat ini, ada banyak projeck yang menunggunya setiba di Indonesia.


Dia sendiri binggung kenapa empat tahun belakangan ini jadwalnya padat. Tidak ada waktu buat dia bersedih memikirkan keluarganya.


"Huh... akhirnya selesei juga. Gak nyangkah urus semua ini memakan waktu yang lama sampai tengah malam begini." ucap Cinta pada diri sendiri.


Setelah semua berkas telah di urus, Cinta berniat untuk istirahat sebentar sebelum balik ke apartemen, tapi niatnya batal.


📞: "Hallo, Cinta sekarang dimana? kenapa belum pulang sampai sekarang?" tanya Tiara lewat sambungan telpon.


📞: "Ini mau pulang mbak." jawab Laura.


📞: "Kenapa baru pulang? emangnya kamu dimana sekarang?" tanya Tiara lagi.


📞: "Cinta di kantor mbak, ini juga baru selesei urus berkasnya, jadi baru bisa pulang sekarang." jawab Cinta.


📞: "Yah sudah buruan pulangnya, mbak tunggu kamu disini. Hati-hati dijalan." ucap Tiara di akhir telponnya.


📞: "Iya mbak." ucap Cinta mematikan sambungan telpon dengan Tiara.





*****


Pagi hari semuanya pada sibuk dengan urusannya masing-masing, Laura sibuk merias dirinya agar terlihat cantik didepannya, dia tidak peduli dengan panggilan Abangnya, fokusnya sekarang hanya ingin tampil cantik. Laura sendiri binggung kenapa dia begitu semangat ingin bertemu dengan orang yang mirip kakaknya.


Semua keluarga dan teman-temannya tahu bahwa orang itu mirip dengan Cinta, tapi yang mereka tahu sekarang Cinta telah meninggal.


"Kenapa aku semangat sekali? apa semua ini karena dia mirip dengan kakak? atau dia idolaku?" tanya Laura pada dirinya sendiri.


"Kak, Laura harap kakak bahagia diatas sana, sekarang Laura telah memaafkan kakak meski semua itu berat karena kakak ingkar janji." Batin Laura.


×


×


×


×


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2