
•
•
•
•
•
Selamat membaca!📖
"Iya. Ini saya Cinta." jawab Cinta.
"Kenapa kamu mau menyiram Laura?" tanya Cinta menatap Ratu.
"Kamu kenal Laura? bukannya kamu baru datang dari Korea?" binggung Ratu.
"Bukannya kalian tahu sebelum tinggal di Korea saya tinggal di Indonesia." ucap Cinta.
"Kita tahu itu, tapi hubungannya apa sebelum ke Korea dengan Laura?" tanya Ratu.
"Kayaknya kalian sangat penasaran. Okey saya jelasin. Tapi ingat setelah kalian dengar ini jangan pernah macam-macam sama Laura, atau kalian dan semua keluarga kalian akan kena batunya." ancam Cinta dengan tatapan tajam sejak tadi menahan amarahnya agar tidak meledak.
"Kita gak pernah macam-macam sama Laura, tapi dia nya duluan yang macam-macam sama kita." bohong Ratu.
"Terserah kalian mau bilang apa, karena saya tahu semua ucapan yang keluar dari mulut kalian itu bohong." tegas Cinta.
"Kita gak bohong." ucap Lastri.
"Terserah kalian mau bilang apa. Yang jelas saya gak mau lihat kalian nyakitin Laura, jika itu tejadi bersiap-siaplah menjadi gembel dijalanan." ancam Cinta.
"Kenapa kamu belain Laura segitunya?" tanya Ratu.
"Bukan hanya bela, bahkan saya akan melindungi Laura dengan nyawa saya sendiri, karena orang yang kalian sakiti ini. Dia adalah adik kandung saya Laura Putri Kusuma." ucap Cinta lantang.
Semua perkataan Cinta didengar jelas oleh delapan orang diujung sana. Laura sendiri dibuat terharu mendengarnya.
"Itu tidak mungkin nama kalian saja berbeda? bagaimana kalian adik kakak?" kata Ratu tak percaya.
"Kamu benar, karena saya tidak memakai marga Kusuma bukan berarti Laura bukan adik saya." tegas Cinta.
"Yang dikatakan Cinta itu benar. Laura adalah adiknya." teriak Melati menghampiri mereka.
Sejak tadi Mereka ingin menghampiri Laura, tapi ditahan Kenan. Mereka ingin melihat apa yang akan Cinta lakukan untuk melindungi adiknya.
"Apa maksud kalian, membenarkan perkataan Cinta?" Ratu makin dibuat binggung sama semua ini, ada sedikit ketakutan dihatinya jika Laura adik dari Cinta matilah riwayatnya.
"Kita bukan membenarkan, tapi ini nyatanya. Kalau orang yang kalian sakitin selama ini adalah adik dari Cinta. Apa sekarang kalian takut?" tanya Melati.
"Maksud kamu apa Mel? mereka selalu sakitin Laura?" tanya Cinta.
"Iya benar. Mereka bukan sekali ini saja sakitin Laura, tapi sudah berulang-ulang." kata Melati.
Cinta sangat marah mendengar kenyataan ini, ingin rasanya dia menampar dan meninju orang yang berani menyakiti adiknya.
"Kalian punya berapa nyawa sekarang?" teriak Cinta.
Mereka kaget mendengar teriakan Cinta yang sangat marah, seperti siap menerkam mangsanya.
"Matilah kalian sudah membangunkan singa yang lagi tidur." Batin Inces.
"Ken sepupu kalian, kalau marah ngeri juga yah." bisik Dimas pada Kenan.
"Gue juga baru tahu, Kalau cinta bisa semarah ini mendengar perlakukan mereka pada Laura." bisik Kenan.
"Salut gue. Dibalik sikap lembut Cinta tersimpan sikap singa yang siap menerkam mangsanya." ucap Dimas menatap Cinta.
__ADS_1
"Iya, jadi loh jangan macam-macam kalau gak mau diterkam Cinta." jawab Kenan.
__________
Mendengar teriakan Cinta, Ratu jadi takut.
Dia tidak menyangkah orang yang dia benci selama ini mempunyai kakak yang sangat berpengaruh didunia ini.
"Maafan saya Cinta. Saya salah, saya janji tidak akan mengulangi lagi, saya mohon jangan hancuri keluarga saya, saya mohon." tangis Ratu memohon.
Mendengar tangisan Ratu, Cinta menjadi luluh, dia tak tega melihat orang menangis didepannya.
"Yah sudah hapus air matanya. Kamu gak ada salah sama saya, tapi sama adik saya.
Jadi kamu minta maafnya pada Laura." ucap Cinta Lembut.
Mereka semua dibuat melongo dengan perubahan sesaat Cinta, yang tadinya seperti singa sekarang menjadi kucing.
"Laura saya minta maaf, saya janji gak bakal ulangin lagi." mohon Ratu.
"Iya saya maafin. Lagian saya bersyukur dengan adanya kejadian ini, saya bisa ketemu sama kak Cinta." senyum Laura memeluk Cinta.
"Tanpa ada atau tidaknya kejadian ini, kakak pasti temuin kamu." peluk Cinta.
"Kakak bohong, buktinya kakak gak samperin Laura saat di depan tadi." cemberut Laura melepaskan pelukannya.
"Maaf, kakak gak lihat kamu tadi." kata Cinta.
"Kakak bohong, pasti kali ini kakak mau tinggalin Laura lagi kan?" tanya Laura dengan mata berkaca-kaca.
"Kakak gak akan tinggalin kamu Dek. Kakak balik kesini karena ingat kamu, kalau enggak mana mungkin kakak balik." jelas Cinta.
"Gak cape birdiri? mending kita cari duduk aja biar puas ngobrolnya." kata Inces melirik Cinta dan Laura.
"Benar. Masih banyak yang mau Laura tanyain sama kak Cinta?" setuju Laura.
•
***
Di dalam ruangan Cinta binggung kenapa kelima cowo ini ikut masuk. Paham dengan isi pikiran kakaknya, Laura langsung menjelaskan pada kakaknya siapa mereka.
"Jadi Kenan dan Rafa ini sepupu kita, anak dari adik Papa?" tanya Cinta.
"Benar kak. Mereka anaknya Bunda Anita." ucap Laura.
"Oo gitu. Makasih yah Kenan, Rafa, kalian sudah menjaga Laura selama saya gak ada." ucap Cinta.
"Itu sudah kewajiban kita sebagai Abangnya. Jadi gak perlu makasih, lagian yang jagain Laura bukan hanya kita tapi Iqbal juga." ucap Kenan.
"Iya kak, Abang Iqbal selalu jagain aku seperti adiknya sendiri." kata Laura.
"Makasih yaa Iqbal, selama ini sudah mau direpotkan buat jagain Laura. Saya gak tau mau balas apa kebaikan kamu." tulus Cinta.
"Gak apa-apa, saya ikhlas jagain Laura, karena dia sudah saya anggap adik sendiri." ucap Iqbal.
"Cinta apa kamu sudah punya pacar?" tanya Dimas tiba-tiba membuat Cinta kaget.
"Kamu apa'an sih Dimas tiba-tiba nanya pacar kayak gak ada pembicaraan lain aja." ucap Raka menatap Dimas.
"Udah gak apa-apa, gak ada yang salah dengan pertanyaan Dimas." Lerai Cinta.
"Dengar sendiri Cinta gak masalah. Kenapa jadi kalian yang sewot." ucap Dimas.
"Jadi gimana Cinta? apa kamu sudah punya pacar?" sambung Dimas.
"Belum. Saya gak ada waktu buat pacaran. Waktu istirahat saja kurang. Gimana mau ada waktu pacaran." jelas Cinta.
__ADS_1
"Kamu sih Cinta, kenapa harus kerja di dua bidang, jadinya cape sendirikan?" ucap Bunga.
"Mau gimana lagi. Ini impian yang saya inginkan. Jadi saya harus terima konsekuensinya." kata Cinta.
"Tapi kak... ini akan membuat kakak sibuk dan gak ada waktu buat Laura?" cemberut Laura.
"Kakak tahu sayang, tapi kakak akan usahakan meluangkan waktu kakak buat adik kesayangan kakak yang satu ini" Gemas Cinta pada pipi gembul adiknya.
"Sakit kak." rengek Laura.
"Maaf, abisnya kakak gemas sama kamu." senyum Cinta.
"Hmm... kakak akan kembali tinggal dirumah kan?" tanya Laura.
"Maaf Dek." lirih Cinta pelan.
"Kenapa maaf kak? apa kakak gak mau serumah sama Laura? apa kakak gak mau ketemu Papa dan Mama?" tanya Laura.
"Bukan begitu Dek. Kakak gak mau Papa dan Mama tambah membenci Kakak." sedih Cinta.
"Kakak tenang saja, Papa dan Mama sudah menyadari kesalahannya, setelah Kakak pergi dari rumah Mama terus-terusan sedih." Cerita Laura pada semua yang terjadi pada saat Cinta pergi sampai saat ini.
Mendengar Cerita Laura, Cinta menangis, dia menyesal atas semua tindakannya membuat keluarganya menderita.
"Maafin Kakak yah dek, sudah membuat kamu menderita selama ini." sedih Cinta.
"Saya juga mau minta maaf sama kalian, karena saya kalian jadi repot." sambung Cinta.
"Gak masalah sekarang kamu sudah disini, jadi gak ada yang repot." kata Inces.
"Jadi gimana Kak? apa kakak mau tinggal dirumah?" tanya Laura.
"Iya kakak mau." kata Cinta.
"Yes." ucap Laura, Kenan dan Rafa.
"Kenapa senang sekali?" tanya Cinta.
"Karena kakak akan tinggal sama kita." jawab Laura.
"Oo gitu, baguslah kalau kalian senang." kata Cinta.
"Semuanya maaf kayaknya saya gak bisa lama disini, sebentar lagi saya akan tampil kembali." ucap Cinta melirik jam tangannya.
"Gak apa-apa kak. Sebentar bisa dilanjutin lagi." kata Laura.
"Gak bisa dek, setelah tampil kakak akan berangkat ke kota B untuk pemotretan disana." jelas Cinta.
"Apa gak bisa di batalin? kakak punya banyak uang ngapain kakak harus cape-cape lagi." kata Laura.
"Kakak tahu, kakak punya banyak uang, jika dibagikan pada semua orang, uang kakak gak bakal habis. Tapi yang harus kamu ketahui kakak gak bisa berhenti dari pekerjaan kakak sekarang ini." jelas Cinta.
"Alasannya kenapa kak? bukannya kakak bilang uang kakak gak bakal habis jika dibagi'in semua orang, jadi buat apa kakak masih kerja?" tanya Laura.
"Nanti bakal kakak jelasin sama kamu setelah balik dari kota B." ucap Cinta.
×
×
×
×
×
BERSAMBUNG....
__ADS_1