Takdir Hidup Cinta

Takdir Hidup Cinta
Bᴀʙ 55.Kᴇᴄᴜʀɪɢᴀᴀɴ Iǫʙᴀʟ


__ADS_3

H 4 P P Y R 3 4 D I N G🤗







✨🌹💕🌹✨


Di vila mereka masih saja mencurigai Bagas meski berulang kali bagas membantah tidak tau mengenai Cinta berada.


Entah kenapa dan apa yang terjadi hati Iqbal bersih kuat yakin Bagas mengetahui. Alasan apa membuat Bagas menyembunyikan ini terlintas memutari pikiran Iqbal.


"Apa benar kamu tidak tau di mana Cinta? kamu yakin dengan ucapan kamu?" Kembali bertanya, Bagas mengerutkan dahi bingung maksud perkataan Iqbal seolah tau sebenar nya.


"Maksud Abang bagaimana?"


"Kamu serius tidak tau di mana Cinta!"


"Iya benar. Jika tau sudah pasti saya kasih tau. Buat apa menutupi ini sama abang dan semua."


"Bagas ada benar nya Al. Buat apa dia menutupi keberadaan Cinta semua gak ada untung nya, kecuali ada misi yang mereka lakukan." Ucap Rafa mempercayai Bagas.


Mendengar perkataan Rafa seketika tubuh Bagas menjadi tegang. Bagaimana bisa Abang nya berpikir ke arah situ.


"Yah seperti kamu katakan tadi, karena sebuah misi jadi Bagas menyembunyikan." Balas Iqbal yakin ada sesuatu yang mereka sembunyikan.


"Misi apa yang mereka sembunyikan, kamu jangan sembarang deh mana mungkin mereka melakukan sesuatu tanpa memberitahu kita benar begitu, kan?" Tatap Rafa pada Bagas.


"Yah benar di katakan Abang. Jika ada sesuatu sudah pasti Abang Al orang pertama. Abang suami Kak Cinta, tidak mungkin saya sepupu nya jadi orang pertama sedang kan di sini banyak sepupu Kak Cinta bahkan ada adik kandung nya." Jelas Bagas bohong, tapi kebohongan nya di telan mentah mereka percaya.


"Al kayak nya kamu salah kali ini. Perkataan Bagas benar, jika ada sesuatu kamu orang pertama yang tau bukan Bagas. Cinta tidak mungkin menutupi apa pun sama kamu yang kini sudah menjadi suami nya." Nasihat Kenan percaya penjelasan Bagas.


Entah kenapa meski sudah mendengar penjelasan Bagas ada benar nya, hati Iqbal masih saja belum bisa percaya, ia sendiri bingung kenapa dengan hati nya hingga ragu.

__ADS_1


Ia tidak ingin memaksa Bagas karena akan percuma, ia yakin Bagas tidak akan memberitahu, dengan sekarang semua sudah percaya dengan penjelasan yang masuk akal dari Bagas.


"Yah sudah saya percaya sama kamu, tapi ingat jika kecurigaan saya terbukti jangan salah kan saya tidak mengizinkan kamu bertemu Cinta lagi." Ancam Iqbal seketika wajah Bagas pucat.


🌺🌿🌺


Di tempat lain, hp Cinta berdering notifikasi pesan masuk. Cinta membaca, seketika wajah nya berubah kaget, pesan tersebut dari Bagas tertulis segera pulang semua sudah sadar.


"Perbincangan kita tutup sampai sini dulu lebih nya akan kita lanjutkan nanti. Kamu bisa kerjakan tadi yang saya kata kan, lain nya tunggu perintah dari saya." Ucap Cinta sebelum balik meninggalkan Jeki.


"Baik Bu."


"Yah sudah sekarang saya pergi dulu." Pamit Cinta undur diri bangkit dari kursi duduk nya.


Di luar cafe, Cinta segera memesan taksi untuk balik, ia tidak ingin makin runyam dengan kepergian mendadak tanpa mengabari mereka di sana kecuali Bagas.


Cinta mulai memikirkan alasan yang masuk akal agar tidak di curigai terutama Iqbal mungkin akan sulit di bohongi. Iqbal berbeda dengan lain nya, Iqbal memiliki kecerdasan di atas mereka jadi sulit untuk di bohongi.


"Ayo lah otak cepat berpikir alasan apa yang tepat, tidak mungkin jika berterus terang." Gumam Cinta yang kini berada di taksi.


Mata memandang jelas penjuru jalan yang di lewati dengan otak berpikir keras membuat mereka percaya dengan kebohongan yang akan ia kata kan nanti.


Pemandangan indah jalan tidak membuat Cinta mendapatkan alasan yang tepat, malah semakin mumet terus berpikir. Kepala rasa nya hampir pecah jika belum menemukan solusi terbaik. 15 Menit lagi Cinta akan tiba di vila, dengan solusi yang belum ia dapatkan.


"Baik mbak."


Taksi berhenti sesuai arahan Cinta, di depan supermarket. Cinta masuk untuk belanja sesuatu untuk di jadikan alasan agar mereka tidak curiga.


Setelah selesei berbelanja, Cinta segera keluar dari Supermarket dan kembali masuk ke dalam taksi.


"Ayo Pak jalan." Perintah Cinta kepada supir taksi kembali melajukan jalan.


"Baik mbak."


15 menit kemudian taksi di tumpangi Cinta tiba di depan Vila. Cinta membayar ongkos tarif kepada supir taksi sebelum keluar.


"Ini lebih mbak." Kata Supir melihat terlalu banyak tarif di bayar Cinta.


"Tidak apa-apa, anggap saja itu rezeki untuk keluarga bapak." Balas Cinta lembut membuat supir taksi senyum bahagia masih ada orang baik di zaman sekarang.

__ADS_1


"Terima kasih mbak, bapak doakan bahagia selalu bersama suami nya." Kata supir membingungkan Cinta dari mana ia tau.


"Bapak tau dari mana saya memiliki suami, seingat saya tidak pernah berkata sudah menikah?" Tanya Cinta dengan wajah bingung.


"Itu." Tunjuk supir pada cincin di jari Cinta.


"Astagfirullah." Tepuk Cinta pada jidat nya.


"Kenapa mbak apa saya salah? apa itu bukan cincin pernikahan? setahu bapak jika cincin di kenakan di jari manis tangan kanan pertanda perempuan tersebut berstatus istri." Jelas supir panjang lebar membuat Cinta terkekeh.


"Bukan begitu Pak, perkataan bapak benar, saya sudah menikah, saya merasa bodoh saja bisa tidak sadar dari mana bapak tau kalau bukan dari cincin saya." Ucap Cinta belum sadar sudah 10 menit berada di dalam berbincang dengan supir taksi.


"Mbak tidak bodoh, mbak hanya banyak pikiran." Jawab Supir sejak tadi memperhatikan pelanggan nya terus diam memikirkan sesuatu yang mungkin sedang menganggu pikiran nya.


"Bapak bisa saja, emang kelihatan yah Pak muka saya?" Malu Cinta ketahuan banyak pikiran.


"Iya mbak, semua orang juga sama dengan saya pasti tau dengan melihat wajah mbak terus melamun sejak masuk tadi."


Tidak terasa perbincangan mereka sudah 30 menit. Cinta menepuk jidat saat melihat jam hp nya sudah lama ternyata di dalam.


"Mbak kenapa lagi?" Bingung Supir melihat pelanggan nya lagi dan lagi memukul jidat.


"Saya harus masuk sekarang, nanti mereka pada khawatir." Ucap Cinta pamit membuka pintu taksi, lalu berjalan masuk ke dalam Vila.


"Kamu dari mana?" Bariton tegas mengangetkan Cinta baru masuk.


"Astagfirullah." Mengelus dada karena kaget."Al bisa kah kamu tidak mengangetkan ku, bagaimana jika aku mempunyai riwayat jantung sudah pasti langsung end." Balas Cinta masih tenang seperti tidak terjadi apa-apa.


"Kamu dari mana jangan mengalihkan pembicaraan?" Tanya ulang Iqbal tidak menggubris perkataan Cinta.


...BERSAMBUNG...


________________💞💞💞________________


🌟Hati dan pikiran memiliki perbedaan, kadang tidak semua kata hati itu benar begitu juga dengan pikiran.🌟 𝐵𝑦: 𝐼𝑄𝑏𝑎𝑙 𝐴𝑑𝑖𝑗𝑎𝑦𝑎.


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-


...Jangan lupa dukung karya ini dengan Like, comment, gift🌹 and vote....

__ADS_1


...Bantuan jempol mu membantu author semangat menulis....


...Tambahin favorite biar gak ketinggalan up terbarunya.📝📢...


__ADS_2