
Selamat membaca!📖
•
•
•
•
•
•
•>
Setelah mendengar penjelasan Daddy nya, Iqbal segera mengubungi Cinta. Dia tak ingin Cinta mengurus ini sendirian. Masalah Cinta, masalahnya juga.
Setalah puas berbicara, Iqbal berpamitan kepada kedua orangtuanya untuk menemui Cinta.
"Kamu sudah lama tunggunya?" Tanya Iqbal yang baru tiba disamping Cinta.
"Enggak, aku baru datang." jawab Cinta yang sedang duduk di bangku Cefe.
"Yah sudah sekarang pesan minum dulu." ujar Iqbal menduduki bokongnya pada bangku samping Cinta.
Setelah memesan minum, Cinta dan Iqbal kembali berbincang. Perbincangan mereka tiba-tiba terputus dengan datangnya pengemar Cinta yang berkerumunan ditempat.
Cinta tak bisa berbuat apa-apa selain meladenin fans nya yang meminta foto dan tanda tangan.
Iqbal melihat interaksi Cinta dan fans nya merasa kagum. Dia tak menyangka wanita yang berada didepannya adalah pacarnya, wanita yang dia cari selama ini, wanita yang membuatnya jatuh cinta sejak kecil.
"Terima kasih ya Allah, telah mempertemukan aku dengan Cinta sejatiku. Aku akan menjaga dan melindunginya dengan nyawaku sendiri." Batin Iqbal memandang Cinta.
"Cinta, siapa cowo tampan ini? apa dia pacar kamu?" Tanya salah satu fans nya yang menatap Iqbal.
"Iya, dia pacar saya." jawab Cinta memandang Iqbal dengan penuh cinta.
"Siapa namanya? kenapa tidak go publik? apa kamu menutupi ini dari media?"
"Namanya Iqbal. Saya akan mengabari media jika waktunya telah tiba." jawab Cinta XD, memandang fans nya.
"Namanya sesuai dengan wajahnya yang tampan. Kalian pasangan serasi, yang satu cantik dan yang satu ganteng, kami pengemar kamu akan selalu mendukung kalian sampai menikah." ujar pengemar cinta tulus.
"Makasih doanya." Balas Cinta terharu dengan pengemarnya yang sangat menyayanginya.
"Apa rencana kamu dalam mengahapinya? mereka Mafia nomor satu, kita tidak boleh gegabah mengambil keputusan, jangan sampai kita yang celaka." Ujar Iqbal setelah pengemar Cinta pergi meninggalkan tempat.
"Iya Iqbal. Apa kamu punya rencana selain ini?" tanya Cinta menatap Iqbal setelah ia menceritakan rencananya.
"Iya." jawab Iqbal singkat dan jelas menatap balik Cinta.
"Apa rencananya?" Penasaran Cinta yang ingin segera tahu.
__ADS_1
"Bagaimana, apa kamu suka?" Senyum Iqbal menatap Cinta yang ikut tersenyum setelah mendengar rencana yang disusun Iqbal.
"Rencana kamu sungguh bagus, aku gak nyangkah punya pacar yang sangat pintar." Puji Cinta bahagia.
"Kamu baru tahu kalau pacar kamu ini sangat pintar?" Puji Iqbal pada diri sendiri.
"Apaan sih, dipuji dikit langsung besar kepala." Bingung Cinta dengan tingkah Iqbal.
"Aku gak besar kepala, bukannya kamu sendiri yang bilang." Ujar Iqbal menaikan alis nya menatap Cinta.
"Iya, aku yang bilang tadi. Sekarang gak ada yang dibahas lagi kan?" tanya Cinta memastikan, karena dia harus berangkat ketempat pemotretan.
"Iya gak ada, emang kenapa? apa kamu ada urusan?" tanya Iqbal menatap Cinta yang sedang melihat jam yang berada ditangannya.
"Aku ada pemotretan setengah jam lagi, jadi aku harus pergi." jawab Cinta menatap Iqbal yang sedang melihatnya.
"Yah sudah kalau begitu hati-hati dijalan, jangan ngebut, kalau ada masalah segera kasih tahu aku." Ujar Iqbal.
"Baik bos." Balas Cinta memberi hormat, Iqbal tersenyum melihat tingkah Cinta yang mengemaskan.
•
•
***
Di kampus Laura dan ketiga sahabatnya sedang menikmati makanan. Semua pasang mata pengujung kantin terus memandang Laura, mereka tak menyangkah Cinta kakaknya Laura, keluarga dari Kusuma.
"Guys, apa ada yang salah dengan penampilanku?" tanya Laura yang risih terus dipandang oleh semua mahasiswa kampus sejak tadi.
"Tidak, penampilan kamu sama seperti biasanya. Emang kenapa?" Bingung Bunga dengan pertanyaan Laura.
"Kalian sadar gak, sejak tadi semua mahasiswa terus perhatikan ku. Apa akunya saja yang kepedean?" tanya Laura menatap sahabatnya.
"Kayaknya kamu gak kepedean deh." Balas Inces yang memperhatikan sekeliling mereka yang terus memandang Laura.
"Benar, tapi kenapa mereka lihatin kamu terus, apa ada sesuatu yang tidak kita ketahui?" ujar Melati setelah memastikannya.
"Tapi apa yang tidak kita ketahui, bukannya kita selalu tahu berita yang membuat isi kampus ini heboh." Bingung Inces dengan raut wajah orang bodoh.
"Mukanya gak usah kayak gitu juga Inces, nanti diledekin orang baru tahu rasa." Sindir Bunga yang melihatnya.
"Kamu kira muka aku apaan sampai ada rasa?" tanya Inces menatap Bunga.
"Kalian gak bisa lihat situasi untuk berdebat yang gak penting seperti ini?" tanya Melati menatap keduanya.
"Iya iya maaf." ucap Bunga yang disetujui Inces.
"Laura apa benar kamu adiknya Cinta?" tanya mahasiswa kampus yang menghampiri Laura dan sahabatnya.
"Iya, kalian tahu dari mana?" tanya Laura bingung dari mana mereka tahu sedangkan Cinta belum memberitahu media siapa keluarganya.
"Kita tahu dari video yang lagi viral." jawab salah satu dari mereka yang menghampirinya.
__ADS_1
"Maksud kalian video viral apaan? kita gak ngerti." ujar Melati bingung dengan perkataan mereka.
"Video yang beredar di forum kampus, apa kalian gak tahu?" tanya mereka memandang sahabat Laura.
"Kita gak tahu, emang video apaan yang viral?" tanya balik Melati.
"Kalian lihat saja sendiri, kita kesini hanya ingin memastikan apa benar Laura adiknya Cinta atau tidak." jawab mereka, lalu meninggalkan Laura dan sahabatnya yang sedang mengotak-atik hp nya.
Rasa penasaran yang mencapai tingginya gunung membuat Laura dkk segera membuka forum kampus, mereka penasaran video apa yang viral sampai semuanya terus memandang Laura, kenapa juga mereka bisa tahu Laura adiknya Cinta.
Rasa penasaran yang cukup besar membuat mereka tak sadar Ratu dkk terus memandang mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.
Setelah kejadian yang menimpah Ratu bukan membuatnya takut, tapi semakin menjadi-jadi dengan dukungan seseorang yang sangat membenci keluarga Kusuma.
"Ratu apa kamu serius ingin menghancurkan Laura, bukannya kamu tahu dia adiknya Cinta, bagaimana jika Cinta tahu kamu masih menganggu nya?" tanya Lastri khawatir jika mereka akan kena imbasnya kalau Cinta tahu.
"Kalian gak usah khawatir." jawab Ratu singkat dengan senyuman yang menyimpan beribuh rencana.
"Gak khawatir bagaimana? kita juga akan kena imbasnya kalau Cinta tahu ini, kita gak mau hidup susah Ratu." ujar Lastri bingung dengan jalan pikir Ratu yang tak takut dengan ancaman Cinta tempoh hari.
"Tidak usah takut, kalian tidak akan hidup susah." Balas Ratu santai dengan mata yang masih fokus menatap Laura.
Dendamnya semakin besar kepada Laura, semenjak Cinta mempermalukannya. Awalnya Ratu takut saat mengetahui Laura adiknya Cinta, tapi semuanya hilang setelah dia mengetahui sesuatu yang membuatnya makin semangat.
"Apa yang membuat kamu bisa seyakin ini?" tanya Lastri bingung dengan pancaran wajah Ratu yang sangat yakin.
"Kalian tidak usah banyak tanya, ikutin saja perintah ku." Tegas Ratu menoleh pada teman-temannya.
•
•
***
"Siapa yang merekam kejadian ini, sampai berani memposting di forum kampus?" tanya Melati setelah melihat videonya.
"Ini pasti ulah orang yang kurang kerjaan." Sambung Bunga meletakkan hpnya disaku celana.
"Aku yakin setelah video ini sampai di telinga media, mereka akan berbondong-bondong menghampiri Cinta." ujar Inces menatap Laura yang sedang khawatir, entahlah apa yang dipikirkan Laura saat ini.
"Kamu benar, Cinta pasti akan kewalahan dengan semua ini. Apa lebih baik kita ke tempat Cinta? tanya Bunga kepada sahabatnya.
×
×
×
×
×
BERSAMBUNG...
__ADS_1