Takdir Hidup Cinta

Takdir Hidup Cinta
Bab 32. Bantuin Camer


__ADS_3

Selamat membaca!📖







Dikamar Cinta membaringkan diri dikasur empuknya, memeluk guling dengan mata yang tertutup.


Istirahat Cinta terganggu dengan bunyi ponselnya. Dengan malas dia mengerakan tangannya untuk mencari ponsel dengan mata yang masih tertutup.


📞: "Hallo, dengan Cinta disini." ucap Cinta yang belum sadar siapa penelponnya.


📞: Kamu tidak save nomor aku sayang?" tanya penelpon diujung sana.


Mengenal suara penelpon Cinta tersadar.


📞: Maaf aku gak tahu kamu yang telpon." Balas Cinta yang bersandar di ujung tempat tidur.


📞: Kenapa bisa?" Bingung Iqbal disana.


📞: Tadi aku ketiduran, saat ingin membaringkan badan." jawabnya.


📞: Yah sudah sekarang kamu mandi biar badannya segaran." Perintah Iqbal diujung telpon.


Setelah mengakhirinya, Cinta segera membersihkan diri sesuai perkataan Iqbal.




***


Diruang keluarga Laura dan Kenan sibuk membahas kegiatan yang akan dilakukan saat liburan nanti.


"Sayang, kalau liburan jangan repotin teman-teman." ucap Lestari memperingati Laura.


"Mama tenang saja itu gak bakal mungkin, kakak akan selalu ada buatku." balas Laura yang tersenyum.


"Jangan terlalu repotin kakakmu, mending kamu cari pacar biar apa-apa gak sama kakak, tapi sama pacarmu." Kata Lestari yang melihat Laura.


"Untuk sekarang aku gak perlu pacar, yang aku butuhkan hanya kakak." ucap Laura penuh keyakinan.


"Percuma Ma bicara sama Laura kayak bicara sama batu, diomongin gak pernah dengar-dengar." Sambung Rafa menatap Laura.


"Abang gak usah bicara sembarangan, aku anak yang baik, anak yang nurut sama keluarga." Sombong Laura.


"Terserah kamu. Ma, Cinta belum turun juga?" tanya Rafa yang belum melihat keberadaannya.


"Belum, kayaknya sedang istirahat, sedikit lagi pasti turun." Yakin Lestari.


"Umur panjang orang yang diomongin nongol juga." Kata Kenan yang melihat Cinta menuruni anak tangga.

__ADS_1


"Apa yang kalian omongin?" tanya Cinta terus berjalan mendekati keluarganya.


"Rafa tanyain kenapa kamu belum turun." jelas Lestari pada anaknya.


"Maaf, tadi aku ketiduran." ucap Cinta menduduki bokongnya di sofa.


"Iya gak apa-apa, kita tahu kamu pasti kecapean." balas Lestari yang berada disampingnya.


"Cinta." Panggil Aditya menatap anaknya.


"Iya Pa." Sahut Cinta menoleh.


"Kamu punya perusahaan di Singapura?" tanya Aditya serius.


"Iya ada." jawabnya singkat.


"Apa kamu bisa membantu Papanya Iqbal?" tanya lagi Aditya.


"Bantu apa? apa ada kaitannya dengan perusahan?" tebak Cinta menatap lurus Papanya.


"Iya sayang. Perusahaan mereka teracam bangkrut ulah musuh, berbagai cara sudah dilakukan semuanya tetap tidak bisa, keluarga kita juga tidak bisa membantu mereka. Papa pikir kamu pasti bisa, kamu memiliki koneksi yang sangat banyak dari keluarga Kusuma." jelas Aditya.


"Apa nama perusahaan Om Tirstan?" tanya Cinta yang mulai mengotak atik layar ponselnya.


"Adijaya group." jawab Aditya singkat.


"Okey Pa, nanti akan aku bantu, sebelumnya Papa harus bilang sama Om Tristan hentikan pencariannya tentang mereka." Kata Cinta tanpa menoleh.


"Kenapa harus dihentikan? bukannya itu akan mempersulit?" tanya Aditya binggung dengan perkataan anaknya.


"Tidak, itu akan mempermudah. Papa tenang saja ini bukan masalah besar yang harus ditakutkan." Senyum Cinta yang sulit diartikan bagi orang yang melihatnya.


"Maaf Ma, aku hanya senang saja bisa bermain lagi sama mereka." Kata Cinta yang tersenyum.


"Bermain lagi? apa kamu tahu siapa mereka? apa kamu pernah berurusan dengan mereka sebelumnya?" tanya Aditya bertubi-tubi menatap Cinta.


"Kenapa kamu senang bisa bertemu mereka? bukannya mereka sangat berbahaya?" tanya Arka bingung melihat ekspresi Cinta yang bahagia.


"Sayang ayo jelaskan, jangan cuman tersenyum kayak gini, kamu hanya bikin kita penasaran." Desak Lestari menatap Cinta.


"Iya Mama, ini aku mau jelaskan. Jadi begini mereka itu orang yang sama pernah mengacaukan perusahaan aku di Jepang, permainan yang digunakan sangat bersih bahkan semua orang yang aku perintahkan tidak bisa menemukannya. Mereka sangat licik dalam menyerang musuh, pernah salah satu musuhnya dibunuh oleh mereka. Tapi sayangnya mereka tidak ditangkap, semua bukti telah dihapus dengan bersih tanpa jejak yang mengarah pada mereka." jelas Cinta yang mengetahui.


"Jadi mereka itu orang yang sangat berbahaya? kenapa kamu tidak takut? bukannya orang kamu juga tidak bisa menemukannya?" tanya Lestari yang khawatir kepada anaknya.


"Cinta kalau begitu mereka bukan orang sembarangan, bagaimana bisa kamu senang begini?" tanya Aditya bingung.


"Kalian tenang saja, mereka orang yang sama yang mengacaukan perusahaan ku di Korea. Awalnya aku hanya ingin memberi hadiah atas kekacauan yang mereka buat pada perusahaan, tapi mendengar semuanya, aku berubah pikiran." jawab Cinta yang memikirkan strategi yang tepat buat mereka.


"Apa kakak serius? mereka itu seorang mafia, mereka bisa lakukan apa saja demi mendapatkan apa yang mereka inginkan." Kata Bagas yang mengetahui sedikit informasi tentang mereka. Dia khawatir kakaknya.


"Dari mana kamu tahu mereka seorang mafia?" tanya Kenan menatap Bagas.


"Jika yang kakak katakan mereka adalah orang yang saat ini sedang mengacaukan perusahaan di Korea, berarti mereka seorang mafia." jawab Bagas yang mendapatkan informasi dari suruhannya.


"Kenapa kamu tidak memberitahu?" tanya Rafa menatap Bagas.


"Aku baru mendapatkan infomasi dari orang suruhan, setelah mendengar perkataan kakak jika benar perusahaannya lagi bermasalah." jawab Bagas.

__ADS_1


"Apa yang kalian bicarakan? kenapa sangat serius begini?" tanya Wahyu yang baru datang.


"Apa ada masalah yang membuat kalian seperti ini?" tanya Sari memandang mereka.


"Iya Nek, masalah ini mengancam keselamatan Cinta." balas Rafa mulai menceritakan semuanya.


"Jadi mereka mafia, bagaimana bisa kamu tidak kasih tahu ini? apa kamu sadar Cinta mereka sangat berbahaya, mafia merekalah yang membunuh buyut kalian. Dan sekarang mereka kembali lagi dengan niat yang sama karena perusahaan." Kaget Wahyu mendengar cerita Rafa.


"Cinta mereka bukan orang sembarangan, mereka bahkan sudah banyak membunuh orang, tapi lihatlah mereka tidak dipenjara." Sambung Sari tak menyangkah cucunya akan berurusan dengan orang yang membunuh Ibu mertuanya.


"Iya Nek, aku tahu mereka sangat licik, tapi mereka tak bisa mencelakai ku. Nenek tidak perlu khawatir." ucap Cinta menyakinkan Neneknya.


"Bagaimana tidak khawatir Cinta, perkataan kamu sama persis dengan buyut mu saat itu dan lihatlah sekarang apa yang terjadi? buyut mu di celakai mereka." Tegas Wahyu mengingat kejadian tempoh hari yang menimpah Ibunya.


"Nenek tidak mau kamu gegabah Cinta, mereka bukan tandingan kita." ucap Sari menatap lekat cucunya.


"Kakek, Nenek, aku senang kalian sangat mengkhawatirkan ku, tapi untuk kali ini aku tidak bisa diam lagi." balas Cinta penuh tekad.




***


Dimeja makan Iqbal dan orangtuanya sedang menikmati sarapan, sesekali mereka bertanya kuliah Iqbal dan lainnya.


"Iqbal, Daddy sudah tahu siapa sebenarnya mereka." ucap Tristan menatap anaknya.


"Maksud Daddy mereka siapa?" tanya Iqbal yang belum paham.


"Orang yang mengacaukan perusahaan di Singapura." jawab Tristan.


"Daddy tahu dari siapa?" tanya Iqbal penasaran, mereka sudah berulang kali mencari tapi tidak menemukan apa-apa.


"Om Aditya." jawab singkat Tristan saat Aditya menghubunginya.


"Bagaimana bisa?" Kaget Iqbal.


"Mereka orang yang membunuh orangtua kakek Wahyu." ucap Tristan yang mulai cemas.


"Kenapa Daddy cemas? bukannya kita sudah tahu sekarang, jadi tunggu apalagi ayo kita bergerak." Bingung Iqbal dengan reaksi Daddy nya.


"Jangan gegabah Iqbal, mereka bukan orang sembarangan, mereka adalah mafia nomor satu. Keluarga Kusuma saja tidak bisa menangani mereka, bagaimana dengan kita?" Tegas Tristan.


"Mafia? bagaimana bisa keluarga Cinta berurusan dengan mereka?" tanya Iqbal penasaran.


"Perusahaan." Singkat Tristan.


"Apa mereka juga sama ingin menjatuhkan perusahaan keluarga Kusuma?" tanya lagi Iqbal.


"Iya, bahkan sekarang mereka sedang mengincar perusahaan yang dibangun Cinta." balas Tristan menatap wajah Iqbal yang kaget.


×


×


×

__ADS_1


×


BERSAMBUNG...


__ADS_2