
H 4 P P Y R 3 4 D I N G 🤗
•
•
•
•
•
•
•>>>>>>>
"Baby kamu kenapa? apa kamu sakit?" khawatir Iqbal melihat Cinta.
"Baby." Bingung Cinta mengulangi perkataan Iqbal dengan alis keatas.
"Iya Baby, mulai hari ini dan seterusnya aku akan memanggilmu baby." Jawab Iqbal menggengam tangan Cinta, matanya memancarkan kebahagiaan.
"Al apa kamu bahagia?" tanya Cinta menatap Iqbal duduk diujung kasur.
Semenjak keluarga memutuskan pernikahannya, Cinta memanggil nama Iqbal dengan panggilan Al menurutnya lebih simpel dan bagus. Iqbal mengikuti karena tidak buruk dengan nama Al hitung-hitung panggilan sayang Cinta ke dirinya.
"Sangat bahagia kamu adalah cinta pertamaku, bertahun-tahun sudah aku mencari akhirnya kita dipertemukan dan menikah." Balas Iqbal menatap Cinta disampingnya.
"Kenapa kamu bertanya seperti ini? apa kamu gak bahagia?" Sambung Iqbal melihat Cinta yang diam tanpa ekspresi.
"Bukan Al, jangan berasumsi negatif sebelum mendengar penjelasan ku." Ujar Cinta melihat Iqbal yang serius menatapnya seakan-akan dia melakukan kejahatan.
"Terus apa?" Singkat Iqbal tatapannya semakin tajam.
"Al, apa salah aku bertanya, aku hanya ingin memastikan." Balas Cinta menatap Iqbal meski tatapannya tak setajam Iqbal.
"Memastikan? apa yang harus dipastikan sebelum menikah kita sudah membahas ini, kenapa sekarang bertanya lagi, apa kamu masih ragu?" Tegas Iqbal sedikit teriak.
Dia tak habis pikir dengan Cinta sebelum menikah terus menanyakan hal ini dan sekarang sudah resmi saja masih tetap menanyakannya.
"Maaf... aku gak bermaksud meragukan mu Al, aku hanya takut kedepannya kamu akan menyesal, aku bekerja di dunia entertainment sudah pasti akan berdekatan dengan lawan jenis, apa tidak masalah buat kamu dengan wartawan yang mengisukan berbagai jenis topik buruk tentangku?" tanya Cinta memberanikan diri mengeluarkan unak-unak yang ada di otaknya.
Meski awalnya ia ragu dan yakin jika Iqbal akan marah dengan perkataan yang ia lontarkan. Cinta tak ingin memendam lebih lama karena itu akan menganggu pikirannya. Cinta ingin rileks tanpa ada yang harus ia bebankan dalam otaknya.
"Jika begitu kurangi projek entertainment, aku gak mau dengan ini kita terus bertengkar, kamu tahu aku sangat cemburu melihatmu dengan cowo lain." Balas Iqbal berdiri melihat Cinta menundukkan kepalanya.
"Iya Al, tapi untuk sekarang tidak bisa semua kontrak sudah diurus mbak Tiara." ucap Cinta yang siap Iqbal akan marah mendengar ini.
"Kamu bisa membatalkannya dengan begitu semua beres." Enteng Iqbal dengan perkataannya.
__ADS_1
"Namanya gak profesional Al. Please ngertiin aku kali ini saja." Mohon Cinta menyatukan kedua tangannya.
Mendengar perkataan Cinta Al beranjak pergi ke kamar mandi tanpa menjawab, ia tak ingin bertengkar lebih lama jika terus meladeni.
Dikamar mandi Iqbal meremas rambutnya, ia pusing dihari pernikahan bukan bahagia ini bertengkar masalah yang sama. Tangannya memukul cermin hingga pecah, ia tak peduli dengan darah yang keluar.
Cinta kaget mendengar suara pecahan berasal dari kamar mandi pikirnya langsung mengarah pada Iqbal.
"Al, apa yang kamu lakukan?" Cinta mengetuk pintu dengan perasaan khawatir.
"Al, aku mohon jangan seperti ini." Tangis Cinta, Iqbal masih tak bicara.
"Al, aku minta maaf." Matanya terus meneteskan air mata, ia khawatir dengan keadaan Iqbal didalam.
Cekreck...
Pintu kamar telah terbuka Iqbal tak tega mendengar suara tangisan dari cinta istrinya.
"Al." Peluk Cinta melihatnya keluar, matanya masih mengeluarkan butiran bening.
"Kenapa menangis Baby? aku tidak apa-apa." Balas Iqbal memeluk Cinta, ia merasa bersalah membuat Cinta khawatir.
"Tidak mungkin Al, aku dengar pecahan dari dalam jangan sakiti dirimu karena aku." ucap Cinta kembali memeluk Iqbal.
Cinta khawatir saat mendengar bunyi dari dalam. Tetesan bening terus berjatuhan dengan keadaan masih memeluk Iqbal.
"Aku tidak akan menyakiti diriku lagi, tapi kamu harus berhenti di dunia entertainment." Tawar Iqbal menatap Cinta yang sedang berpikir.
"Aku mau Al, tapi kamu janji jangan ulangi lagi." Yakin Cinta dengan keputusan yang diambil.
Cinta tak ingin melihat Iqbal menghukum dirinya yang keras kepala dengan pekerjaan di entertainment. Cukup sudah lima tahun ia mengapdi sekarang waktunya berhenti dan fokus pada perusahaan.
"Baby gak bohong kan?" tanya Iqbal memastikan Cinta yang berada dihadannya dengan mata sedikit bengkak karena tangis.
"Tidak Al. Ayo duduk aku bersihkan lukamu." Cinta menarik tangan sebelah Iqbal yang tidak terluka.
"Kamu tunggu sini, aku ambil kotak p3k dulu." Cinta beranjak dari tempatnya setelah Iqbal bersandar di tempat tidur.
Dengan taletan Cinta mengobati luka Iqbal sekarang tinggal diperban. Al memperhatikan setiap gerak geriknya dalam mengobati, ia bersyukur memiliki istri yang baik seperti Cinta.
"Selesei." ucap Cinta lega.
"Makasih Baby." Bisik Iqbal ditelinga Cinta
Saat ini Iqbal berada sangat dekat dengan Cinta, Iqbal dapat mencium aroma tubuhnya yang sangat harum. Perlakuan Iqbal membuat Cinta gugup pikirnya sudah traveling kemana-mana.
"Geli Al." ucap Cinta telinganya digigit kecil oleh Iqbal.
"Kamu sangat harum baby, aku menyukai aroma ini." Hirupnya dirambut Cinta.
__ADS_1
"Bagaimana bisa Al, aku belum mandi sejak tadi bukanya kamu tahu itu." Bantah Cinta membalikkan badan menghadap Iqbal.
"Kamu tetap harum meski belum mandi Baby, buktinya aku sangat menyukai." Balasnya mendekati wajah Cinta.
"Al, ak_." Perkataan Cinta terhenti akibat bungkaman Iqbal pada mulutnya.
Iqbal mencium bibir Cinta yang sudah menjadi Candunya selama satu bulan ini, Iqbal melakukan dengan lembut, matanya yang indah membuat dia terbawa suasana dalam aktivitasnya, tanpa sadar ciumannya semakin dalam, Cinta tak bisa menolak karena dia sangat menyukai ini, sentuhan Iqbal membuatnya merasa nikmat dan ingin terus melakukannya.
Kini aktivitasnya telah berpindah ke leher jenjang Cinta, Iqbal mengi*ap dengan rakus meninggalkan jejak kepemilikan disetiap tempat.
"Al hentikan." Tahan Cinta saat Iqbal ingin melakukan lebih dalam lagi.
"Kenapa Baby kita sudah menikah, apa yang kamu takuti?" Berhenti Iqbal menatap Cinta yang menggagalkan aksinya.
"Aku tahu itu Al, tapi bukan sekarang sebentar lagi acara resepsi akan dimulai tidak lucu kalau aku gak bisa jalan." Jelas Cinta melihat Iqbal yang menginginkan dirinya.
"Baby aku akan pelan-pelan tidak akan membuatmu pincang, biarkan aku melakukan ini, aku sudah tidak tahan." Balas Iqbal memohon.
Iqbal mencoba bernegosiasi dengan Cinta yang kini resmi menjadi istrinya beberapa jam tadi. Bukan Cinta namanya jika tidak bisa menghandle urusan begini.
"Al kalau kamu ingin sekarang, aku akan cape, apa kamu lupa Mommy suruh kita istirahat karena acara ini sangat panjang." ucap Cinta berharap Iqbal bisa mengerti.
"Okeyy kita akan istirahat, tapi malam tidak ada penolakan." Balas Iqbal tak mau ditolak.
"Iya Al, biar malam kita bisa tampil fresh." Senyum Cinta membaringkan dirinya dikasur disusul Iqbal disampingnya.
Saat Cinta ingin berbalik arah tangan kekar Iqbal menahannya agar wajah mereka tak belakangan.
"Tetap seperti ini Baby." Pintanya.
Cinta hanya menjawab dengan senyuman sebagai tanda setuju.
"Baby, aku ingin 12 anak darimu." ujar Iqbal dengan tangan mengelus perut Cinta.
"Kamu gak becanda kan?" Tanya Cinta memastikan keinginan Iqbal.
"Aku serius Baby, apa muka ku kelihatan becanda?" tanya balik Iqbal melihat ekspresi Cinta mengemaskan mendengar perkataannya.
Iqbal ingin memiliki anak yang banyak agar tak kesepian seperti dirinya anak tunggal. Iqbal tahu bagaimana kesepian hidup seorang diri tanpa saudara meski memiliki orang tua yang lengkap tak membuat ia bahagia karena mereka sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing.
_____________💞💞💞_______________
Banyak harta tidak menjamin kebahagiaan, banyak harta sudah pasti bisa memiliki semua yang di inginkan, tapi tidak dengan kebahagian yang tulus karena kebahagiaan tidak dapat di ukur dengan banyaknya harta yang di miliki.
(✓By: Iqbal Radit Adijaya.)
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_
...Jangan lupa like, comment, gift🌹 and vote....
__ADS_1
...Jari jempol mu membantu semangat author untuk terus berkarya dengan tulisan yang makin menarik....
...Tambahin favorite biar gak ketinggalan up terbarunya 📝📢...