
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
•
✨🌹💞🌹✨
Iqbal puas melihat wajah gemas Cinta seperti ini, bagaimana tidak puas wajah Cinta seperti anak ayam yang takut di potong hidup-hidup.
"Baby kamu sangat imut aku beruntung memiliki kamu menjadi istriku." Usap lembut Iqbal di kedua pipi Cinta yang makin hari makin cubby.
"Iya Al." Tatap Cinta."Bisakah sekarang kamu bangun." Ucap Cinta berusaha agar terbebas dari ngenggaman Iqbal.
"Baby ayolah jangan menghindar terus kita sudah berulang kali melakukan ini. Kenapa kamu masih malu?"
"Al bukan begitu sekarang aku harus menemui Laura. Kamu tau kan sekarang Laura lagi ngambek sama kita jika di biarkan lebih lama tidak baik nanti Laura bisa berpikir kita tidak peduli dengan nya." Jelas Cinta berusaha menyakinkan Iqbal.
"Laura bukan anak kecil lagi baby dia tau mana yang baik dan jahat, mana peduli dan tidak. Sekarang biarkan saja dia menenangkan diri lagi pula di sana ada Melati. Aku yakin Melati berusaha menjelaskan pada Laura. Kamu tidak perlu khawatir mari kita habis kan waktu berdua membuat bibit unggul penerus kita." Kata Iqbal membuat Cinta merinding mendengar betapa ingin nya Iqbal memiliki anak.
"Al semalam kita sudah berulang kali lho apa masih belum cukup?" Mengerutkan kening bingung terbuat dari apa suami nya ini. Kenapa tidak pernah puas, selalu saja menginginkan lagi dan lagi.
"Itu beda baby semalam yah semalam, sekarang yah sekarang. Gak ada penolakan aku mau sekarang." Ucap Iqbal tidak mau di bantah lagi.
Situasi yang tidak mendukung membuat Cinta terjepit tidak bisa melakukan apa pun selain mengiyakan, lagi pula menolak keinginan suami yang sudah menjadi kewajiban istri adalah dosa.
Iqbal langsung membuka satu persatu kancing baju Cinta setelah terbuka Iqbal menyusup masuk ke dalam mengh*sap rakus kedua gunung kembar milik Cinta.
"Auwh, Al Pelan-pelan kenapa kamu sangat ambisius." Ujar Cinta merasa betapa rakus nya Iqbal mengh*sap milik nya.
"Hmmm...." Hanya dehemen balasan dari Iqbal.
Iqbal masih enggan melepaskan panutan pada gunung kembar menjadi favorite nya ini. Meski sekarang belum ada asi yang keluar dari payudara Cinta, Iqbal tetap menikmati.
__ADS_1
Cinta membiarkan Iqbal melakukan ini bukan pertama kali tapi sudah berulang kali.
Puas dengan gunung kembar Iqbal berpindah ke leher jenjang Cinta menghirup aroma tubuh yang harum. Hingga Cinta mengeluarkan ******* membuat Iqbal semangat. Sejak tadi Iqbal menunggu suara merdu yang masih di pertahankan Cinta.
"Keluarkan semua suara merdu kamu baby, suara mu membuat ku semakin semangat bahkan mabok yang tidak ada obat untuk di pulihkan." Gombal Iqbal dengan rayuan publik.
Jika ada mau nya selalu pandai bersilat lidah, coba kalau gak ada kayak anak ayam yang belum di kasih makan. Pikir Cinta bingung sifat suami nya ini, tapi hal itu membuat Cinta semakin cinta dan sayang sama Iqbal.
"Sudah Al hentikan dulu, kita lanjutkan setelah aku temui Laura aku janji akan memberi pelayanan servis terbaik untuk mu." Janji Cinta berusaha bernegosiasi sama Iqbal.
Cinta berharap Iqbal menyetujui agar dia bisa segera menemui Laura. Ada sedikit perasaan khawatir sama Laura sejak kemarin belum sempat menemui nya karena harus menepati janji sama Iqbal.
"Okey aku setuju. Jam berapa kita lanjutkan lagi?" Tanya Iqbal menyetujui.
"Hmm." Pikir Cinta meletakkan tangan di dahi sebelah kiri.
"Cepat jawab atau sekarang saja kita lakukan." Kata Iqbal mengangetkan Cinta yang masih berpikir.
"Kamu apaan sih Al, kalau sekarang aku gak bisa itu mau nya kamu saja." Kesal Cinta dengan Iqbal yang sesuka hati menentukan kemauannya.
"Kalau begitu kamu mau nya jam berapa? aku gak bisa menahan lebih lama baby sebelum kamu hamil secepatnya!" Ucap Iqbal menekan kata Hamil.
"Baiklah 1 jam tidak lebih. Jangan salahkan aku jika kita melakukan di depan mereka jika kamu telat 1 detik saja." Ancam Iqbal membuat Cinta takut sama ancaman Iqbal begitu seram.
"Kamu apaan sih kok ancaman nya begitu, masa telat sedetik saja sudah ngawur gitu, gimana kalau telat 2 detik." Protes Cinta kesal dengan ucapan Iqbal ngelantur.
"Kalau 2 detik ceritanya beda lagi. Aku akan minum susu favorite ku di depan mereka bahkan lebih." Kata Iqbal semakin menakutkan Cinta.
"Al itu gak adil. Aku gak terima!" Bantah Cinta kesal, lagi dan lagi Iqbal senang membuat wajah cantik istrinya ini cemberut.
"Kalau gak terima yah sudah kita lakukan sekarang saja." Usul Iqbal mengambil kesempatan dalam kesempitan.
"Ish itu mau kamu sama Al."
Kali ini Cinta di buat kesal dengan ucapan Iqbal entah kenapa ingin rasanya sekarang juga Cinta menggiling Iqbal seperti menggiling kopi.
__ADS_1
Ucapan Iqbal yang selalu ngelantur kalau sudah berdua bersama Cinta, membuat Cinta ingin kabur secepat nya.
"Iya itu memang mau aku baby, emang mau siapa lagi?" Tanya Iqbal dengan senyum di balik pikiran jahat nya.
"Kenapa kamu senyam-senyum gak jelas." Menautkan alis bingung menatap Iqbal.
"Tidak." Balas Iqbal.
Cinta ragu dengan jawaban simpel Iqbal, ia yakin ada sesuatu yang di rencanakan hingga tersenyum licik begitu. Saat Cinta ingin bangun Iqbal langsung menahan dan mengunci kedua lengan tangan Cinta dengan kuat."Al apa yang kamu lakukan, biarkan aku menemui Laura sebentar saja. Janji gak bakal lama."
"Kalau lama sehari full kamu akan aku kurung." Kata Iqbal.
"Iya aku janji gak bakal lama." Balas Cinta terpaksa menyetujui.
"Baiklah sekarang pergi lah aku kasih waktu 15 menit dari sekarang." Ucap Iqbal membuat Cinta tidak percaya sungguh suami kejam.
Waktu saja pakai perhitungan gimana yang lain. Kalau bisa sekarang juga Cinta ingin menelan hidup-hidup suami nya untuk sementara hilang di dekat nya.
"Kenapa diam, gak mau pergi waktu terus berjalan. Atau kamu mau aku berubah pikiran?" Tanya Iqbal memicingkan mata membuat Cinta tidak percaya.
"Iya ini aku mau pergi." Balas Cinta.
"Waktu kamu tinggal 13 menit." Ucap Iqbal sebelum Cinta beranjak pergi dari tempat nya.
"Iya iya terserah kamu." Balas Cinta.
Jika terus di ladeni bisa habis waktu nya hanya untuk berdebat ujung nya tidak akan kelar. Cinta memilih tidak menggubris perkataan Iqbal memilih menemui adik nya sekarang.
...BERSAMBUNG...
________________💞💞💞________________
🌟Hubungan jalinan cinta tidak selalu baik dan akur kadang sedikit pertengkaran aduh mulut membuat hubungan menjadi awet, bukan sebaliknya karena orang yang cerdas tau memberi ruang mana pertengkaran serius dan mana tidak.🌟 By: Cinta.
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
__ADS_1
...Jangan lupa dukung karya ini dengan Like, comment, gift🌹 and vote....
...Bantuan jempol mu membantu author semangat menulis. ...