Takdir Hidup Cinta

Takdir Hidup Cinta
Bab 36. First kiss


__ADS_3

...Terima kasih buat kamu yang sudah setia membaca Novel...


...👇...


...Takdir Hidup Cinta...


Author ucapkan terima kasih🙏 buat kalian semua, jangan bosan menunggu Up terbaru dari Novel ini😊.


Selamat natal buat kamu yang merayakan, author doakan dengan natal ini membawa kedamaian buat kita semua❤️


Sebelum lanjut membaca, author harap kalian bisa mendukung novel ini dengan jari indah yang kalian punya dengan like, comment, dan vote 📱.







Cinta dkk kini telah tiba didalam mobil Iqbal setelah meninggalkan tempat tadi. Dari sini mereka bisa melihat situasi diluar sana yang mulai membaik berkat Laura dkk.


Dapat dilihat jika semua wartawan mulai tenang, dengan perkataan yang dilontarkan Laura, entah perkataan apa itu Cinta tak tahu, menurutnya semua itu bisa di tanyakan nanti.


Cinta duduk di samping kursi pengemudi samping Iqbal, matanya kini menatap Iqbal yang sejak tadi cuek dengannya, meliriknya saja tidak. Cinta merasa bersalah niat awalnya tadi hanya ingin mengerjai Iqbal ternyata dibawa serius oleh dirinya.


"Iqbal." Panggil Cinta yang terus menatap Iqbal sejak tadi.


"Hmmm." jawab Iqbal yang terlihat jelas sedang marah.


"Aku minta maaf, aku tadi hanya becanda, orang yang aku maksud itu kamu dan Laura. Apa kamu lupa saat ditelpon tadi." ucap Cinta merasa bersalah.


"Aku tidak suka dengan becandaan kamu Cinta, itu tidak lucu, kamu bisa anggap itu mainan, tapi tidak dengan aku." tegas Iqbal sedikit menaikan suaranya, membuat mereka yang berada didalam mobil kaget mendengar suara Iqbal.


Cinta kaget mendengar suara Iqbal yang meninggi padanya, dia tak menyangkah candaan nya membuat Iqbal seperti ini. Cinta hanya bisa diam menatap Iqbal yang terlihat marah pada dirinya, matanya memancarkan amarah yang besar kapan saja bisa meledak jika seseorang memancingnya.


"Iqbal kamu apa-apaan sih? kalau cemburu boleh-boleh saja, tapi gak pakai tinggi'in suara juga kali. Kamu kira Cinta budak gak dengar suara kamu." Tegur Bunga menatap Iqbal, orang yang ditatap tidak perduli dengan perkataannya.

__ADS_1


"Iqbal kamu bisa bicara ini baik-baik gak perlu kayak gini, apa kamu gak lihat Cinta, dia sampai takut." Sambung Dimas pada ucapan Bunga.


"Benar tuh, kirain Cinta budak kali." Kesal Inces pada Iqbal yang membuatnya kaget dengan suaranya yang tinggi.


Iqbal tak menggubris perkataan mereka, dia hanya diam sambil melirik Cinta yang menundukan kepalanya, apa merasa ketakutan atau apalah yang tidak dia ketahui.


"Maaf." Satu kata yang keluar dari mulut Iqbal menatap Cinta, dia merasa bersalah karena kecemburuannya membuat dia hilang kendali, semua itu terjadi karena rasa sayangnya sangat besar pada Cinta.


"Kamu gak salah, semua ini karena aku, coba kalau aku gak becanda pasti gak bakal kayak gini." Balas Cinta menatap Iqbal.


"Kamu gak salah Cinta, Iqbal nya saja terlalu berlebihan masa gitu doang dibawah serius." Bantah Bunga tak terima Cinta menyalahkan dirinya.


"Jelas kalau Iqbal bawah serius, Cinta cantik pasti banyak yang naksir masa dia harus anteng-anteng. Apa kalian gak pada mikir banyak orang diluar sana yang menganggumi Cinta bakal lebih." Sambung Dimas yang membela Iqbal sahabatnya.


"Gak usah dibelain kalau salah tetap salah, kamu saja yang pikir, Cinta terima Iqbal karena dia suka, kalau gak suka gak bak diterima. Apa kamu paham?" tanya Inces menatap tajam Dimas yang membela Iqbal.


"Yah tahu, mana ada pacaran gak saling suka." Balas Dimas menatap balik Inces.


"Stop. Sekarang kalian turun samperin mereka." Lerai Iqbal sambil menunjuk arah wartawan.


"Kenapa kamu gak ikut?" tanya balik Inces menatap Iqbal.


"Yah sudah biarin mereka selesaikan masalahnya, kita urus yang lain gak usah pada kepo sama mereka mau jadi nenek rempong yang kerjaannya urusin masalah orang." Sindir Dimas tanpa menoleh, tangannya segera membuka pintu mobil.


"Kamu bilang aku nenek rempong." Kata Inces yang merasa ucapan Dimas menyindirnya.


"Tidak tuh, kalau kamu merasa bisa jadi, aku tidak menyebut nama siapapun disini." Balas Dimas santai tanpa sadar orang yang disindir menatap tajam dirinya.


Sekarang tersisa Cinta dan Iqbal didalam, dua-duanya masih terdiam, Cinta yang duduk dengan mata yang lurus menatap sahabatnya berjalan mendekati wartawan entah apa rencana mereka selanjutnya dia tak tahu pikirannya masih mengarah pada Iqbal yang duduk disampingnya.


"Cinta, aku minta maaf aku tidak bermaksud membentakmu." ucap Iqbal yang mulai membuka awal percakapan.


"Iya, aku juga minta maaf, maaf aku sudah membuatmu seperti ini." Balas Cinta menatap Iqbal yang sedang melihatnya.


"Aku sudah maafin, tapi ingat kejadian seperti ini jangan diulang lagi mendengar perkataan mu saja membuat hati teriris bagaimana melihat secara langsung, bukan lagi teriris melainkan berdarah dan terpapar dirumah sakit. Ujar Iqbal menatap lekat pujaan hatinya.


"Kenapa bisa begitu?" Bingung Cinta dengan perkataan yang dilontarkannya.


"Aku sangat... sangat mencintaimu melebihi apapun yang ada di dunia ini, kamu wanita kedua yang aku Cintai setelah Mommy." jawab Iqbal yang mulai mendekati wajah Cinta dan memberi kecupan penuh cinta pada kening kekasihnya.

__ADS_1


Cinta bahagia mendengar perkataan Iqbal yang menurutnya sangat romantis, dia tak menyangkah Iqbal sangat mencintainya begitu dalam. Kecupan yang diberikan sangat menyentuh hatinya.


Perlahan Iqbal melepaskan kecupannya dan mulai menatap wajah Cinta yang sangat dekat terlihat sangat cantik, muka yang bulat, mata sipit, hidung mancung, bibir tipis seperti merah delima membuat siapa saja yang melihat ingin memakannya.


Bagi Iqbal, Cinta adalah perempuan sempurna yang pernah dia temui kecantikannya tidak ada tandingan dengan perempuan mana pun.


Bibirnya mulai mendekati bibir Cinta, perlahan demi perlahan bibir mereka saling menyatuh, tak ada penolakan dari Cinta saat Iqbal mulai menyatukan salivanya. Iqbal sangat menikmati bibir Cinta yang sangat manis seperti gula.


Ciumannya semakin dalam mengekspor ke seluruh tempat, Iqbal tak bisa menahan hasratnya, dia pria normal yang mempunyai nafsu terhadap wanita, tapi dia juga tidak bisa melakukan ini sekarang, karena dia tak ingin merusak Cinta dengan nafsunya.


"Makasih sayang, bibir kamu sangat manis kayaknya aku akan kecanduan." Senyum Iqbal sambil membersihkan bibir Cinta yang berlepotan karena semburan air ulah Iqbal yang rakus😂


Ini adalah first kiss pertama Iqbal dengan wanita, dia tak pernah melakukan ini dengan wanita manapun, prinsipnya first kiss pertama hanya akan dia berikan pada wanita yang dicintainya yaitu Cinta.


Sama hal dengan Cinta, Iqbal adalah orang pertama yang mengambil first kiss nya, tak tahu kenapa Cinta tak menolak saat Iqbal melakukannya, dia sangat menikmati sentuhan lembut yang diberikan Iqbal.


"Kamu kira bibir aku permen yang ada manisnya sampai ketagihan." Cemberut Cinta memonyongkan bibir kedepan.


"Jangan begitu sayang, apa kamu mau lagi?" gretak Iqbal saat melihat Cinta memajukan bibirnya, dengan cepat Cinta segera menormalkan bibirnya agar tak disantap Iqbal, bukannya dia kapok tapi dia malu🤭


"Kamu apaan sih, aku gak mau." Kata Cinta tanpa menoleh mukanya sekarang sudah seperti kepiting rebus mendengar perkataan Iqbal yang mau lagi.


"Benar nih, bukannya tadi kamu sangat menikmati." Pancing Iqbal yang senang melihat Cinta malu-malu, ingin rasanya dia membawa pulang Cinta kerumahnya.


"Mana ada begitu." Bantah Cinta berbohong.


"Ada. Buktinya kamu tidak menolak, kamu bahkan sangat... sangat menikmati." Senyum bahagia Iqbal yang membuat Cinta tak bisa menjawab, kehabisan kata-kata itulah yang Cinta rasakan.


×


×


×


×


×


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2