Takdir Hidup Cinta

Takdir Hidup Cinta
56 Bᴀʙ: Sᴜɴɢᴀɪ Sᴜʀɢᴀ Dᴜɴɪᴀᴡɪ


__ADS_3

🌻🅗︎🅐︎🅟︎🅟︎🅨︎🅡︎🅔︎🅐︎🅓︎🅘︎🅝︎🅖︎🌻





✨🌹💕🌹✨


"Aku dari supermarket ini." Menunjukkan belanjaan yang berada di tangan."Ada beberapa keperluan yang harus aku beli, jadi tidak sempat mengabari kamu dan yang lain."


"Apa benar tidak ada yang kamu sembunyikan?" Tatap Iqbal belum percaya sepenuh nya dengan perkataan Cinta.


Entah kenapa Iqbal merasa Cinta menyembunyikan sesuatu.


"Benar aku tidak berbohong, emang apa yang kamu harap kan jika aku menyembunyikan sesuatu?" Tanya balik Cinta penasaran


"Tidak ada, lain kali jika ingin pergi kabarin setidak nya salah satu dari kami, jangan seperti ini." Peringatan Iqbal lalu kembali ke ruang keluarga.


"Benar kata Iqbal, sekarang kamu sudah menjadi istri kemana pun kamu pergi harus minta izin pada suami kamu, bukan kayak gini." Nasihat Kenan geleng kepala kelakuan aneh Cinta.


"Iya Ken maaf, tadi buru-buru gak sempat izin." Jawab Cinta bohong.


Mana mungkin Cinta mengatakan sebenarnya, bisa saja sekarang mereka sudah kebakaran jenggot karena sudah menutupi ini. Lebih parah lagi semua rencana nya akan gagal jika banyak tangan ikut ambil.


"Barang apa yang membuat kamu lupa mengabari kita? apa sangat penting hingga pamit tidak bisa, setahu aku yah pamit tidak lebih dari satu menit." Ujar Bunga.


"Cinta kamu serius gak sembunyi'in apa pun dari kita? kamu gak seperti biasa kayak gini lho, kita sudah lama sahabatan jadi luar dalam kamu kita tau." Kata Inces ikut nimbrung mendengar perkataan Bunga yang masuk akal.


"Bunga, Inces, manusia gak selalu akan sama seperti dulu, ada saat nya mereka berubah entah itu menjadi lebih baik atau sebalik nya. Begitu juga dengan aku gak akan selalu sama seperti dulu." Jelas Cinta menyusul Iqbal yang sudah berjalan meninggalkan nya.


"Cinta maksud kita bukan begitu." Nyusul Bunga dan lain nya ke ruang keluarga.

__ADS_1


Cinta tak membalas melainkan menautkan alis bertanya terus apa jika bukan begitu.


"Cinta aku, inces mungkin semua yang ada di sini berpikir hal yang sama, kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari kita." Ujar Bunga mewakili semua yang sependapat dengan nya.


Mereka juga bingung dan curiga alasan Cinta yang tak masuk akal jika di pikirkan. Tapi jika terus mendesak bukan akan menjawab melainkan menyangkal jadi percuma.


"Aku tidak menyembunyikan apa pun! apa wajah ku terlihat seperti orang yang sedang berbohong?" Tanya Cinta memandang mereka meski semua perkataan nya bohong, ia berusaha menyakinkan mereka agar percaya.


"Maaf kan aku semua, kali ini aku gak bisa jujur, aku gak mau kalian ikut terseret masalah ku. Dengan Bagas ikut campur masalah ini aku sudah khawatir bagaimana jika kalian juga." Batin Cinta sendu sudah membohongi mereka.


"Kak aku tahu kamu pasti sedih, yakin lah kak setelah masalah ini tidak ada kebohongan yang harus kamu lakukan lagi." Batin Bagas melihat kesedihan dari mata Cinta.


Meski Cinta sudah berusaha menutupi dari mereka, tidak dengan Bagas, ia sangat jelih. Mereka mungkin tidak sadar kesedihan yang Cinta rasakan sekarang.


"Sudah jangan memojokkan kakak kayak gini! bukan nya kalian sudah dengar penjelasan kakak tadi? terus kenapa sekarang masih tanya, jawaban apa yang ingin kalian dengar dari kakak!" Kata Bagas.


"Bagas kenapa kamu bersih keras membela Cinta, apa benar kamu tau sesuatu?" Curiga Iqbal melihat gelagat aneh Bagas berbeda dari yang lain.


Bagas terdiam ia tidak tau harus menjawab apa, jika salah bisa tambah runyam kecurigaan mereka. Bagas tidak ingin sampai hal itu terjadi, Cinta yang sadar segera ambil alih."Al, Aku minta maaf sudah membuat kamu dan yang lain khawatir." Tulus Cinta memohon maaf.


Saat ini Iqbal masih mendiami Cinta, tak ada sepatah balasan dari mulut nya setiap Cinta berbicara. Iqbal masih marah ia lebih memilih duduk di sofa dari pada duduk di tepi kasur sebelah Cinta.


Nuansa kamar menjadi hening, hawa dingin menghiasi raga Cinta dengan diam nya Iqbal yang marah. Cinta melihat Iqbal sibuk bermain games di handphone nya, tanpa merespon semua perkataan yang di ucapkan.


Cinta sedih melihat Iqbal mendiami nya, ia lebih memilih di marah dari pada di diami.


"Al, aku tau kamu marah padaku, tapi percaya lah semua yang ku katakan benar tidak bohong, tidak ada yang ku sembunyikan dari kamu." Ujar Cinta meski perkataan nya masih saja bohong.


"Al apa kamu tidak ingin bermain di sungai?" Rayu Cinta yakin Iqbal pasti setuju.


Iqbal menoleh tanpa menjawab dengan menautkan alis apa Cinta yakin dengan tawaran tadi, apa tidak menyesal nanti.


"Aku serius apa kamu tidak ingin, aku gak masalah kalau gak mau." Berdiri Cinta yang ingin beranjak pergi di tahan cepat oleh Iqbal.

__ADS_1


Mendengar penawaran Cinta, tidak mungkin di tolak kapan lagi Cinta menawarkan diri seperti ini, biasa nya juga Iqbal yang awal. Melihat Cinta ingin pergi Iqbal berdiri menggenggam kuat tangan Cinta.


"Kenapa? bukan nya kamu tidak mau jadi untuk apa kamu menahan ku?" Ucap Cinta sengaja, ia ingin mengetes Iqbal ternyata sangat mudah untuk masuk perangkap nya.


Iqbal tidak menjawab perkataan Cinta, ia langsung mengendong membawa ke pelukan nya, dengan perlahan membaringkan Cinta di bawah kasur yang akan menjadi saksi cinta penyatuan hasrat mereka lagi dan lagi.


"Al maaf, aku sayang sama kamu gak ada yang aku sembunyikan dari mu, percayalah." Ucap Cinta menatap Iqbal di atas dengan menindih tubuh nya yang berada di bawah.


"Apa kamu serius baby tidak ada yang kamu sembunyikan dari aku?" Entah kenapa Iqbal masih belum percaya.


"Aku serius Al." Jawab Cinta meski jawaban nya bohong.


Iqbal segera melahap bibir mungil Cinta dengan lembut yang kini selalu membuat ia ketagihan, sehari tak menyantap rasa nya ada yang kurang. Cinta tak lagi berkata selain menikmati sentuhan Iqbal memabukkan.


Sentuhan Iqbal kini menjadi candu, bagaimana tidak? Al melakukan dengan lembut wanita mana pun pasti menyukai permainan ini. Bahkan Cinta ingin terus melakukan, entah kenapa sekarang Cinta berubah otak dan pikiran nya selalu traveling mengingat apa pun yang berkaitan dengan ranjang jika berdua dengan Iqbal.


Permainan ranjang semakin panas, Iqbal tak bisa menahan lagi, ia segera memasukan pusaka nya berkali-kali hingga Cinta berulang kali mendesah.


"Aahhh, pelan-pelan Al." Ucap Cinta di selah permainan nya.


"Nanggung baby."


...BERSAMBUNG...


________________💞💞💞________________


🌟Lagi dan lagi aku berbohong, maaf aku tidak jujur, bukan aku tidak percaya padamu. Tapi aku tidak ingin kamu terluka karena ku.🌟 𝐵𝑦: 𝐶𝑖𝑛𝑡𝑎 𝐾𝑢𝑠𝑢𝑚𝑎.


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-


...Jangan lupa dukung karya ini dengan Like, comment, gift🌹 and vote....


...Bantuan jempol mu membantu author semangat menulis....

__ADS_1


...Tambahin favorite biar gak ketinggalan up terbarunya.📝📢...


__ADS_2