
Selamat membaca!📖
•
•
•
•
Setelah tiba di kota A, Cinta segera menuju salon untuk di make over, sebelum itu Cinta ke butik membeli pakaian yang cocok untuk digunakan nya.
Cinta mengendarai mobil yang dia beli semalam. Saat tiba dibandara mobilnya telah terpapang rapi di parkiran.
Cinta telah menugaskan orang kepercayaannya untuk menyiapkan mobil sebelum dia tiba.
"Kenapa mbak?" tanya Cinta melihat pengawai salon yang terus memperhatikannya. Cinta belum sadar alasan yang membuat semua pengawai dan pengujung salon terus menatapnya.
"Tidak. Nona sangat cantik ternyata. Saya pengemar Nona sejak lama. Bahkan kami semua yang bekerja disini." kata pengawai salon.
"Iya Nona. Kami semua sangat menyukai Nona. Kami disini merasa tersanjung dengan kedatangan Nona. Ternyata Nona orang yang sangat baik. Apakah Nona sudah punya pacar?" sambung pengawai yang lain.
"Kalian juga cantik. Panggil saja Cinta, tidak usah Nona." Senyum Cinta.
"Saya belum punya pacar. Waktu yang saya punya tidak memungkinkan untuk memiliki pacar." Sambung Cinta.
"Cinta benar. Kerjaannya selalu ada didepan mata, menunggu tanpa mengenal waktu. Tidak dibereskan sekarang akan menumpuk seperti gunung." kata pengawai salon.
"Iya. Orang penting kayak Cinta, tanpa mencari kesibukan, kesibukan lah yang mencarinya. Begitu dengan Pacar, tanpa dicari dia akan datang sendiri." sambung salah satu pengawainya.
"Kalian bisa saja." Cinta geleng-geleng kepala mendengar perkataan mereka yang terlalu berlebihan memujinya.
Tanpa terasa satu jam sudah Cinta di Salon.
Wajahnya kini telah di rias bagai putri kerajaan. Cinta sangat puas dengan hasil make up nya.
Tidak tanggung dia membayar lebih sebagai tips buat mereka.
Sekarang Cinta sedang mengendarai mobil menuju kantornya. Dalam perjalanan Cinta melihat segerombolan preman menghajar seorang sopir.
Tak tega melihat lima lawan satu. Cinta memutuskan untuk turun membantu. Hitung-hitung sebagai awal pemanasan setelah sekian lama tidak latihan.
"Berhenti!" teriak Cinta turun dari mobil.
Segerombolan preman dibuat melongo melihat Cinta yang datang memberhentikan mereka.
"Hallo Nona Cinta. Kenapa kamu memberhentikan kita? apa kamu mengenal mereka?" Basa basi ketua preman.
"Hallo juga Om. Maaf saya telah memberhentikan aksi kalian." senyum Cinta.
"Iya tidak apa-apa. Apa nona mengenal mereka?" tanya ketua preman, dia berusaha ramah kepada Cinta. Dia sadar orang yang berada dihadapannya ini sangat berpengaruh di Indonesia. Bisa-bisa mati ditepat jika salah langkah.
__ADS_1
Cinta berusaha berpikir jernih dengan kelakuan para preman yang berubah menurutnya. Kenapa tiba-tiba mereka sangat ramah. Apa mereka sedang merencanakan sesuatu.
Tak ingin membuang waktu lebih lama. Cinta mengambil jalan pintas untuk mengakhiri semua ini. Jika semuanya masih berkelanjutan bisa-bisa dia telat ke kantor.
"Iya Om. Saya mengenal Ibu ini. Dia Mama dari pacar saya. Apakah Om tega memalak calon mertua saya." Bohong Cinta memasang wajah memelas.
Bagi Cinta untuk hal yang dilakukan ini sudah biasa dalam dunia entertainment. Tidak sulit membuat mereka percaya, karena ini pekerjaannya.
"Maaf Nona Cinta. Kami tidak tahu soal ini. Jika kami tahu, kami tidak akan melakukannya." mohon ketua preman yang takut.
"Iya Om. Kalau boleh tahu kenapa Om melakukan ini? apa Om sangat membutukan uang?" tanya Cinta melirik mereka.
"Iya Nona. Kami membutuhkan uang untuk menafkahi keluarga kami. Tidak ada yang bisa kami kerjakan selain melakukan ini." jawab ketua preman.
"Kenapa begitu Om?" binggung Cinta dengan perkataan ketua preman.
"Kami semua tidak berpendidikan." Tunduk ketua preman.
"Jadi itu alasan yang membuat Om semua melakukan ini?" tanya Cinta yang mulai mengerti dengan kondisi mereka.
"Iya Nona. Kalau tidak begini, mau makan apa anak dan istri kami dirumah." jawab ketua preman.
"Okey. Saya sudah paham sekarang. Bagaimana kalau Om semua bekerja di kantor saya sebagai security. Untuk gaji jangan khawatir. Semuanya di atas UMR." Kata Cinta pada mereka.
"Apa Nona yakin ingin memperkerjakan kami? bukannya kami telah jahat pada calon mertua Nona." ucap ketua preman.
"Kalian tidak jahat, kalian melakukan ini karena kondisi. Jadi saya harap Om semua bisa menerima tawaran saya." Kata Cinta menyakinkan mereka.
"Iya sama-sama. Jadi bagaimana apa Om semua mau kerja di kantor saya?" tanya cinta menatap mereka.
"Iya Nona, kita mau." jawab ketua preman yakin.
"Alhamdulilah. Besok Om bisa langsung ke kantor ini untuk mulai bekerja." Cinta menyodorkan kartu namanya kepada ketua preman.
"Terima kasih Nona. Tidak ada yang bisa kami lakukan selain ucapan terima kasih. Nona sungguh baik. Kami doakan semoga hubungan Nona dengan pacarnya langgeng sampai hari pernikahan." ucap ketua preman. Diaggukin anak buahnya.
"Amin." ucap Cepat ibu tersebut.
Cinta hanya bisa tersenyum mendengar perkataan mereka. Dia binggung harus berkata apa selain senyuman yang bisa dia lakukan untuk saat ini.
"Yah sudah kalau begitu saya permisi dulu." Pamit Cinta.
•
•
***
"Kakak dimana sih? ini sudah jam 09:00 kenapa belum tiba juga?" Khawatir Laura.
"Coba kamu telpon dari pada ngoceh gak jelas." Saran Bunga.
__ADS_1
"Sudah sejak tadi ditelpon, tapi gak diangkat." jawab Laura makin khawatir.
"Sabar Laura. Cinta sebentar lagi pasti tiba." ucap Bunga menyakinkan Laura.
"Iya." jawab singkat Laura.
Beberapa menit kemudian mobil yang dikendarai Cinta telah tiba di depan gedung perusahaannya.
Semua mata menatap mobil Cinta. Mereka belum mengetahui siapa yang datang.
"Siapa yang datang? apa itu tamu penting dari perusahaan Cinta? tanya Dimas terus memperhatikan mobil yang tiba di depan kantor.
"Gak tahu. Bisa saja iya, tapi kenapa dia belum keluar juga? Binggung Radit sama orang yang berada didalam mobil itu belum keluar.
"Kamu gak sabaran banget mau lihat wajahnya. Apa kamu kira jika dia cewe, dia bakal mau sama kamu? gak bakal mungkin." Celetuk Dimas.
"Terserah kamu saja." ucap Radit malas.
"Kak Cinta." ucap Laura kaget melihat orang yang keluar dari mobil itu ternyata kakaknya.
Saat tiba di depan gedung, Cinta segera merapikan makeup nya, sebelum turun dari mobil. Setelah 15 menit berada di dalam mobil, Cinta akhirnya keluar dengan langkah anggun.
Kecantikannya sekali lagi menghipnotis kan mereka yang melihatnya.
"Kenan, demi apa kamu punya sepupu secantik Cinta?" ucap Dimas kagum dengan kecantikan Cinta seperti seorang putri raja.
"Demi Tuhan." kata Kenan tanpa menoleh. Matanya masih fokus memandang Cinta yang berjalan menuju mereka.
"Hai semua, maaf aku terlambat." ucap Cinta tak enak hati membuat mereka menunggu di acaranya sendiri.
"Iya gak apa-apa." Kata Melati tersenyum memandang Cinta sahabatnya yang kini telah berubah sangat cantik.
"Kakak kenapa lama? kenapa gak bilang kalau kakak bawah mobil sendiri? kalau tahu begitu aku berangkat sama kakak? Oceh Laura dengan ribuan pertanyaan.
"Maaf Dek, kakak tadi ada sedikit masalah dijalan, ini juga baru selesei. Kakak bawah mobil karena kakak gak mau bikin heboh kantor ini dengan bodygard yang mengawal kakak." jelas Cinta menatap adik kesayangannya itu.
"Sudah. Omongnya sebentar dulu, sekarang kita mulai saja peresmian kantornya, gak baik buat mereka menunggu." kata Kenan memperingati sepupunya dengan melirik semua orang yang berada disini.
Mendengar perkataan Kenan, Cinta mulai sadar telah membuat banyak orang menunggu. Cinta merasa tak enak karena dirinya acara ini sedikit terlambat.
"Kamu benar." ucap Cinta melihat sekelilingnya.
"Maaf semua telah membuat kalian lama menunggu, tanpa membuang waktu lagi, saya akan meresmikan kantor pusat Aqila." sambung Cinta.
×
×
×
×
__ADS_1
BERSAMBUNG...