Takdir Hidup Cinta

Takdir Hidup Cinta
Bab 61: Hadiah?


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻





✨🌹💞🌹✨


Di sisi lain Melati hanya diam memandang Laura sejak ia masuk terus menutup rapat mulut, tanpa mengeluarkan sepatah kata pada nya, meski itu sekedar basa basi atau lain nya.


Melati berpikir apa ulah satu orang, yang kena seluruh nya hingga ia juga kena semprot.


Laura duduk sambil memainkan HP tanpa menoleh kiri kanan. Ia terus scroll layar ponsel dan membaca setiap kata yang tertera di benda tipis nya itu.


"Ra, kamu marah sama kita juga yah?" Tanya Melati memecahkan keheningan satu sama lain.


"Tidak." Singkat Laura tanpa menoleh.


"Kalau tidak kenapa sikap dan jawaban kamu seperti orang yang sedang marah." Ujar Melati kurang puas jawaban dan ekspresi Laura sangat berbeda.


"Terus mau kamu jawaban dan ekspresi ku seperti apa?" Tanya Laura menoleh pada Melati yang duduk di ujung tepi kasur.


Melati menatap Laura yang tidak tau kenapa ada yang berbeda dari sikap Laura yang biasanya. Ingin bertanya tapi diurungkan, ada keraguan dihati Melati.


"Tidak perlu gimana juga, cukup sesuai kan ekspresi dalam berkata saja." Jawab Melati bangun dari duduk nya berpindah ke samping Laura.


Melati menggenggam jemari Laura memberi semangat." Aku tau sekarang kamu juga kecewa sama kita semua. Tapi satu hal yang perlu kamu tau, kita diam bukan berarti percaya dengan omongan Rafa. Kita sahabatan bukan setahun atau dua tahun, tapi sudah lama jadi jangan pernah meragukan kepercayaan kita dan juga Cinta kakakmu, karena apapun terjadi kita akan selalu percaya sama kamu." Ucap Melati menatap Laura diam mendengar semua perkataan nya.


Melati kaget mendadak Laura menghambur ke dalam pelukan nya dengan isakan tangis yang sudah lama ia tahan berada di bawah.


"Menangis lah, keluar kan semua unek-unek mu. Tapi setelah ini berjanjilah kembali tersenyum seperti Laura yang periang dulu nya. " Kata Melati membalas pelukan Laura.


Melati dapat merasakan tetesan air jatuh di pundak nya. Ia tidak tau bagaimana jika ia berada di posisi Laura pasti sangat terpukul mendengar keluarganya sendiri menuduh sesuatu hal yang tidak mungkin untuk Laura mencoba sebelum ada ikatan suci.

__ADS_1


"Apa aku terlihat rendahan jadi wanita?" Tatap Laura pada Melati." Kenapa abang ku sendiri bisa berpikir buruk bagai aku ini wanita malam yang suka memberi tubuh pada pria luar sana." Kata Laura kembali pecah tangis nya.


Melati tidak bisa mengubah semua yang terjadi, selain memberi semangat dan selalu ada saat sahabat nya membutuhkan sandaran itu.


"Jangan bilang seperti itu, kamu bukan wanita murahan, tapi sebalik nya kamu wanita yang sulit untuk di dapatkan." Balas Melati menyakinkan Laura.


"Tapi kenapa Aba_"


"Sudah jangan di lanjutkan lagi, biarkan lah mereka berpikir apa tentang mu sesuka hati. Karena kenyataan nya kamu tidak seperti itu. Cukup kamu dan orang terdekat yang tau siapa dan bagaimana kamu, tidak perlu harus menunjukkan kepada orang lain." Ucap Melati cepat memotong ucapan Laura.


"Terima kasih Mel, kamu selalu ada di saat aku down dan kamu selalu memberi nasihat agar aku semangat." Kata Laura kembali memeluk Melati.


"Sekarang apa kamu sudah lebih baik, apa perlu menangis lagi?" Ejek Melati.


"Ish apaan sih kamu, masa teman sudah sedih di bilang sedih lagi." Balas Laura.


"Pis." Mengangkat kedua jari ✌."Gitu aja ngambek nanti gak ada pria yang naksir lho, mau jadi perawan tua." Melati kembali mengejek Laura.


Niat nya hanya untuk menghibur Laura agar tidak kepikiran, biarkan semua mengalir dengan berjalan nya waktu. Ia yakin Laura bisa melewati dan melupakan semua yang terjadi hari ini.


Pagi hari yang cerah seperti hari lain nya, Iqbal dan Cinta bangun untuk melaksanakan kewajiban sebagai umat islam.


Selesei sholat berjamaah Iqbal dan Cinta mengaji bersama memperdalam hafalan pada ayat Al-Quran.


"Al." Panggil Cinta melipat sajadah dan mukenah selesai beribadah.


"Iya baby ada apa?" Sahut Iqbal memandang Cinta terlihat cantik setelah sholat, apa karena air wudhu yang membuat wajah Cinta bersinar seperti permata atau ada yang lain.


"Aku mau ke kamar Laura dulu, aku gak tenang biarin ini berlama-lama. Kalau kamu mau ke bawah duluan silakan, nanti aku nyusul setelah bicara dengan Laura." Ucap Cinta.


"Yah sudah kamu ke kamar Laura sana, tapi ingat jangan memaksa dia untuk memaafkan karena seseorang berhak kecewa jika hati sudah terluka." Nasihat Iqbal sebelum Cinta pergi.


"Iya suami ku yang super duper bijak." Balas Cinta tersenyum geli mendengar betapa puitis nya Iqbal ini.


"Kalau aku bijak dapat hadiah gak?" Tanya Iqbal menautkan alis.

__ADS_1


"Hadiah? emang kamu mau hadiah apa?" Tanya balik Cinta.


"Yakin kamu akan kasih kalau aku sebut?" Tanya lagi Iqbal ragu Cinta akan mengiyakan.


Firasat Cinta menjadi tidak enak mendengar perkataan Iqbal. Ia yakin pasti permintaan nya bakal aneh dengan nada suara.


"Kenapa diam, yakin kan?" Tanya ulang Iqbal melihat Cinta diam seperti sedang berpikir sesuatu.


"Nanti baru di lanjutkan lagi. Sekarang aku harus menemui Laura." Potong Cinta tidak ingin terjebak dengan permintaan Iqbal.


Saat Cinta melarikan diri, dengan cepat Iqbal menarik tangan Cinta hingga terjatuh di bawah kasur dengan Iqbal menindih tubuh Cinta.


Lagi dan lagi Cinta kembali terjebak harus berada di bawah dan Iqbal selalu di atas." Kamu kenapa kabur baby? bukan nya kamu yang menawarkan hadiah, terus kenapa saat aku bertanya kamu tidak menjawab?" Tanya Iqbal sangat dekat dengan wajah Cinta saat ini.


"Ah itu Al." Cinta binggung harus menjawab apa, pikirannya benar-benar buntung saat ini. Ia mencoba mencari ide agar terbebas dari Iqbal yang tidak pernah puas melakukan setiap waktu.


"Itu apa Baby, bicara yang jelas biar aku paham?" Tanya Iqbal senang melihat wajah gugup Cinta.


"Al bisa kah kamu bangun aku harus menemui Laura saat ini! " Kata Cinta mengalihkan pertanyaan Iqbal.


"Baby jangan mengalihkan pertanyaan ku!" Ucap Iqbal menatap lekat Cinta dan semakin memajukan muka lebih dekat lagi.


Cinta menyadari Iqbal semakin mendekat menjadi was-was. Ini masih pagi bagaimana bisa Iqbal menginginkan setelah semalam melakukan berulang kali. Apa semua pria seperti Iqbal tidak pernah puas.


Cinta hanya bisa menghela nafas berharap kali ini tidak berulang-ulang." Kamu kenapa gugup baby, bukan nya kita sudah sering melakukan ini." Ucap Iqbal tersenyum senang melihat wajah gemas Cinta kalau sedang gugup.


...BERSAMBUNG...


________________💞💞💞________________


🌟Jangan memaksa seseorang untuk memaafkan karena semua orang berhak kecewa jika hati sudah terluka.🌟 By: Iqbal.


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-


...Jangan lupa dukung karya ini dengan Like, comment, gift🌹 and vote....

__ADS_1


...Bantuan jempol mu membantu author semangat menulis....


__ADS_2