Takdir Hidup Cinta

Takdir Hidup Cinta
Bab 35. Marah siapa, ribut siapa?


__ADS_3

Selamat membaca!📖







Di lokasi pemotretan, Cinta terus kepikiran setelah Iqbal menghubunginya, dia bingung kenapa Laura dan Iqbal bisa kompak ingin menyusulnya disini, apa ada masalah serius, tapi apa kenapa dia tidak tahu jika ini bersangkutan dengan dirinya.


Cinta tak ingin membuang waktu dengan terus menerka sesuatu yang dapat membuatnya tidak konsen dalam bekerja.


Satu jam sudah Cinta melaksanakan pemotretan, suasana yang tadi tenang dan damai kini perlahan berubah, satu persatu wartawan dari berbagai media terus berdatangan. Cinta menggaruk kepala yang tidak gatal dia bingung apa yang membawa mereka kesini.


"Mbak ada apa ini? kenapa banyak wartawan?" tanya Cinta menatap Tiara yang duduk disampingnya.


"Mbak juga tidak tahu, tapi yang mbak dengar mereka kesini ingin menemui kamu?" balas Tiara menatap balik Cinta.


"Kenapa ingin bertemu aku?" Bingung Cinta menoleh kearah banyaknya wartawan, lalu kearah Tiara.


"Mbak juga gak tahu, mbak pikir kamu tahu dengan kedatangan mereka." Balas Tiara sekilas menatap mereka.


"Aku juga gak tahu. Apa ini ada hubungan dengan penjelasan Laura dan Iqbal." Pikir Cinta yang didengar Tiara.


"Maksud kamu penjelasan apa yang dikatakan Laura dan Iqbal?" tanya Tiara penasaran.


"Aku juga gak tahu mbak." Balas Cinta yang mulai menggerakan jari tangannya pada layar ponsel.


"Terus, maksud kamu tadi apa?" Bingung Tiara mengaruk kepalanya dengan menatap Cinta yang sedang sibuk menghubungi seseorang lewat ponselnya.


"Tadi Laura dan Iqbal telpon, mereka minta alamat pemotretanku, katanya ada yang ingin mereka sampaikan, mereka juga bilang kalau ada sesuatu segera kabari." Jelas Cinta sambil mengirim pesan pada Iqbal.


Beberapa menit kemudian Cinta mendapat pesan balasan, dia segera membuka dan membaca secara detail isi dari kata yang tertulis pada layar ponsel yang dikirim Iqbal untuknya, rasa penasaran yang memuncak membuat Cinta segera membuka sosmed, tak menunggu lama akhirnya Cinta tahu apa penyebab para wartawan datang kemari.


"Kamu kenapa Cinta? apa yang kamu lihat?" tanya Tiara yang melihat Cinta serius dengan layar ponselnya.


"Apa ini hari mbak gak buka sosmed?" tanya balik Cinta tanpa menjawab pertanyaan Tiara yang sedang menatapnya.


"Tidak, emangnya kenapa?" tanya Tiara yang tidak mengerti dengan maksud perkataan Cinta.


"Mbak buka saja sosmed, nanti mbak tahu apa alasan wartawan kemari." Balas Cinta yang sedang menatap layar ponselnya.


"Okey, mbak lihat." Kata Tiara mengikuti perintah Cinta.

__ADS_1


"Jadi ini alasan mereka kesini." ucap Tiara setelah membuka sosmed terlihat video yang sedang viral.


"Iya mbak, tapi siapa yang merekam, kenapa dia berani meng-upload video ini." Bingung Cinta menatap arah luar rame nya wartawan.


"Mbak juga gak tahu, kapan kejadian ini? kenapa kamu gak cerita?" tanya Tiara menatap Cinta yang masih setia melihat wartawan.


"Maaf mbak aku lupa, kejadiannya terlalu cepat jadi gak ada waktu buat aku ceritain. Apa mbak ingat waktu acara ulang tahun kampus tempoh hari?" tanya Cinta pada Tiara.


"Iya mbak ingat, apa kejadiannya saat kamu izin ke toilet?" tanya Tiara memastikan saat Cinta lama kembali dari toilet.


"Iya mbak." balas Cinta yang mulai menceritakan awal kejadian pada video yang beredar di sosmed.


"Jadi apa yang akan kamu lakukan? mereka pasti ingin meminta penjelasannya, kamu tahu kan Cinta selama ini mereka selalu bertanya identitas keluarga, tapi selalu kamu tutupi." Jelas Tiara menoleh arah wartawan yang semakin rame.


"Aku tahu itu mbak, aku akan jelaskan pada mereka siapa aku sebenarnya, aku gak mau menutupi ini terlalu lama cepat atau lambat mereka pasti akan tahu." Balas Cinta yakin dengan keputusan yang akan dia ambil.


"Mbak setuju dengan keputusan kamu, lebih cepat lebih baik, gak baik jika kamu terus menundanya karena mereka akan semakin penasaran dan itu akan membuat pekerjaan kamu terganggu." Kata Tiara.





***


Saat Laura dkk keluar, mereka berpapasan dengan mobil Iqbal dkk yang tiba di area parkiran.


"Kalian ngapain kesini?" tanya Bunga dengan kedatangan mereka.


"Kenapa? apa cuman kalian yang khawatir dengan kondisi Cinta?" tanya balik Rafa tanpa perduli dengan pertanyaan Bunga.


"Enggak gitu juga, kita kira kalian gak tahu masalah ini." Balas Bunga yang berdiri disamping Iqbal dkk.


"Bahasnya sebentar saja, sekarang kita nyusulin Cinta, jangan sampai kita ke buruh oleh wartawan." Lerai Iqbal melihat bodygard yang mulai kewalahan menahan wartawan yang bersih keras ingin menemui Cinta.


"Sekarang yang harus kita pikirkan bagaimana cara wartawan bisa tenang, jangan sampai kerena ketidak sabaran mereka membuat Cinta celaka." Sambung Kenan melihat arah wartawan.


"Bagaimana kalau kita bagi tim." saran Laura memikirkan rencana yang akan mereka lakukan.


Setelah mendengar rencana Laura dan Iqbal, mereka segera bertindak. Tim satu ada Iqbal, Dimas, Inces dan Bunga, tim dua Kenan, Rafa, Radit, melati dan Laura.


•>>>



__ADS_1


***


Cinta pusing melihat wartawan Indonesia yang sangat bar-bar dalam mencari informasi, tak pernah terlintas di otaknya jika wartawan Indo dan Korea sangat berbeda.


Suasana saat ini tidak seperti tadi yang masih bisa dikontrol, sekarang suasana makin panas dengan trik matahari yang bersinar, kumpulan wartawan dari media yang berbeda-beda dengan tangan yang memengang benda yang wajib dibawah oleh mereka sehari-harinya.


Pemotretan yang seharusnya sudah dilanjutkan, terpaksa diberhentikan dengan datangnya wartawan yang tak diundang, semua kru dibuat kesal ulah mereka yang membuat pekerjaannya terganggu, terutama Cinta dengan adanya ini akan membuat pekerjaannya menumpuk.


Saat Cinta ingin keluar menghampiri para wartawan, tangannya ditahan oleh seseorang, mau tak mau Cinta berhenti melangkah ulah pelaku.


"Iqbal." Kaget Cinta yang menoleh pada orang yang menghentikan langkahnya.


"Iya ini aku, kamu kira siapa, ayo?" tanya Iqbal yang mulai curiga dengan ekspresi Cinta yang kaget melihatnya.


"Aku kira wartawan tadi." Lega Cinta menatap Iqbal.


"Apa kamu pikir aku lagi nunggu seseorang?" Sambung Cinta melihat tatapan Iqbal yang tadi mencurigainya.


"Iya." jawab Iqbal singkat tanpa menoleh.


"Kamu benar, aku tadi lagi menunggu seseorang yang katanya ingin kesini." Pancing Cinta yang ingin melihat reaksi Iqbal sebesar apa rasa cinta pada dirinya.


"Jadi benar dugaan aku tadi, siapa orang yang kamu tunggu? cowo atau cewek?" tanya Iqbal yang mulai kepancing dengan perkataan Cinta.


"Cewe, cowo." Jawab Cinta singkat.


"Cemburunya nanti saja, sekarang kamu ikut kita, disini tidak aman buat kamu dengan situasi diluar yang tidak kondusif." ucap Bunga yang mengakhiri kecemburuan Iqbal pada kekasih hatinya.


"Benar, sekarang bukan waktunya buat cemburu, kamu lihat disana." Tunjuk Bunga pada arah Laura dan timnya yang mulai bergerak.


"Kenapa Laura bisa ada disana?" kaget Cinta melihat Laura dan lainnya mulai mengalihkan perhatian wartawan.


"Nanti kita jelasin, tapi bukan disini, kamu bisa lihat sendirikan bagaimana kondisinya sekarang." Kata Bunga menatap Cinta sambil menoleh ke sekelilingnya.


"Iya aku paham." Balas Cinta mengikuti langkah mereka meninggalkan tempat ini.


×


×


×


×


×


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2