
•
•
•
•
•
Selamat membaca!📖
"Kak, Laura rindu, Laura ingin kakak disini, Laura mau kakak balas perbuatan jahat mereka, Laura gak kuat hadapi ini sendiri. Apa kakak tega lihat Laura terus disakiti." tangis Laura.
Tanpa disadari, semua perkataan Laura telah didengar oleh ketiga sahabatnya, mereka tadi sengaja mengikuti Laura yang ingin ke toilet.
Mereka tahu, Laura ingin menenangkan diri, setelah pertengkaran tadi, tapi mereka tidak menyangkah jika Laura akan menangis merindukan kakaknya.
"Cinta, kenapa kamu tinggalin kita secepat ini. Kamu lihat sekarang? Laura sangat sedih, setiap hari tidak ada hari tanpa menangis. Apa ini yang kamu bilang sayang sama Laura!" Batin Inces.
"Kita mending laporin ini ke Abangnya Laura, mereka berhak tahu apa yang terjadi sama Laura, biar mereka bisa balas perbuatan Nenek lampir itu." kata Inces.
"Kamu benar, kita gak boleh sembunyi'in ini dari mereka, bagaimana juga mereka berhak tahu. Saya gak sabar lihat balasan apa yang akan mereka buat pada nenek lampir itu." Timpah Bunga pada ucapan Inces.
"Yah sudah sekarang kita cari mereka." ucap Melati.
____________
"Mereka dimana sih? cape saya cari gak nemu-nemu." ucap Inces.
Setelah dari toilet, mereka langsung mencari Kenan dan Rafa untuk memberitahu apa yang terjadi sama Laura. Semua tempat yang biasa di datangin Kenan dan temannya sudah dicari Mereka, tapi tidak ada.
"Apa mereka sudah pulang?" kata Melati.
"Kayaknya tidak mungkin." ucap Bunga.
"Kenapa gak mungkin? apa tadi mereka telpon?" tanya Inces.
"Benar, telpon. Mending sekarang kita telpon, tanya mereka dimana?" kata Bunga
Setelah mendengar perkataan Inces tentang telpon. Bunga mendapat ide agar tahu keberadaan mereka sekarang.
"Kenapa gak dari tadi aja telpon nya? kenapa harus cari dulu." oceh Inces.
"Ngoceh nya dipending dulu yah Buk." ucap Bunga.
"Kamu kira apa'an yang harus dipending." kesal Inces.
•
•
•
•
*****
Hari ini semua kru lagi sibuk menyiapkan pemotretan yang akan diselenggarakan di lima tempat yang berbeda-beda dalam sehari.
(Contohnya seperti ini yah, author hanya menggambarkan ilusinya jika tidak sesuai dengan khayalan kalian, diabaikan saja gambarnya.👌)
__ADS_1
"Cinta. Apa kamu sudah siap? hari ini kamu full pemotretan, karena satu bulan kedepan jadwal kamu akan padat sebelum balik ke Indonesia." jelas Tiara.
"Iya mbak. Apa setelah dari sini jadwal saya akan longgar di Indonesia?" tanya Cinta.
"Tidak, kamu ada banyak projeck di Indonesia, saat tiba nanti kamu akan langsung ke Universitas Negeri Jakarta untuk mengisi acara ulang tahun kampus, setelah itu kita akan ke kota B untuk pemotretan selama tiga hari." jelas Tiara
"Apa setelah dari kota B, kita akan bepergian lagi untuk pemotretan atau nyanyi di kota lain?" tanya Cinta.
"Kalau untuk itu, mbak belum lihat jadwalnya tidak mungkin mbak harus hafal semuanya, bisa pusing nanti." ucap Tiara.
"Mbak, saya harap untuk kedepannya jangan terlalu banyak ambil projeck di luar kota selain kota A." ucap Cinta.
"Iya, nanti akan mbak usahakan." balas Tiara.
"Makasih mbak." senyum Cinta memeluk Tiara.
Sebelum kepulangan Cinta ke Indonesia, dia harus menyelesaikan kerjaan yang sempat tertunda karena dirinya.
Semenjak lima tahun di Korea, Cinta semakin sibuk dengan perusahaan yang berkembang di banyak negara. Setiap ada kendala pada perusahaan cabang atau lainnya Cinta harus turun tangan sendiri, karena bawahannya tidak bisa menanganinya.
Dengan turun tangannya Cinta pada perusahaan, membuat kerjaan Cinta yang lain tertunda, secara tidak langsung akan menumpuk.
Cinta tidak bisa meninggalkan dunia entertainment begitu saja, karena entertainment telah memberi dia kehidupan sediri sampai sekarang ini.
Tanpa bekerja di entertainment Cinta tidak akan bisa bertahan hidup, dia tidak akan seterkenal ini, dia juga tidak akan bisa membangun bisnisnya.
Cinta sangat menyukai profesinya sebagai artis dan pembisnis, karena itu adalah cita-citanya dari kecil, meski dia tahu dengan dua cita-cita yang dia miliki ini akan membuat dia sibuk dan lelah terus bekerja, tapi dia tak keberatan karena ini impian nya.
"Cinta." panggil Tiara.
"Ini ada kado dari fans." bawa Tiara dengan beberapa kru yang memikul tumpukan kado.
"Seperti biasa saja mbak." kata Cinta
Cinta tidak lagi kaget dengan banyaknya kado yang diberi fansnya, dia malah bersyukur karena mereka dia bisa ada disini.
•
•
•
•
*****
Satu bulan berlalu
Setelah kejadian yang menimpah Laura saat itu, Kenan dan Rafa langsung memberi pelajaran pada Ratu. Mereka tidak segan berbuat kasar pada perempuan, jika ada orang yang menyakiti adiknya.
Bukannya Ratu kampok menganggu Laura, dia malah makin jahat membalas Laura.
"Apa kalian sudah siap baju yang akan kalian kenakan besok?" tanya Inces.
"Belum. Gimana kalau pulang dari kampus kita ke Mall? cari baju." ucap Bunga, yang dianggukin mereka.
___________
"Laura." panggil Kenan.
__ADS_1
"Iya Abang." sahut Laura.
"Kalian mau kemana? kenapa buru-buru gini?" tanya Kenan.
"Kita mau ke Mall." jawab Laura.
"Ngapain ke Mall?" tanya Kenan lagi.
"Kamu apa'an sih Ken. Masa ke Mall ditanyain. Yah sudah jelas buat belanja." Dimas dibuat pusing melihat tingkah Kenan yang protektif semenjak Laura sadar dari koma.
"Saya tahu buat belanja, tapi belanja apa'an?" tanya Kenan.
"Kita mau cari baju buat acara kampus besok. Apa Abang mau ikut?" ucap Laura.
"Boleh juga tuh, lagian kita belum pilih baju buat acara besok. Gak lucu kan, kalau besok tampil jelek, bisa-bisa gak ada lagi yang naksir sama kita." kata Dimas.
"Siapa yang mau naksir sama kamu Dimas, muka saja pas-pasan begitu." ejek Radit.
"Kamu kira saya kamu gak ada yang naksir?" ejek balik Dimas.
"Stop. Gak usah lanjutin, kita gak mau dengar perdebatan gak berfaedah ini. Kalau masih ada yang ingin ditanyakan silakan tanya? kalau enggak kita mau jalan." Lerai Bunga.
"Kita ikut. Sekalian kita juga mau cari baju buat acara besok." kata Kenan.
"Yah sudah. Sekarang kita berangkat." ucap Bunga.
•
•
•
*****
"Cinta apa semua barang kamu sudah dipeking? tanya Tiara.
"Sudah mbak." jawab Cinta.
"Okey. Mbak mau ke manajemen dulu urus semua kontrak kamu." ucap Tiara.
"Iya mbak. Cinta juga mau ke perusahaan, mungkin pulangnya bisa sampai malam." jelas Cinta.
"Kenapa malam? Kamu harus istirahat cukup Cinta, besok kita akan berangkat pagi, tiba disana kamu gak ada waktu istirahat karena kita langsung ke kampus." kata Tiara.
"Cinta tahu itu mbak, tapi Cinta harus mengurus kepindahan kantor pusat ke Indonesia. Tidak mungkin kantor pusat masih ada disini sedangkan Cinta akan menetap di Indonesia." jelas Cinta.
"Iya mbak tahu, bukannya kamu bisa bulak balik kesini?" tanya Tiara.
"Iya. Cinta bisa kesini lagi, tapi yang harus mbak ketahui? kantor pusat itu sangat penting dan wajib diperhatikan setiap hari, jika tidak kantor cabang lain akan terbengkalai karena kerja tak benar dari kantor pusat." jelas Cinta.
"Jadi gitu. Yah sudah sekarang kamu jalan sana, biar cepat seleseinya." kata Tiara.
"Iya mbak." ucap Cinta.
×
×
×
×
×
BERSAMBUNG...
__ADS_1
...